Showing posts with label Kajian Tafsir 2006. Show all posts
Showing posts with label Kajian Tafsir 2006. Show all posts

Wednesday, January 9, 2008

Nabi Diutus sebagai Rahmatan Lil Alamin

Pembahasan 23-Dec-06

Sebelum kedatangan Nabi Muhammad SAW, orang-orang Yahudi telah memiliki 72 golongan/aliran. Demikian juga dengan orang-orang Nasrani.

Orang-orang Yahudi, Nasrani dan Musyrik menantikan kedatangan Nabi Muhammad SAW untuk sebuah kebenaran.

Orang-orang Yahudi, Nasrani dan musyrik menetapkan kebaikan dan kebenaran berdasarkan hawa nafsu dan persepsi mereka sendiri.

Tiap-tiap umat memiliki Rasul:
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu…” - QS 16:36

“Tiap-tiap umat mempunyai rasul…” - QS 10:47

Tugas Rasul adalah untuk menyeru manusia untuk menyembah Allah. Dari seruan ini ada yang diberi petunjuk oleh Allah SWT dan ada pula yang disesatkan.

Rasul-rasul yang diceritakan dalam Al-Quran adalah rasul-rasul dari umat-umat terbesar saja (ada 25 rasul).
Dalam QS 2:246-247 disebutkan ‘nabi mereka’ tanpa disebutkan siapa nabi tersebut. Nabi yang dimaksud dalam ayat tsb adalah Nabi Musa (Lihat QS 4:163-165).


Pesan Nabi Muhammad SAW pada haji Wada’:
“Siapapun yang hadir di sini wajib menyampaikan kebenaran kepada orang-orang yang tidak hadir di sini. Tetapi hati-hati agar kamu mendapatkan kebenaran hanya dari orang-orang yang soleh saja.”

Ada 83 pintu di Masjidil Haram, dan Nabi Muhammad SAW pertama kali berdakwah dan menyeru umatnya untuk menyembah Allah SWT adalah di pintu Ka’bah

Nabi Muhammad SAW adalah penutup para nabi. Hal ini juga telah disebutkan dalam kitab-kitab sebelumnya (Injil, Taurat, dan Zabur).

Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta.

Nabi Muhammad SAW tetap ummi (buta huruf) hingga akhir hayatnya. Namun hanya dengan ijin Allah SWT semata Nabi dapat menghapal seluruh isi Al-Quran (wahyu-wahyu Allah):

“Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.” – QS 75:16-19

“Kami akan membacakan (Al Quran) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan tersembunyi.” – QS 87:6-7

Nabi memiliki 16 sekretaris yang membantunya untuk menuliskan wahyu-wahyu dari Allah SWT. Di antara mereka adalah para sahabat dan Said bin Harist.

Tugas Nabi Muhammad SAW hanyalah dua, yaitu:
1) Menyampaikan wahyu Allah SWT dengan jelas
2) Menyeru manusia untuk menyembah Allah SWT

Nabi Muhammad SAW adalah manusia biasa yang diberi wahyu (mu’jizat) dari Allah SWT:
“Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku ‘Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Maha Esa’… - QS 18:110

Terdapat contoh dan budi pekerti yang agung dalam diri Nabi Muhammad SAW:

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” – QS 68:4

Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, para sahabat (Abu Bakar) memerangi para nabi palsu.

Persia & Romawi ditaklukkan oleh Umar bin Khattab.

Dalam perang Romawi, strategi/taktir perangnya adalah dengan membawa pelepah kurma sehingga tentara Romawi berpikir bahwa tentara umat Islam sangat banyak.

Sementara dalam perang Tabuk, tentara Romawi menyerah kalah sebelum berperang karena mereka belum tiba di Madinah dan sudah dicegah di Tabuk. Nabi Muhammad SAW dibantu oleh Jibril sehingga dapat menuju Tabuk dalam waktu yang singkat.

Syaitan

Pembahasan 9-Dec-06

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, ‘Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah, dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya, yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga.” Berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.” - QS 4:171

Tentang Tauhid (dalam kisah Nabi ‘Isa AS):
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryan.”… - QS 5:72

“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga.”… - QS 5:73

“Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar…” – QS 5:75

“Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.” – QS 5:77

Kisah Nabi 'Isa AS tentang hidangan dari langit (QS 5:112-115)

Pengakuan syaitan tentang kekafirannya:
“Dan berkatalah syaitan tatkala perkasa (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu, dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.” - QS 14:22

Perintah berlindung kepada Allah jika diganggu oleh syaitan:
“Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” - QS 41:36

Doa memohon perlindungan dari Allah terhadap bisikan-bisikan syaitan:
“Dan katakanlah: “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan.” - QS 23:97

“Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.” QS 23:98

Doa Memohon Perlindungan dari Syaitan (hadist):
“Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.”

Nabi Muhammad & Islam

Pembahasan 2-Dec-06

Nabi Muhammad SAW & Islam:
“Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” – QS 4:170

Setiap ajaran yang bertentangan dengan hawa nafsu manusia akan selalu ditentang.

Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW berdasarkan wahyu.

Islam diturunkan pada tahun ke-41 tahun Gajah melalui QS 96:1-5 (Al-Iqra’).

Nabi hijrah ke Madinah pada tahun ke-11 Hijriah.

Wahyu diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama 23 tahun

Islam menjadi agama yang sempurna dengan diturunkannya QS 5:3 (tentang hukum).

Nabi Muhammad SAW diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyampaikan wahyu kepada manusia:
“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.” – QS 5:67

“keterangan-keterangan (mu’jizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al-Quran agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka, dan supaya mereka memikirkan.” – QS 16:44

Al-Quran diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW. Sementara Injil diturunkan sekaligus kepada Nabi Isa AS ketika masih dalam buaian. Demikian juga dengan Taurat diturunkan sekaligus kepada Nabi Musa AS di gunung Sinai.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal0hal yang jika diterangkan kepadamu niscaya menyusahkan kamu, dan jika kamu menanyakan di waktu Al Quran itu sedang diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu. Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.” - QS 5:101

Tuesday, January 1, 2008

Sifat-Sifat Manusia

"… Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (ni’mat Allah)." – QS 14:34
"Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al-Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah." – QS 18:54


Islamlah yang membuat manusia berbuat baik dengan beriman kepada Allah & Rasul-Nya.

"Dan manusia mendo’a untuk kejahatan sebagaimana ia mendo’a untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa." – QS 17:11

"… Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…" – QS 13:11

"… Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu ni’mat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri…" – QS 8:53

Perintah bersabar:
"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung." – QS 3:200

Setan berupaya untuk menyesatkan manusia:
"Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya." – QS 15:39

"dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, …" QS 4:119

"maka Allah mengilhamkan kepada jiwa (hati & ruh) itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya," – QS 91:8

Fitrah Manusia:
* Ingin tahu
* Sering bertanya-tanya
* Meninginkan kebenaran
* Memberikan manfaat

Langkah-langkah setan untuk menyesatkan manusia:
* Menyesatkan aqidah manusia yang benar menjadi buruk
* Memberi manusia angan-angan kosong
* Mengubah ketentuan-ketentuan Allah

Manusia harus belajar dari Al-Quran untuk menghindari langkah-langkah setan dan senantiasa berdo’a untuk memohon perlindungan Allah dari godaan setan dengan keimanan dan ketakwaan.

Manusia diperintahkan untuk menjadikan Allah sebagai wali (pelindungnya)

Merugilah manusia yang mengikuti langkah-langkah setan dan menjadikan setan sebagai wali (pelindungnya)

Manusia dibekali pendengaran, penglihatan, dan akal/hati oleh Allah untuk menuju jalan Allah (Islam).
"… mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda) kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat) Allah. Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." – QS 7:179

"Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?" – QS 25:43

"atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)." – QS 25:44

"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya, dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya, dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?" – QS 45:23

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya." – QS 17:36

Allah memberikan manusia empat hidayah (tuntunan):
* Insting (hidayatul ilham)
* Indera (hidayatul hawaas)
* Akal (hidayatul aqal)
* Agama (hidayatud diin)

Manusia harus berusaha untuk memperoleh taufik/hidayah dari Allah. Tanpa usaha manusia tidak akan memperoleh taufik/hidayah tersebut.

Iman dan Amal Soleh:
"Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan: "Kami mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." – QS 24:51

"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan tersebut. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata." – QS 33:36

"Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)." – QS 6:160

"… Dan barangsiapa mengerjakan amal yang soleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rizki di dalamnya tanpa hisab." – QS 40:40

"Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal soleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." – QS 5:69 & QS 2:62

Amal soleh diutamakan yang manfaatnya berlipat ganda seperti membangun mesjid, sekolah, yayasan, dll. Manfaatnya lebih besar daripada amal-amal soleh yang hanya bermanfaat untuk diri sendiri seperti zikir, sholat sunnah, tadarrus, dll.

Thursday, December 20, 2007

Syirik

Macam-macam syirik:
* Syirik dalam hal ketuhanan yang menciptakan; bencana alam, dll. (Syirkun fil uluuhhiyyah); ada kekuasaan/pencipta lain selain Allah SWT.
* Syirik dalam hal pengaturan; seperti dalam kehidupan; agaima Islam, aturan beribadah, dll. seperti mengambil ibadah/hukum tentang halal/haram tidak berdasarkan ayat/wahyu Allah (syirkun firrububiyyah); ada kekuasaan/tuhan lain selain Allah SWT yang mengatur semesta alam ini.

Hawa Nafsu adalah hal-hal yang tidak membawa manfaat namun membawa keburukan (al-jibtu).

Setiap ajaran yang bertentangan dengan hawa nafsu manusia akan selalu ditentang oleh manusia.

Tujuh dosa besar:
1. Syirik (menyekutukan sesuatu dengan Allah SWT)
2. Membunuh orang lain/membunuh diri
3. Mendekati zinah
4. Sumpah palsu/bersaksi palsu
5. Lari dari perang
6. Durhaka kepada kedua orang tua
7. Minum-minuman keras

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya." – QS 4:116

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu…. Sesungguhnya Al Masih,, Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah…. Dan janganlah kami mengatakan: “Tuhan itu tiga…” – QS 4:171

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” – QS 31:13

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya…” – QS 31:15

Kesenangan Manusia pada Harta

Fitrah manusia untuk menikmati kenikmatan di dunia dan menyenangi segala sesuatu yang indah.

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah lading. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” – QS 3:14

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” – QS 7:31

Pria boleh memakai perhiasan dari emas sepanjang yang pantas dan modelnya tidak menyerupai wanita.
Pria boleh memakai kain sutra. Nabi memakai baju sutra ketika bertemu dengan pemuka-pemuka negara.

“Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rejeki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.” – QS 7:32

“… Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.” – QS 9:34

“pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung, dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” – QS 9:35

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” – QS 63:9

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak mengangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” – QS 63:10

“…Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu.” – QS7:48

“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” – QS 8:28


Kematian

“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” – QS 63:11

Fasik = tahu tapi tidak mau menjalankan/bodoh/imannya kurang (contoh: jin percaya Allah ada, tetapi tidak mau menyembah-Nya).

Hijrah = pindah dari keburukan menuju kebaikan. Hijrah wajib bagi umat Islam dan jika tidak dilakukan maka ia berdosa.

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia…” – QS 60:4