Thursday, December 20, 2007
Taqwa
“Barangsiapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” – QS 4:70
“padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin.” – QS 83:33
Belajar dan menuntut ilmu bagi orang muslim hukumnya fardhu ain.
Taat (Taqwa) dan Menentang (Fujuro)
Dalam diri manusia telah diilhamkan oleh Allah dua sifat yaitu sifat menentang dan taat. Sifat menentang dapat dihilangkan dengan terus belajar tentang Islam dan melakukan amal soleh.
“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.” – QS 22:39
Khutbah Nabi Muhammad SAW sebelum berperang (larangan dalam berperang):
1. Tidak boleh membunuh wanita
2. Tidak boleh membunuh anak-anak
3. Tidak boleh membunuh orang yang sudah menyerah
Kewajiban Orang Tua
Kewajiban Orang Tua:
1. Mengajarkan anak-anaknya sholat
2. Menceritakan kisah-kisah para nabi (khususnya Nabi Muhammad SAW)
3. Mengajarkan membaca dan menulis (terlebih Al-Quran)
4. Mengajarkan menunggang kuda dan berenang
Kisah tentang Tsa’labah yang ingkar kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW dengan kekikirannya setelah diberi rejeki oleh Allah SWT.
“Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka, dalam keadaan kafir.” – QS 9:85
Orang-orang beriman harus menaati:
1. Allah SWT (Al-Quran)
2. Rasulullah (Sunnah)
3. Ulil Amri (pemimpin-pemimpin) untuk kemaslahatan hidup
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” – QS 4:60
Thogho = orang-orang yang berbuat melampaui batas.
“Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul,” niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu,” – QS 4:62
“Maka bagaimana halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: “Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna.” – QS 4:62
Kewajiban Anak
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” – QS 4:59
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kamu wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah manafkahkan sebagian dari harta mereka.....” – QS 4:34
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” – QS 66:6
Kewajiban Anak:
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil (orang yang dalam perjalanan), dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” – QS 4:36
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai umur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “aah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” – QS 17:23
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” – QS 17:24
Mengapa kita harus menaati Rasul adalah karena Rasul bertugas untuk menerangkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dalam menjalani hidup di dunia.
“… Dan Kami turunkan kepadamu Al-Quran, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mareka dan supaya mereka memikirkannya.” – QS 16:44
Rasul juga menerangkan cara-cara menjalani hidup melalui sunnahnya. Dan Rasulullah SAW adalah suri tauladan yang sebaik-baiknya.
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” – QS 33:21
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” – QS 68:4
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” – QS 28:77
Amanat
Permbahasa 24-Juli-2004
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” – QS 4:58
Hadist:
“Sesungguhnya seluruh perbuatan maksiat adalah menghianati Allah.”
Amanat:
Ada tiga jenis amanat yang harus diamalkan oleh manusia:
1. Amanat manusia kepada Allah SWT: beribadah dan bertaqwa
2. Amanat manusia kepada manusia: menjaga rahasia, menjalin silaturrahmi dengan manusia, dan berhubungan baik dengan manusia
3. Amanat manusia kepada dirinya sendiri: memilih sesuatu yang terbaik untuk diri sendiri dan yang paling bermanfaat bagi dirinya sendiri baik di dunia maupun di akhirat. Tidak melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri baik di dunia maupun di akhirat
Hukum & Adil:
“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” – QS 5:8
“……maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” – QS 49:9
“Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” – QS 17:81“Dan katakanlah: “Ya Tuhanku, masukanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.” – QS 17:80
Maksudnya: memohon kepada Allah supaya kita memasuki suatu ibadah dan selesai daripadanya dengan niat yang baik dan penuh keikhlasan serta bersih dari ria dan dari sesuatu yang merusakan pahala.
Ini adalah doa untuk mendapatkan petunjuk dan perlindungan dari Allah. Doa ini umum dan bisa digunakan untuk keperluan apa saja.
“Dan diletakkanlah kita, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun.” – QS 18:49
Hakim yang adil adalah:
1. Paham dan mengetahui benar-benar kasus yang ditanganinya
2. Tidak boleh condong terhadap salah satu pihak atau berlaku netral
3. Memiliki ilmu, mengetahui, dan memahami betul-betul ilmunya. Dalam Islam: hakim harus memahami betul-betul ilmu Allah SWT
4. Mampu menegakkan kebenaran