Saturday, October 10, 2009

Pembahasan Tafsir 1-Agustus-2009

Sumpah Orang-Orang Musyrik

QS 6:23
“Kemudian tiadalah fitnah mereka, kecuali mengatakan: “Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah.”

* Orang-orang musyrik tidak mengakui jikalau mereka musyrik.

* Mereka berkata bahwa mereka tidak menyembah berhala-berhala melainkan untuk mendekatkan mereka kepada Allah.

* Mereka bahkan berani bersumpah bahwa mereka tidak menyekutukan Allah.

QS 39:3 Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah apa yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.”

QS 6:24
“Lihatlah, bagaimana mereka telah berdusta terhadap diri mereka sendiri dan hilanglah daripada mereka sembahan-sembahan yang dahulu mereka ada-adakan.”

* Praktek-praktek kemusyrikan masih banyak dipertahankan oleh orang-orang yang mengaku Islam saat ini.

* Orang-orang yang mengaku Islam namun tetap menjalankan praktek-praktek kemusyrikan lebih berbahaya pengaruhnya dibandingkan dengan orang-orang Hindu atau Kristen dan lain-lain.

* Syirik adalah perbuatan yang sulit diberantas. Syirik sudah ada sejak zaman Nabi Nuh.

* Nabi Nuh mengalami kesulitan dalam memberantas syirik di antara umatnya.

* Pada zaman Nabi Nuh, setiap khalifah memiliki sembahan sendiri-sendiri yang asal muasalnya adalah dari orang-orang yang sholeh sebelumnya.

QS 71:23 “Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwaa’, yaghuts, ya’uq dan nasr.”

* Kemusyrikan terbesar adalah pada zaman Nabi Ibrahim ketika umatnya menyembah kepada berhala. Oleh karena itu Nabi Ibrahim disebut sebagai Bapak Tauhid karena dapat memberantas kemusyrikan di antara umatnya.

* Dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk menghancurkan kemusyrikan yang ada di antara umat-umat para nabi.

QS 6:25
“Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan (bacaan)mu, padahal kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jikapun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: “Al Quran itu tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu.”

QS 7:204 “Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapatkan rahmat.”

* Orang-orang beriman akan mendapatkan rahmat yaitu berupa pemahaman dan penambah keimanan kepada Allah hanya dengan membaca dan mempelajari Al Quran.

* Namun orang-orang yang mengingkari Al Quran, maka mereka tidak akan memperoleh apa-apa selain menambah kekafiran mereka terhadap Allah.

QS 10:28 “Ingatlah suatu hari (ketika itu) Kami mengumpulkan mereka semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan): “Tetaplah kamu dan sekutu-sekutumu di tempatmu itu.” Lalu Kami pisahkan mereka dan berkatalah sekutu-sekutu mereka: “Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami.”

QS 10:29 “Cukuplah Allah menjadi saksi antara kami dengan kamu, bahwa kami tidak tahu-menahu tentang penyembahan kamu (kepada kami).”

QS 10:30 “Di tempat itu (padang Mahsyar), tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya dahulu dan mereka dikembalikan kepada Allah Pelindung mereka yang sebenarnya, dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan.”

* Ayat-ayat di atas merupakan sindiran-sindiran kepada orang-orang musyrik.

QS 36:8 “Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.”

QS 36:9 “Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.”

QS 36:10 “Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.”

QS 6:26
“Mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al Quran, dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari.”

* Al Quran adalah petunjuk bagi manusia untuk menjalani hidup di dunia sehingga mereka selamat baik di dunia dan di akhirat.

* Orang-orang yang berpegang teguh kepada Al Quran akan mempunya tujuan dalam hidupnya, dan mereka akan selamat di dunia dan di akhirat.

QS 16:97 “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

* Menjalani kehidupan di dunia itu adalah mudah, yaitu hanya dengan berbuat baik dan beramal soleh yang sesuai dengan petunjuk dalam Al Quran dan Sunnah.

QS 7:32 “Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya, dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat.” Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.”

* Makanan, minuman dan pakaian, serta perhiasan disedikan oleh Allah untuk digunakan dan dimanfaatkan oleh manusia dengan tidak berlebihan.

* Kita dilarang mengharamkan apa-apa yang dihalalkan oleh Allah, dan menghalalkan apa-apa yang diharamkan oleh Allah.

QS 42:30 “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”

QS 42:31 “Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindungpun, dan tidak pula seorang penolong selain Allah.”

* Allah menurunkan azab kepada manusia karena manusia telah melampaui batas dan telah menzolimi diri mereka sendiri.

* Manusia bersifat serakah dan berlebihan.

QS 7:96 “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

QS 6:6 “…, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.”

QS 23:18 “Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.”

* Sangat sulit untuk mengajak manusia untuk beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Bahkan butuh pengorbanan yang cukup besar untuk berjuang untuk mengajak manusia untuk beriman dan bertakwa.

Saturday, September 12, 2009

Pembahasan Tafsir 13-Juni-2009

Puasa-puasa Sunnah:
- Puasa 6 hari di bulan Syawal (boleh dilakukan tidak berturut-turut)
- Puasa tanggal 13, 14, 15 setiap bulan
- Puasa Senin & Kamis
- Puasa tanggal 10 Muharram
- Puasa tanggal 9 Jul Hijjah (Puasa Arafah)

Kesudahan Orang-Orang yang Mendustakan Ayat-Ayat Allah SWT

QS 6:11
Katakanlah: “Berjalanlah di muka bumi kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.”

- Jika memiliki kesempatan, berziarah ke tempat-tempat bersejarah adalah sunnah untuk mengambil pelajaran dari sejarah-sejarah umat-umat terdahulu yang mendustakan ayat-ayat Allah SWT.

- Kisah-kisah Nabi banyak diceritakan dalam Al Quran agar manusia dapat mengambil pelajaran dari kisah-kisah tersebut:

QS 7:59 – 64 tentang kisah Nabi Nuh AS
QS 7:65 – 72 tentang kisah Nabi Hud AS (Kaum Aad)
QS 7:73 – 79 tentang kisah Nabi Sholeh (Kaum Tsamud)
QS 7:80 – 84 tentang kisah Nabi Luth
QS 7:85 – 102 tentang kisah Nabi Syu’aib

- Bani Israel mencapai kejayaan di masa Nabi Yusuf dengan menduduki kursi-kursi pemerintahan.

- Di zaman Nabi Musa, Bani Israel diperlakukan seperti budah oleh Fir’aun.

QS 5:26 Allah berfirman: “(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atats mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (Padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu.”

- Ayat tersebut bercerita tentang hukuman yang Allah timpakan kepada orang-orang Yahudi/Bani Israel pada zaman Nabi Musa.

- Allah banyak memerintahkan manusia untuk berziarah dan mengambil pelajaran dari kisah-kisah tentang kesudahan orang-orang Kafir yang mendustakan ayat-ayatNya, seperti pada:

QS 32:26 Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Tuhan). Maka apakah mereka tidak mendengarkan (memperhatikan)?

QS 27:14 Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.

QS 3:137 Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah. Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

QS 16:36 Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu.”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antara orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

QS 27:69 Katakanlah: “Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat ornag-orang yang berdosa.”

QS 30:42 Katakanlah: “Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).”

QS 6:12
Katakanlah: “Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah.” Dia telah menetapkan atas diriNya kasih sayang. Dia sungguh-sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman.

- Manusia harus tawadhu dan ikhlas dengan segala ketetapan Allah.

QS 2:117 Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah”. Lalu jadilah ia.

QS 36:82 Sesungguhnya perintahNya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah”, maka terjadilah ia.

- Allah berkuasa untuk menjadikan segala sesuatu. Dan adalah sangat mudah bagi Allah untuk menjadikan segala sesuatu.

- Manusia harus senantiasa bersyukur atas segala rahmah yang dilimpahkan Allah kepadanya.

QS 30:41 Telah Nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

- Allah telah menetapkan bahwa Allah akan memberikan rahmatNya kepada manusia.

QS 42:30 Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

- Allah akan mengumpulkan manusia pada hari kiamat untuk:
1. Menghitung amalan-amalan manusia di bumi
2. Mengetahui siapa yang bersyukur terhadap rahmat Allah dan siapa yang kufur.

QS 23:1-12 Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu:
1. orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya
2. orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang
tiada berguna
3. orang-orang yang menunaikan zakat
4. orang-orang yang menjaga kemaluannya kecuali terhadap istri-istri mereka
5. orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janji-
janjinya
6. dan orang-orang yang memelihara sholatnya
Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi
surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

QS 18:103 Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang
yang paling merugi perbuatannya?”, yaitu:
1. orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini,
sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.
2. mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka, dan
(kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah amalan-amalan
mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka
pada hari kiamat.

- Amalan-amalan orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Allah tidak akan ditimbang pada hari kiamat nanti, dan balasan bagi mereka adalah neraka jahannam.

Monday, September 7, 2009

Pembahasan Tafsir Al Quran (23-Mei-2009)

Orang-orang Kafir

QS 6:5
Sesungguhnya mereka telah mendustakan yang hak (Al Quran) tatkala sampai kepada mereka, maka kelak akan sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan.

QS 47:24 Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?

- Banyaknya aliran-aliran dalam Islam dikarenakan penafsiran yang salah terhadap Al Quran.

- Orang-orang Kafir memelintirkan Al Quran agar umat Islam terpecah belah sehingga Islam akan hancur.

QS 2:145 Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamupun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebahagian merekapun tidak akan mengikuti kiblat sebahagian yang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim.

- Ancaman Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW jika beliau mengikuti ajaran lain setelah sampai ilmu kepadanya, maka Nabi termasuk orang-orang yang zalim.

- Di Indonesia, gerakan Islam yang paling ditakuti adalah gerakan Islam yang lurus.

- Salah satu gerakan Islam yang lurus adalah gerakan Wahabbi.

- Orang yang fasik adalah orang-orang yang selalu menentang Al Quran.

QS 10:37 Tidaklah mungkin Al Quran ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Quran itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.

QS 10:38 Atau (patutkah) mereka mengatakan: “Muhammad membuat-buatnya.” Katakanlah: “(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.

QS 10:39 Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna padahal belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu.,

QS 10:15 Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat kami yang nyata, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata: “Datangkanlah Al Quran yang lain dari ini atau gantilah dia.” Katakanlah: “Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Tuhanku kepada siksa hari yang besar (kiamat).

- Nabi Muhammad SAW tidak berhak mengubah ayat-ayat Al Quran. Tugas Nabi hanyalah menyampaikan ayat-ayat Al Quran sesuai petunjuk Allah SWT.

QS 41:26 Dan orang-orang yang kafir berkata: “Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan (mereka).”

- Orang-orang kafir memporak-porandakan tafsir-tafsir Al Quran untuk membuat kegaduhan di antara umat Islam sehingga umat Islam terpecah belah.

- JIL (Jaringan Islam Liberal) mengatakan bahwa Al Quran sudah tidak lagi sesuai dengan kondisi jaman sekarang. Al Quran adalah kitab dongeng kuno seperti buku-buku kuno lainnya.

QS 6:6
Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka, dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.

- Azab Allah kepada umat manusia sebelum jaman Nabi Muhammad dan Allah menceritakannya dalam Al Quran sebagai sebuah pelajaran bagi umat Muhammad.

- Allah membinasakan mereka karena kezaliman mereka terhadap ayat-ayat Allah.

- Allah membinasakan suatu umat dan menggantinya dengan umat yang lain.

- Kisah Firaun paling banyak diceritakan dalam Al Quran sebagai pelajaran bagi umat Islam.

QS 17:81 Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.

- Kebatilan pasti lenyap. Allah akan menunjukkan kebenaranNya.

- Kebatilan jika ditata dengan rapih akan mengalahkan kebenaran (dari mata manusia).

- Ketika Islam datang kepada Nabi Muhammad, kelihatannya mustahil Islam dapat mengalahkan kebatilan orang-orang di jaman Jahiliyah, tetapi dengan perjuangan Nabi selama 13 tahun maka akhirnya Islam berjaya dan berhasil mengalahkan kebatilan kaum musyrik Quraish dan Yahudi.

- Gerakan Islam yang terkenal di Mesir adalah Ikhwanul Muslimin. Tetapi setelah masuk politik kekuatannya mulai melemah.

- Hizbullah (Partai Allah) adalah gerakan yang berjuang untuk menghancurkan Israel. Gerakan ini beraliran Syiah dan didukung oleh Iran dan pemerintah Libanon.

- Kekuatan jihad Islam adalah kekuatan yang sangat kuat dan ditakuti oleh agama-agama lain.

- Berat bagi umat Islam untuk bersatu karena di tiap-tiap Negara memiliki banyak aliran tersendiri sehingga sulit untuk menyatukan pendapat dan pola pikir.

- Bangsa Yahudi setelah diusir oleh Nabi dari Mekkah, mereka pergi ke Khaibar. Setelah perang Khaibar mereka kembali ke negeri Syam (Palestine), negeri asal mereka.

QS 64:11 Tidak ada ssesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

- Jika manusia beriman maka Allah akan memberikan petunjuk ke dalam hatinya sehingga akan merasa tenang dan ikhlas menerimanya.

QS 9:51 Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal.”

- Segala yang menimpa manusia telah ditetapkan oleh Allah.

- Sebagai orang yang beriman, kita harus selalu bertawakkal kepada Allah.

QS 2:100 Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman.

- Allah menguji manusia dengan kesulitan-kesulitan.

- Manusia harus berserah diri kepada Allah.

- Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa dan memberi rahmat kepada mereka.

QS 2:106 Ayat mana saja yang Kami nasakhkan atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tiadakah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?

QS 2:107 Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong.

QS 31:34 Sesungguhnya Allah, hanya pada sisiNya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Saturday, May 2, 2009

Pembahasan 2 Mei 2009

Kekuasaan Allah Mencakup Langit & Bumi

QS 6:3
“Dan Dialah Allah (Yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan, dan apa yang kamu lahirkan, dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.”

* Seluruh makhluk ciptaan Allah di langit dan di bumi, semuanya menyembah Allah.

QS 24:41 “Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah; kepadaNya bertasbih apa yang di langin dan di bumi, dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”

QS 3:83 “Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepadaNya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan.”

* Manusia diciptakan dari tanah dengan segala kelebihan dan keburukannya. Jika ia mengikuti fujurnya, maka ia akan menentang Allah. Namun jika ia mengikuti takwanya, ia akan taat kepada Allah.

QS 63:8 “Mereka berkata: “Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah daripadanya.” Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi RasulNya, dan bagi orang-orang mu’min, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.”

* Allah memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk mengetahui perbuatan-perbuatan yang disembunyikan ataupun yang diperlihatkan.

* Sebagai orang beriman, kita harus yakin bahwa apa-apa yang kita lakukan (sekalipun dirahasiakan), Allah pasti mengetahuinya.

QS 6:59 “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”

QS 6:60 “Dan Dia-lah yang menidurkan kamu di malam hari, dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.”

* Sebagai orang beriman, kita haru teliti dalam melakukan suatu perbuatan ataupun ibadah.

* Namun kebanyakan manusia berbuat berdasarkan apa yang dilakukan oleh kebanyakan orang, tanpa meneliti benar atau tidaknya (terutama dalam masalah ibadah).

* Penyakit umat Islam saat ini adalah ber-taklik, yaitu berbuat tanpa meneliti terlebih dahulu atau terbawa arus.

QS 36:12 “Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati, dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan, dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).”

QS 6:4
“Dan tak ada satu ayatpun dari ayat-ayat Tuhan sampai kepada mereka, melainkan mereka selalu berpaling dari padanya (mendustakannya).”

* Ayat = mu’jizat, ayat-ayat Al Quran, dan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam alam yang menunjukkan kekuasaan Allah.

* Tak ada seorangpun yang dapat membantah Al Quran, atau mengatakan bahwa Al Quran salah/keliru, baik dari isinya maupun susunannya.

* Tak akan ada seorangpun yang sanggup menyerang Al Quran baik dari segi tata bahasanya, susunannya, isinya maupun kebenaran yang terkandung di dalamnya.

QS 21:30 “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahi bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman?”

* Segala sesuatu yang hidup berasal dari air.

QS 10:5 “Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan ditetapkanNya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaranNya) kepada orang-orang yang mengetahui.”

* Ayat ini menjelaskan tentang pergantian hari dan sistem penanggalan.

* Takwim = perhitungan yang tepat/kalender.

* Terdapat 2 jenis perhitungan tahun, yaitu berdasarkan peredaran matahari (masehi) dan bulan (hijriah).

QS 7:103 “Kemudian Kami utus Musa sesudah rasul-rasul itu dengan membawa ayat-ayat Kami kepada Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari ayat-ayat itu. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang membuat kerusakan.”

--> Cerita tentang Nabi Musa dalam QS 7:103 – 120.

QS 33:36 “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.”

* Saat ini, masih banyak umat Islam yang menolak keputusan Allah dan Rasul.

* Muridhin = orang-orang yang menolak/membantah keputusan Allah dan Rasul.

Pembahasan 14 Maret 2009

Amal Saleh & Kesimpulan QS 5 (Al Ma'idah)

QS 119
“Allah berfirman: “Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha terhadap mereka, dan mereka ridha terhadapNya. Itulah keberuntungan yang paling besar.”

QS 98:7 “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.”

QS 98:8 : “Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘And yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

* Amal saleh mudah dilakukan. Lebih sulit meninggalkan amalan-amalan yang salah yang sudah mengakar dalam kebiasaan umat Islam di Indonesia.

* Sulit mengamalkan amalan-amalan yang diridhai Allah.

* Perbuatan yang dilakukan akhirnya menjadi sia-sia karena amalannya tidak diridhai Allah.

QS 18:103 “Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perubuatannya?”

QS 18:104 “Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

* Ibadah apapun yang tidak ada tuntunannya dalam Al Quran dan Sunnah, maka akan tertolak (Al Hadist).

QS 25:27 “Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.”

QS 25:28 “Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku).”

QS 5:120
“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

* Kita harus memastikan bahwa apapun yang kita perbuat akan mendapatkan ridha dari Allah SWT.

Tentang Orang-orang yang berhak mendapatkan zakat:

QS 9:60 “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk (1) orang-orang fakir, (2) orang-orang miskin, (3) pengurus-pengurus zakat, (4) para mu’allaf yang dibujuk hatinya, (5) untuk (memerdekakan) budak, (6) orang-orang yang berhutang, (7) untuk jalan Allah, dan (8) orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Kesimpulan Surat Al Ma’idah (5):
1) Kesempurnaan agama Islam sebagai agama Allah, dan satu-satunya agama yang diakui/diridhai oleh Allah SWT. Aqidah dalam Islam sama yaitu hanya menyembah kepada Allah. Hanya syariatnya saja yang berbeda dari Nabi ke Nabi.

2) Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk memperbaiki diri baik secara perorangan ataupun golongan/jama’ah. Dan Allah melarang orang-orang beriman yang karena kebencian, tidak berlaku adil terhadap orang lain.

3) Agama Islam untuk seluruh manusia di dunia. Nabi telah menyampaikan risalah Islam ke seluruh bangsa di dunia.

4) Penjelasan/hukum-hukum tentang makanan, halal/haramnya baik berdasarkan jenisnya, zatnya maupun nusubnya.

Pembahasan 21 Februari 2009

Tentang Kisah Nabi 'Isa dan Umatnya

QS 5:110
“(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai ‘Isa putra Maryam, ingatlah nikmatKu kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian, dan sesudah dewasa; dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yhang berupa burung dengan izinKu, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizinKu. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizinKu, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizinKu, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.”

Ayat-ayat lain yang berhubungan dengan nikmat-nikmat yang diberikan Allah kepada Nabi ‘Isa AS:

QS 2:87 “Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu’jizat) kepada ‘Isa putra Maryam, dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap dating kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka berapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan berapa orang (yang lain) kamu bunuh?”

QS 3:46 “dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh.”

QS 3:48 “Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat, dan Injil.”

QS 3:49 “Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah dating kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu’jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya, dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizing Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu jika kamu sungguh-sungguh beriman.”

QS 19:30 “Berkata ‘Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil), dan Dia menjadikan aku seorang nabi.”

* Allah sering melaknat orang-orang/bangsa Yahudi karena mereka benar-benar sangat kafir dan pembangkang (QS 5:78).

QS 41:26 “Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

* Banyak ilmuwan dan orang-orang pintar di Negara Barat yang masuk Islam karena mereka mempelajari Al Quran dan memperoleh kebenarannya.

* Sidang Konsili = pertemuan orang-orang Katolik sedunia.

QS 5:20 “Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikanNya kamu orang-orang merdeka, dan diberikanNya kepadamu apa yang belum pernah diberikanNya kepada seorangpun di antara umat-umat yang lain.”

QS 2:172 “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu, dan bersyukurlah kepada Allah jika benar-benar hanya kepadaNya kamu menyembah.”

QS 5:111
“Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut ‘Isa yang setia: “Berimanlah kamu kepadaKu, dan kepada rasul-rasulKu.” Mereka menjawab: “Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu).”

QS 9:100 “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka, dan merekapun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”

QS 5:112
“(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut ‘Isa berkata: “Hai ‘Isa putra Maryam, bersediakan Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?”. Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kamu orang yang beriman.”

QS 5:113

“Mereka berkata: “Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami, dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu.”

QS 5:114

“Isa putra Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami, dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezkilah kami, dan Engkau-lah Pemberi rezki Yang Paling Utama.”

* Ied = hari raya/hari bersenang-senang.

QS 5:115
“Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia.”

* Beberapa ahli tafsir berbeda pendapat bahwa hidangan tersebut adalah kiasan dan tidak benar-benar diturunkan dari langit.

* Kaum Harawiyyun bertambah keimanannya setelah peristiwa tersebut. Tetapi setelah Nabi ‘Isa tiada, mereka kembali kafir.

* Kaum Harawiyyun juga disebut sebagai Anshorullah = penolong agama Allah. Namun sekarang keadaan sudah berubah, mereka kembali kafir, yaitu generasi-generasi baru tersebut.

QS 19:59 “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.”

* Ayat ini berlaku secara umum terhadap semua umat para Nabi.

* Bani Fatimiyah yang merasa masih keturunan dekat Nabi Muhammad mulai menasabkan maulid Nabi (sekitar abad ke-4).

* Ibnu Taimiyah berjuang memberantas bid’ah-bid’ah yang diturunkan sebelumnya. Perjuangan ini terus berlanjut hinggal munculnya gerakan Wahabbi.

* Gerakan Wahabbi masuk ke Indonesia melalui para pelajar yang kembali dari Saudi Arabia, seperti Hasyim Ashari, Moh. Sakati (pendiri Jamiat Kheir).

Ayat-ayat yang menggambarkan tentang segala nikmat dan kekuasaan Allah yang dapat dijadikan pelajaran bagi umat manusia yang beriman:

QS 25:53 “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar, dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”

QS 55:19 Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,”

QS 55:20 “antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.”

QS 55:22 “Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.”

QS 16:66 “Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelah bagi orang-orang yang meminumnya.”

QS 16:67 “Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan, dan rizki yang baik. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan.”

QS 16:68 “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.”

QS 16:69 “Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan, dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”

QS 4:171 “Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, ‘Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah, dan (yang diciptakan dengan kalimatNya), yang disampaikanNya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dariNya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasulNya, dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga.” Berhentilah (dari ucapan itu). Itu lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaanNya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.”

* Nabi ‘Isa tidak bertanggung jawab atas pengkultusan umatnya terhadap beliau di hari kiamat nanti.

* Setelah itu, diutuslah Nabi Muhammad untuk mengembalikan aqidah umat Nabi ‘Isa agar kembali ke Tauhid. Namun banyak juga dari mereka yang tetap kafir.

QS 3:64 “Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara Kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah, dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun, dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”

QS 15:2 “Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.”

QS 5:116
“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai ‘Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” ‘Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku, dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.”

QS 5:117
“Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatkan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku, dan Tuhanmu.” Dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.”

* Ajaran-ajaran Nasrasi adalah ajaran-ajaran dari para rahib dan telah menyimpang dari ajaran-ajaran Nabi ‘Isa.

* Nabi Muhammad lalu menyeru Ahli Kitab (Nasrani) untuk kembali kepada ajaran Nabi ‘Isa yaitu untuk menyembah hanya kepada Allah.

QS 4:51 “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al Kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.”

* Jibt = percaya kepada tahayul dan ramalan-ramalan.
* Jibt & thaghut = syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah SWT.

QS 2:121 “Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barang siapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.”

* Orang-orang kafir dilaknat Allah karena mereka adalah iblis dan syaitan.

QS 41:29 “Dan orang-orang kafir berkata: “Ya Tuhan kami perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian dari jin dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina.”

QS 5:118
“Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

* Di akhirat, umat Nabi Muhammad adalah umat terbanyak karena beliau adalah Nabi seluruh umat manusia di dunia.

Monday, March 2, 2009

Pembahasan 7-Feb-09

QS 5:104
“Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul.” Mereka menjawab: “Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya.” Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?”

* Ayat tersebut juga terdapat pada ayat-ayat dalam QS 2:170 dan QS 2:91.

* Ta’assub = cenderung, fanatik, gandrung

* Mereka yang ta’assub sudah tidak lagi melihat yang benar atau salah. Mereka hanya mengikuti pemimpinnya/orang yang dipatuhinya.

* Orang-orang yang demikian ini termasuk dalam kategori orang-orang yang syirik.

* Kesalahan para ulama yang sengaja mendidik pengikutnya untuk taat dan fanatic terhadap mereka saja. Hal ini dijelaskan dalam QS 3:79

QS 3:79 “Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah, dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.”

* Rasulullah SAW selalu menyeru kepada jalan Allah dengan taat kepada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

QS 16:36 “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah thaghut itu,” maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).”

QS 26:69-70 “Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim. Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Apakah yang kamu sembah?”

*Jin memakai cara-cara apapun yang jitu untuk mengelabui manusia untuk berbuat syirik.

* Jika Nabi telah menyampaikan perintah Allah kepada kaumnya tetapi mereka menolak, maka Nabi tidak bertanggung jawab terhadap mereka di akhirat.

QS 9:129 “Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung.”
QS 2:119 “Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka.”

QS 2:141 “Itu adalah umat yang telah lalu; baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan; dan kamu tidak akan dimintai pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.”

QS 36:7-10 = perumpamaan orang-orang yang tidak mau menerima kebenaran
7: “Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman.”
8: “Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.”
9: “Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.”
10: “Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.”

* Orang-orang kafir sudah tertutup mata mereka untuk menerima kebenaran dari Allah dan mereka tetap tidak beriman.

QS 41:29 “Dan orang-orang kafir berkata: “Ya Tuhan kami, perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian dari jin dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina.”

QS 41:46-49 = keadaan orang-orang kafir di akhirat
46: “Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba-Nya.”
47: “…Pada hari Tuhan memanggil mereka: “Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu?” Mereka menjawab: “Kami nyatakan kepada Engkau bahwa tidak ada seorangpun di antara kami yang memberi kesaksian (bahwa Engkau punya sekutu).”
48: “Dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka sembah dahulu, dan mereka yakin bahwa tidak ada bagi mereka sesuatu jalan keluarpun.”

* Orang-orang yang menyesatkan manusia-manusia lainnya tidak berdaya untuk menolong mereka yang disesatkannya tersebut dari siksa neraka jahannam.

QS 40:47 “Dan (ingatlah), ketika mereka berbantah-bantahan dalam neraka, maka orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri; “Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkan kamu menghindarkan dari kami sebagahagian azab api neraka?”

QS 40:48 “Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab: “Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena sesungguhnya Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba-Nya.”

QS 40:49 “Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahannam: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari.”

QS 34:31 “Dan orang-orang kafir berkata: “Kami sekali-kali tidak akan beriman kepada Al Quran ini dan tidak (pula) kepada kitab yang sebelumnya.” Dan (alangkah hebatnya) kalau kamu lihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebahagian dari mereka menghadapkan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman.”

QS 34:33 “Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “(Tidak) sebenarnya tipu daya(mu) di waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah, dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya.” Kedua belah pihak menyatakan penyesalan tatkala mereka melihat azab. Dan Kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan.”

* Kita wajib taat jika sesuatu hal sudah jelas hukum-hukum dan dalil-dalilnya.

QS 24:51 “Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan: “Kami mendengar, dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

QS 17:36 “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”

* Kita harus mengetahui/memahami sesuatu hal sebelum kita mengikutinya, terutama dalam urusan akhirat/agama karena kita semua akan dimintai pertanggungan jawabnya di akhirat nanti.

QS 5:105
“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

* Kita harus terus belajar agama agar tidak tersesat.

* Seluruh golongan tidak ada yang mau mengaku salah. Begitu juga pengikut mazhab, mereka selalu menganggap bahwa mashab merekalah yang benar.

* Jika kita telah mengikuti apa yang diperintahkan Allah maka tidak ada orang-orang sesat yang akan membahayakan kita karena Allah telah memberi petunjuk kepada kita.

QS 2:256 “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut, dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepda buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

QS 2:257 “Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cayaha (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”

* Cukuplah Allah (menjadi Penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik Pelindung.

QS 3:173 “(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka.” Maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”

--> Juga disebutkan dalam QS 22:78.

* Orang-orang beriman akan semakin kuat imannya jika ditakut-takuti karena hanya kepada Allah sajalah mereka memohon perlindungan dan pertolongan.

Kisah perang Khandaq.

QS 33:22 “Dan tatkala orang-orang mu’min melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.” Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.”

* Keteguhan hati orang-orang mu’min terhadap janji Allah.

QS 33: 23 “Di antara orang-orang mu’min itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu, dan mereka sedikitpun mengubah (janjinya).”

* Janji Allah kepada orang-orang mu’min.

QS 33:9 “Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan ni’mat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angina topa dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.”







Friday, December 12, 2008

Selamat buat Mira Fananie yang telah melangsungkan pernikahannya dengan Agung Handoko pada Ahad, 16 November 2008 di Mesjid Sunda Kelapa Menteng.

Selamat kepada kedua mempelai. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah, serta dikaruniai anak-anak yang soleh dan solehah. Amin ya Robbal Alamin.





Pembahasan 1-Nov-08

Lanjutan Penjelasan QS 5:82 (Orang-Orang Yahudi)

QS 2:97 “Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”

* Orang-orang Yahudi adalah orang yang paling tamak dalam kehidupan di dunia.
* Dalam kitab mereka tidak ada larangan untuk berlaku tamak.
* Bani Nadhir adalah suku yang paling tamak dan yang pertama kali diusir oleh Nabi.
* Orang-orang Yahudi juga sangat takabur seperti halnya orang-orang musyrik.
Jika sudah tidak ada lagi yang mengayomi atau membimbing ke arah kebaikan maka rakyat cenderung bersikap keras. Contoh: orang-orang Nasrani adalah orang-orang yang paling dekat dengan orang-orang Islam. Namun sebaliknya dengan orang-orang Yahudi, mereka sangat keras permusuhannya dengan orang-orang Islam karena pendeta-pendeta mereka sudah tidak lagi mengayomi mereka dengan kebaikan-kebaikan.

QS 7:157 “(yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf, dan melarang mereka dari mengerjakan yang munkar, dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik, dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk, dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang apa pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

* Ummi = tidak bisa baca dan tulis.
* Nabi ummi hingga ia meninggal dunia.
* Nabi hanya menyampaikan apa yang Allah wahyukan kepadanya, jadi ayat-ayat yang disampaikan Nabi bukan dari pemikirannya sendiri.
* Hasil tafsiran Nabi tentang ayat-ayat Al Quran seluruhnya tertuang dalam hadist-hadist (sunnah).

QS 75:16-19 “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasainya); Sesungguhnya atas tanggungan Kami lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya; Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu; Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kami lah penjelasannya.”

* Qishissine = pendeta-pendeta Nasrani yang beriman.
* Pendeta-pendeta Nasrani sekarang ini adalah hasil bentukan dari Yahudi yang berpusat di Vatikan, Roma.
* Pendeta-pendeta Nasrani saat ini adalah kebanyakan dari bangsa Yahudi seperti Paus Yohanes (Yahudi Polandia) dan Paus Benedictus (Yahudi Jerman).

QS 3:199 “Dan sesungguhnya di antara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu, dan yang diturunkan kepada mereka, sedang mereka berendah hati kepada Allah, dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya.”

* Qishissine dan Ruban adalah pendeta-pendeta dan rahib-rahib Nasrani yang langsung membenarkan ajaran-ajaran Nabi. Mereka adalah penolong Nabi yang menginginkan agar mereka dapat dikenal sebagai orang-orang mukmin (beriman).

QS 22:78 “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu, dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang Muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu, dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dia-lah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.”

QS 62:10 “Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”

* Aliran Jabariyah hanya pasrah saja pada qodar Allah tanpa berusaha apa-apa (hanya ibadah saja, tanpa melakukan usaha-usaha untuk mencari karunia Allah).

QS 2:216 “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

* Jihad itu bukan berarti melulu perang. Jihad adalah bersungguh-sungguh (dari kata ‘jahada'). Sementara itu perang adalah dari kata ‘qital’. Maksudnya jihad adalah bersungguh-sunguh dalam menjalankan agama/beribadah seperti belajar agama, beribadah dengan benar, dll.
* Perintah berperang baru terjadi pada tahun ke-2 H, setelah diturunkannya perintah untuk berpuasa Ramadhan (pada tgl. 17 Ramadhan).
* Karena orang-orang musyrik takut Islam akan berjaya maka mereka senantiasa berupaya untuk memerangi dan menghancurkan Islam.
* Perang Badar = perang pertama yaitu terjadi pada tgl. 17 Ramadhan 2 H.
* Badar = nama kota yang terang benderang pada saat bulan purnama.
* Dalam perang Badar, umat Islam berperang dengan perlengkapan seadanya.
* Ketika diperintah untuk berperang, umat Islam menaatinya karena ketaatan dan keimanan mereka begitu besarnya kepada Allah dan Nabi. Pertolongan Allah datang setelah mereka berperang.
* Perang Badar berlangsung hingga malam hari dan kejadiannya persis seperti pada saat turunnya Al Quran (17 Ramadhan), dan pada saat itulah Allah memberikan kemenangan kepada umat Islam.
* Ghonimah (harta rampasan perang) yang paling banyak diperoleh umat Islam adalah dari perang Badar.
* Nabi mempersiapkan umat Islam untuk berperang dalam perang Badar dengan persiapan yang sangat matang.
* Sejak saat itulah umat Islam tidak dapat dikalahkan lagi hingga Nabi wafat.
* Rasul berperang sebanyak 28 kali, dan 36 kali mengutus para sahabatnya untuk mencari informasi yang kadang juga berakhir dengan perang.
* Perang terakhir Rasul adalah perang Tabuk melawan bangsa Romawi. Tentara Romawi tidak muncul dalam peperangan ini (terjadi pada tahun 9 H dan di bulan Ramadhan juga).
* Jarak antara Tabuk dan Romawi adalah 1000 km.
* Pada tahun 8 H, seluruh berhala dan orang-orang musyrik sudah habis dan tidak ada lagi di kota Mekkah.
* Nabi pergi ke Tabuk untuk berperang dengan bangsa Romawi karena Allah sudah menjanjikan bahwa Romawi pasti akan kalah (QS 30:2 & 3).

QS 30:2 & 3 “Telah dikalahkan bangsa Romawi; di negeri yang terdekat, dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang.”

* Setelah Nabi wafat, para sahabat merenuskan perjuangan Nabi untuk memperluas kekuasaan Islam di wilayah-wilayah lainnya seperti, di Libanon, Syiria, Palestina, Irak, Spanyol, dll yang sebelumnya penduduknya bukanlah bangsa Arab.
* Para sahabat Nabi setelah berhasil memperluas kekuasaan Islam di wilayah-wilayah tersebut, kemudian menetap dan menikah dengan penduduk setempat, sehingga lahirlah keturunan-keturunan Arab, dan mereka juga berbahasa Arab.

Tentang Haji
* Haji – Hajjah = mencapai tempat tertentu pada waktu yang telah ditentukan.
* Ayat yang mendasari orang mengazani orang-orang yang akan berhaji adalah QS 22:27. Padahal arti ‘adzin’ dalam ayat itu adalah memberitahu (menginformasikan), seperti layaknya orang yang meminta izin ketika akan pergi atau pulang ke/dari suatu tempat.

QS 22:27 “Dan berserulah (informasikan) kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus, yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”

QS 5:83
“Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad SAW).”

* Pendeta-pendeta dan Rahib-rahib Nasrani sangat ingin menjadi orang-orang yang soleh karena mereka langsung beriman kepada kebenaran.

* Ru’iyyah = yang dipimpin = rakyat.

* Umat Islam sebaiknya berbeda pendapat hanya dalam urusan dunia saja bukan dalam urusan agama karena urusan agama sudah ditentukan/ditetapkan oleh Allah SAW, sementara itu untuk urusan dunia manusia diberi wewenang untuk mengaturnya sendiri.

QS 24:55 “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu, dan mengerjakan amal-amal yang soleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

*****

Tuesday, October 28, 2008

Pembahasan 25-Oct-08

Bab Zakat Fitrah

Hadist #646: Perintah mengeluarkan zakat fitrah satu sha’ bagi laki-laki dan perempuan yang kecil maupun besar sebelum shalat Ied.

Hadist #647: Agar orang-orang miskin tidak kelaparan pada hari raya Ied tsb.

* Pembagian zakat fitrah harus dibagikan kepada orang-orang yang berhak dan dilakukan sebelum sholat Ied agar semua orang dapat makan di hari raya tsb.

* Zakat fitrah harus sama dengan bahan pokok yang dimakan sehari-hari, seperti: beras, gandum, sagu, roti, dll sesuai makanan pokok orang tersebut.

* Zakat fitrah tidak boleh diganti dengan uang.

* Zakat fitrah = 2.5 kg (1 sha’)

* Panitia zakat fitrah tetap harus mengeluarkan zakat fitrahnya, namun dia juga akan dapat zakat fitrah tersebut karena menjadi panitia setelah terlebih dahulu mendistribusikan zakat fitrah tsb ke para fuqara dan masakin.

Hadist #648, #648a dan #648b: Ketentuan 1 sha’ untuk zakat fitrah

Hadist #649: Zakat fitrah adalah pembersih bagi orang-orang yang berpuasa. Zakat fitrah harus dikeluarkan sebelum sholat Ied, jika dikeluarkan setelah itu maka dihitung sebagai sodaqoh.

* Jika panitia zakat fitrah menentukan harga makanan pokok lebih murah dibandingkan dengan harga makanan pokok yang kita konsumsi, maka kita lebih baik mengeluarkan senilai harga makanan pokok yang kita konsumsi.

Bab Shodaqoh Tathauwu’ (Sunnah)

Hadist #650: Orang yang bersodaqoh dan menyembunyikannya akan mendapatkan naungan di akhirat nanti.

* Orang yang mengeluarkan sodaqoh dan tidak ada orang lain pun yang mengetahuinya atau ia sengaja menyembunyikannya, maka Allah akan memberikan naungan kepadanya di padang mahsyar nanti.

* Tujuh amalan yang akan mendapatkan naungan dari Allah di pada mahsyar adalah:
1) Iman/pemimpin yang adil dan tidak zhalim kepada rakyatnya
2) Orang yang hatinya selalu bergantung kepada mesjid
3) Orang yang mencintai karena Allah dan membenci karena Allah (mencintai orang-orang yang seiman)
4) Pemudah yang mampu menjauh/menolak ketika dirayu oleh wanita cantik, kaya dan berkuasa
5) Orang yang selalu berzikir kepada Allah
6) Orang yang senantiasa membaca Al Quran
7) Orang yang bersodaqoh namun ia menyembunyikannya

Ayat-ayat Al Quran tentang Sodaqoh

QS 2:271 “Jika kamu menampakkan sodaqoh(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

QS 2:273 “(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di muka bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.”

QS 2:177 “....dan memberikan harta yang dicintai kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan), dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya…, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”

QS 90:12 – 16 “Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir.”

Kisah Tentang Abu Bakar

QS 96:5-7 “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.”

* Abu Bakar memberikan seluruh hartanya untuk perjuangan Islam (fissabilillah) hingga ia meninggal dunia tanpa sisa harta.

* Assiddiq adalah sebutan bagi Abu Bakar karena ia adalah orang yang paling dulu mengakui kebenaran Islam (tanpa ragu-ragu dan bertanya-tanya lagi).
Abu Bakar adalah gelar, nama aslinya adalah Abdullah.


* Seorang istri jika ingin bersodaqoh tidak perlu ijin dari suaminya jika sodaqohnya dari uang hasil kerjanya. Namun jika sodaqohnya dari uang suaminya maka ia harus minta ijin terlebih dahulu dari suaminya.

* Dalam satu riwayat hadist, Nabi melihat banyak orang yang masuk surga adalah orang-orang miskin karena tidak ada harta yang harus dihisab tersebih dahulu. Sementara orang-orang kaya tertunda masuk surga karena harus dihisab dulu dari harta yang mereka miliki.

Hadist #652: Tentang perintah untuk saling tolong menolong antara sesama orang-orang muslim.
--> Namun dalam hadist ini terdapat kelemahan.


Ayat tentang Kisah Tsa’labah

QS 9: 75 “Dan di antara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh.”

QS 9:76 “Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran).”

Penyesalan Orang-orang yang tidak Mau Membelanjakan Hartanya di Jalan Allah

QS 63:10 “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah satu di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh.”

Tuesday, October 21, 2008

Pembahasan 27-Sept-08

Bab Zakat (lanjutan)

Hadist #632: Boleh mengeluarkan zakat sebelum masa haulnya.

Hadist #633: Tidak ada zakat perang yang kurang dari 5 uqiyyah.
* 1 uqiyyah = 40 dirham (5 uqiyyah = 200 dirham)
* Zakat unta = 5 ekor
* Zakat biji-bijian = 5 wasaq (7.5 kwintal)

Hadist #634: Tidak ada zakat pada kurma dan biji-biji makanan yang kurang dari 5 wasaq.

Hadist #635: Pada tanaman yang dapat air dari langit atau mata air atau atsari (akarnya dekat dengan air), zakatnya 1/10, tetapi pada tanaman yang disiram dengan tenaga orang/binatang, maka zakatnya 1/20.

Hadist #636: Zakat yang diambil hanya: syair (gandum jenis barley), gandum, anggur kering dan kurma kering.

Hadist #637: Zakat tidak berkalu untuk timun, semangka dan delima, dan tebu.
* Namun hadist ini isnadnya dha’if.

* Segala macam buah-buahan dan hasil bumi wajib dikeluarkan zakatnya apabila telah mencapai 5 wasaq.

* Menurut Al An’am:141, semua biji-bijian, buah-buahan, dan semua hasil tanaman wajib dikeluarkan
zakatnya.

* 1 wasaq = 60 sa’ – 1 sa’ = 2.5 kg = 60 sa’ = 150 kg x 5 = 750 kg.

Hadist #638: Apabila kamu menaksir, bebaskan 1/3 atau ¼.
* Namun hadistnya majhul/tidak sah.

* Dalam berzakat tidak boleh melakukan penaksiran. Perhitungannya harus sesuai.

* Juga tidak boleh membeli buah dalam hitungan satu pohon. Yang benar adalah semua buahnya harus
dipetik dulu dari pohonnya dan setelah itu baru dihitung sesuai harganya.

* Zakat unta = 5 ekor, zakatnya 1 ekor anak unta.

Hadist #639: Rasulullah memerintahkan untuk menaksir anggur seperti ditaksir kurma, dan zakatnya dengan anggur kering.
* Pada sanadnya ada inqitha’ (terputus).
* Anggur dan kurma dan buah-buahan lain yang basah, zakatnya diambil dari benda-benda yang sudah
kering, dengan sesudah ditaksir susutnya.

Hadist #640: Ada zakat pada perhiasan.
* Zakat perhiasan adalah 2.5% dari harganya dan dikeluarkan sekali saja pada saat membeli.
* Zakat emas adalah 2.5% dari seluruh nilainya dan dibayarkan tiap tahun (atau setelah mencapai haulnya).
* Zakat penghasilan 2.5% dari gaji (bukan setelah dikurangi pengeluaran), dan dikeluarkan pada saat
menerimanya.

Hadist #641: Tentang Ummu Salamah yang memakai kalung emas dan harus menunaikan zakatnya dulu sebelum dipakainya.

Hadist #642: Tentang zakat dari apa-apa yang disediakan untuk dijual.
* Namun isnadnya lemah.

Hadist #643: Tentang zakat rikaz, yaitu zakatnya 1/5.
* Rikaz = harta simpanan orang-orang zaman dahulu di dalam bumi yang ditemukan kemudian.

Hadist #644: Zakat Rikaz adalah 1/5

Hadist #645: Zakat juga berlaku untuk logam-logam.

Lain-lain:
* Hadist tentang berlipat gandanya pahala khusus di bulan Ramadhan adalah munkar.
* Fakir lebih rendah dari miskin. Miskin adalah orang yang membutuhkan bantuan.

Beberapa ayat Al Quran tentang nafkah, bahagian laki-laki & perempuan, dan tentang semua ciptaan Allah yang berpasang-pasangan:


QS 2:215: “Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.”

QS 4:32 “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

QS 36:36 “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.”

Pembahasan 20-Sept-08

Orang-Orang Musyrik

QS 5:81
“Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa), dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.”

* Pada zaman Nabi Muhammad, orang-orang musyrik bersatu dengan suku-suku lain untuk menyerang Islam seperti yang tertera pada QS Al Ahzab tentang Perang Khandaq (Parit) – QS 33:9-11.

QS 33:9 “Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.”

QS 33:10 “(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan, dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka.”

QS 33:11 “Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat.”

* Al Ahzab = golongan yang bersekutu.

* Perang Khandaq juga disebut Perang Ahzab.

* Perang Khandaq adalah perang yang paling berat bagi umat Islam di zaman Nabi Muhammad karena umat Islam diserang dari 2 penjuru yaitu dari dalam oleh orang-orang musyrik dan dari luar oleh orang-orang munafik Yahudi.

QS 10:62 “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

QS 10:63 “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.”

* Orang-orang beriman adalah wali-wali Allah dan mereka tidak merasa khawatir dan bersedih hati.

* Orang-orang yang tidak menjadikan Allah sebagai walinya maka keimanan dan ketakwaannya patut dipertanyakan.

QS 24:55 “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang soleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjanjikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

* Allah akan memberikan kekuasaan kepada umat Islam seperti dahulu kala jika mereka beriman dan beramal soleh.

* Jika umat Islam mengamalkan apa yang telah ditentukan dalam Al Quran dan Sunnah, serta terus beristiqomah dalam Islam, maka Allah akan memberikan cinta dan rahmatNya kepada kita dan akan menjadikan umat Islam kembali berkuasa di bumi.

QS 3:31 “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

* Allah tidak akan mengubah nikmat terhadap suatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada dalam diri mereka.

QS 13:11 “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

QS 8:53 “Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkanNya kepada sesuatu kaum hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

* Agar doa-doa kita terkabul maka kita harus mengiringinya dengan amal soleh.

* Umat Islam saat ini seharusnya bercermin dan belajar dari sejarah kebangkitan Islam yang dipimpin oleh Nabi Muhammad. Nabi hanya membutuhkan waktu 23 tahun untuk menguasai wilayah yang terbentang dari Persia hingga Romawi.

* Umat Islam selalu memiliki hubungan dengan dunia dan akhirat oleh karena itu umat Islam tidak boleh memisahkan keduanya dalam kehidupan sehari-hari dan dalam bidang apapun.

QS 28:77 “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi, dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

* Kehidupan yang utama adalah kehidupan akhirat, sementara kehidupan dunia layaknya seperti musafir, yaitu tempat persinggahan.

* Kenikmatan yang diberikan Allah harus diutamakan untuk kehidupan akhirat terlebih dahulu baru kemudian untuk urusan dunia. Manusia juga tidak boleh melupakan bagiannya di dunia ini.

* Tujuan umat Islam adalah kehidupan akhirat. Dunia ini adalah tempat berjuang untuk memperoleh kehidupan akhirat tersebut.

Hukum yang Berhubungan dengan Hari Jumat

QS 62:9 “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseur untuk menunaikan sholat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah, dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

QS 62:10 “Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”

QS 62:11 “Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya, dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhutbah). Katakanlah: “Apa yang di sisi Allah adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan.” Dan Allah sebaik-baik Pemberi rezki.”

Tentang Sholat Taraweh

* Pada zaman Abu Bakar, sholat taraweh 11 rakaat, tetapi dilakukan tidak berjamaah. Baru pada zaman Umar, sholat taraweh 11 rakaat dan dilakukan secara berjamaah.

* Tidak ada sholat malam/tahajjud lagi setelah sholat taraweh. Sholat tahajjud pada bulan Ramadhan disebut sholat taraweh. Sebaiknya sholat taraweh dilakukan pada 1/3 malam.

QS 5:82
“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata; “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani.” Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.”

* Orang-orang Yahudi dan musyrik adalah orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap umat Islam.

* Sementara orang-orang Nasrani adalah orang-orang yang paling bersahabat dengan umat Islam (pada masa Nabi).

* Namun sekarang, orang-orang Nasrani telah terpengaruh oleh orang-orang Yahudi untuk memusuhi umat Islam.

QS 35:28 “Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

* Ahli zikir = Ahli Al Quran.

* Sholat adalah zikir kepada Allah yang paling besar.

* Zikir perbuatan adalah dengan mengamalkan perintah Allah dalam rangka bersyukur terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah. Semua amal soleh adalah zikir.

QS 2:152 “Karena itu, ingatlah kamu kepadaKu niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepadaKu, dan janganlah kamu mengingkari nikmatKu.”

* Dalam segala perbuatannya, orang beriman harus selalu berzikir (mengingat) kepada Allah.

Sunday, September 14, 2008

Pembahasan 14-Sept-08

Laknat Allah terhadap Orang-Orang Yahudi

QS 5:78
“Telah dilaknati orang-orang kafir dan Bani Israil dengan lisan Daud dan ‘Isa putra Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.”

* Allah SWT melaknati orang-orang kafir dari Bani Israil melalui ayat-ayat dalam Taurat dan Injil.

QS 2:109 “Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

* Allah melaknat orang-orang yang menyembunyikan ayat-ayat Allah dan terhadap orang-orang kafir.
Bani Israil adalah umat yang paling membangkang dan tidak pernah bersyukur. Oleh sebab itu Allah melaknati mereka.

QS 17:4 “Dan telah Kami tetapkan kepada Bani Israil dalam Kitab itu; “Sesungguhnya kamu akan membuata kerusakan di muka bumi ini dua kali, dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.”

QS17:5 “Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampong-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.”

* Dalam kedua ayat tersebut, Allah telah menetapkan laknatnya kepada Bani Israil atas kesombongan mereka, dan mereka pun mendapatkan kehancuran.

QS 33:66 “Pada hari ketika muka mereka dibolak balikkan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.”

QS 33:67 “Dan mereka berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).”
QS 33:68 “Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar.”

* Keadaan orang-orang kafir di akhirat nanti ketika mereka menyesali perbuatan mereka sewaktu di dunia karena mengikuti kesesatan para pemimpinnya.

* Mereka pun memohon agar Allah dapat mengazab dan mengutuk para pemimpin yang telah menyesatkan mereka dua kali lipat.

QS 47:33 “Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu.”

* Jangan menggugurkan amalan-amalah kita dengan melakukan perbuatan-perbuatan syirik.

* Nabi pernah bersabda bahwa umat yang paling sempurna keimanannya adalah umat setelah zaman sahabat, yaitu umat yang beriman kepada Nabi padahal mereka tidak pernah bertemu Nabi. Dan mereka beriman kepada Al Quran padahal mereka tidak tahu sebab-sebab diturunkannya ayat-ayat Al Quran.

QS 59:10 “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: “Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati Kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

* Doa dalam ayat ini dapat digunakan untuk mendoakan orang-orang muslim yang sudah meninggal dunia secara umum.

* Selain itu, kita juga bisa mendoakan orang-orang muslim yang sudah meninggal dengan berziarah dan doanya juga secara umum saja (lihat hadist 617 BM).

QS 5:79
“Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.”

* Di antara orang-orang kafir Bani Israil, mereka tidak ada yang saling melarang perbuatan-perbuatan munkar di antara mereka.

* Hal ini sangat bertentangan dengan umat Islam yang diperintahkan Allah untuk senantiasa berbuat baik dan mencegah kemunkaran.

*Akan lebih sulit mencegak kemunkaran terhadap hal-hal yang sudah dianggap baik oleh masyarakat, walaupun sebenarnya amalan tersebut adalah salah atau tidak ada dalilnya, seperti amalan-amalah dan ibadah-ibadah bid’ah.

* Kemunkaran yang tidak dicegah dan dibiarkan saja akan menjadi sebuah kebiasaan di masyarakat.

QS 3:104 “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”

* Jika kita membiarkan kemunkaran terus terjadi/berlangsung maka murka, laknat dan azab Allah akan datang.

QS 5:80
“Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.”


* Orang-orang musyrik dan musuh-musuh Islam saling bantu membantu untuk menghancurkan Islam.

QS 2:120 “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar). Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”

QS 2:105 “Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu. Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar.”

* Musuh-musuh Islam akan terus berupaya untuk menghancurkan Islam hingga umat Islam mengikuti agama mereka.

Monday, September 8, 2008

Pembahasan 6-Sept-08

Menyembah kepada Selain Allah

QS 5:76
“Katakanlah: “Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?” Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

- 300 tahun setelah diangkatnya Nabi ‘Isa AS, Ahli Kitab berubah dalam beribadah. Mereka tidak lagi murni menyembah hanya kepada Allah, tetapi mereka menganut prinsip yang disebut Trinitas.


- Pada masa itu, para pendeta tunduk kepada para penguasa karena mereka dibayar.


- Dalam syait-syair salawat (seperti salawat Badar dan Nawiyah) terdapat banyak kemusyrikan karena di dalamnya Nabi telah dijadikan perantara kepada Allah (seperti halnya umat Nasrani yang menjadikan Nabi ‘Isa sebagai perantara).


- Dalam QS 1:5 Allah telah memerintahkan manusia untuk berdoa dan memohon pertolongan hanya kepada Allah SWT secara langsung tanpa perantara.

QS 16:51 “Allah berfirman: “Janganlah kamu menyembah dua tahun; sesungguhnya Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa, maka hendaklah kepada-Ku saja kamu takut.”

- Dalam ayat tersebut Allah berfirman secara langsung.

QS 16:49 “Dan hanya kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri.”

QS 3:83 “Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan.”

QS 7:179 “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telingan (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”

QS 21:30 “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu? Kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”

- Allah sengaja memisahkan langit dan bumi untuk manusia yang bertugas sebagai khalifah (wakil) Allah di bumi yang harus tunduk dengan aturan-aturan yang dibuat oleh Allah.

QS 2:30 “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Menurut sunatullah, seorang manusia yang menjadi khalifah maka otomatis ia akan taat kepada perintah/aturan Allah.
Fitrah manusia adalah menentang dan melampaui batas karena manusia melihat dirinya sudah serba cukup (QS 96:6-7). Oleh karena itu banyak terjadi kerusakan di muka bumi.
Setelah zaman Nabi Idrus atau pada zaman Nabi Nuh, manusia kembali menjadi manusia yang sebenarnya dengan sifat aslinya (yaitu sebagai seorang pembangkang dan melampaui batas). Manusia sudah tidak lagi sebagai khalifah.

QS 96:6-7 “Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup.”

QS 71:23 “Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu, dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwaa’, yaghuts, ya’uq dan nasr.”

Wadd, suwaa’, ya’uq dan nasr adalah sembahan-sembahan umat Nabi Nuh yang nama-namanya diambil dari nama-nama orang-orang sholeh akibat dari pengkultusan. Oleh sebab itu, Islam melarang pengkultusan kepada seseorang ulama pun.

QS 29:14 “Dan sesungguhnya kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim.”

QS 29:15 “Maka kami selamatkan Nuh dan penumpang-penumpang bahtera itu dan Kami jadikan peristiwa itu pelajaran bagi semua umat manusia.”

Nabi-nabi yang berbangsa Arab adalah: Nuh, Soleh, Syuaib, Hud dan Muhammad. Mereka semuanya berbahasa Arab.
Nabi-nabi yang berbangsa Ibrani adalah: Ibrahim, Ismail, ‘Isa, Daud, Musa, Ya’kub, Ishak, Yusuf, Yunus. Mereka semuanya berbahasa Ibrani.
Ahli Kitab adalah keturunan Bani Israil yang diberi banyak kitab yaitu: Taurat, Zabur dan Injil.
Kebanyakan dari umat-umat para nabi tidak beriman.

QS 64:2 “Dia-lah yang menciptakan kamu maka di antara kamu ada yang kafir dan di antaramu ada yang beriman. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Kebanyakan manusia adalah kafir.
Iblis juga telah bersumpah bahwa mereka akan menyesatkan manusia kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas dan terpilih.
Allah memerintahkan manusia untuk menjadikan iblis sebagai musuh, tetapi kebanyakan manusia menjadikan iblis sebagai teman dekat sehingga banyak manusia yang tersesat.
Iblis menyesatkan manusia melalui ulama-ulama yaitu dengan menciptakan ibadah-ibadah tambahan atau bid’ah.

QS 7:172 “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).”

Jiwa atau ruh manusia telah mengambil kesaksian kepada Allah tentang ke-Esa-annya.

QS 5:77
“Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad), dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.”

Jika kita menetapkan hukum yang berdasarkan Al Quran dan Sunnah, maka menjalankan hukum tersebut sudah termasuk ibadah.
Dalam ayat di atas, orang-orang Nasrani telah berlebihan dan melampaui batas dalam menghormati Nabi ‘Isa dan Maryam (ibunya) yang dianggap sebagai Tuhan. Dan hal ini telah menyimpang jauh dari agama Nabi ‘Isa yang sebenarnya, yaitu Islam.
Hukum-hukum seperti sholat, puasa, zakat, dll yang terdapat di dalam Taurat, Zabur, dan Injil sama dengan apa yang tertera dalam Al Quran. Namun orang-orang Nasrani akhirnya mengubah-ubahnya sehingga banyak ajaran/hukum yang menyimpang.

QS 3:43 “Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’.”

Maryam pun sudah melaksanakan sholat berjamaah ketia itu berdasarkan perintah-Nya.
Rasulullah SAW meninggalkan pesan kepada seluruh umatnya untuk sholat seperti sholatnya beliau.
Sholat yang tidak sesuai dengan sholat Nabi, maka sholatnya batal.
Tahapan dalam sholat:
- Sempurnakan shubuh
- Menghadap kiblat
- Membaca taqbir

QS 50:16 “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.”

Sholat tidak boleh membaca ‘usholli’ karena dengan melakukan tahapan-tahapan dalam sholat tersebut, maka sudah pasti seseorang akan mengerjakan sholat.