Showing posts with label Kajian Tafsir 2009. Show all posts
Showing posts with label Kajian Tafsir 2009. Show all posts

Saturday, October 10, 2009

Pembahasan Tafsir 1-Agustus-2009

Sumpah Orang-Orang Musyrik

QS 6:23
“Kemudian tiadalah fitnah mereka, kecuali mengatakan: “Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah.”

* Orang-orang musyrik tidak mengakui jikalau mereka musyrik.

* Mereka berkata bahwa mereka tidak menyembah berhala-berhala melainkan untuk mendekatkan mereka kepada Allah.

* Mereka bahkan berani bersumpah bahwa mereka tidak menyekutukan Allah.

QS 39:3 Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah apa yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.”

QS 6:24
“Lihatlah, bagaimana mereka telah berdusta terhadap diri mereka sendiri dan hilanglah daripada mereka sembahan-sembahan yang dahulu mereka ada-adakan.”

* Praktek-praktek kemusyrikan masih banyak dipertahankan oleh orang-orang yang mengaku Islam saat ini.

* Orang-orang yang mengaku Islam namun tetap menjalankan praktek-praktek kemusyrikan lebih berbahaya pengaruhnya dibandingkan dengan orang-orang Hindu atau Kristen dan lain-lain.

* Syirik adalah perbuatan yang sulit diberantas. Syirik sudah ada sejak zaman Nabi Nuh.

* Nabi Nuh mengalami kesulitan dalam memberantas syirik di antara umatnya.

* Pada zaman Nabi Nuh, setiap khalifah memiliki sembahan sendiri-sendiri yang asal muasalnya adalah dari orang-orang yang sholeh sebelumnya.

QS 71:23 “Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwaa’, yaghuts, ya’uq dan nasr.”

* Kemusyrikan terbesar adalah pada zaman Nabi Ibrahim ketika umatnya menyembah kepada berhala. Oleh karena itu Nabi Ibrahim disebut sebagai Bapak Tauhid karena dapat memberantas kemusyrikan di antara umatnya.

* Dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk menghancurkan kemusyrikan yang ada di antara umat-umat para nabi.

QS 6:25
“Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan (bacaan)mu, padahal kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jikapun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: “Al Quran itu tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu.”

QS 7:204 “Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapatkan rahmat.”

* Orang-orang beriman akan mendapatkan rahmat yaitu berupa pemahaman dan penambah keimanan kepada Allah hanya dengan membaca dan mempelajari Al Quran.

* Namun orang-orang yang mengingkari Al Quran, maka mereka tidak akan memperoleh apa-apa selain menambah kekafiran mereka terhadap Allah.

QS 10:28 “Ingatlah suatu hari (ketika itu) Kami mengumpulkan mereka semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan): “Tetaplah kamu dan sekutu-sekutumu di tempatmu itu.” Lalu Kami pisahkan mereka dan berkatalah sekutu-sekutu mereka: “Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami.”

QS 10:29 “Cukuplah Allah menjadi saksi antara kami dengan kamu, bahwa kami tidak tahu-menahu tentang penyembahan kamu (kepada kami).”

QS 10:30 “Di tempat itu (padang Mahsyar), tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya dahulu dan mereka dikembalikan kepada Allah Pelindung mereka yang sebenarnya, dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan.”

* Ayat-ayat di atas merupakan sindiran-sindiran kepada orang-orang musyrik.

QS 36:8 “Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.”

QS 36:9 “Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.”

QS 36:10 “Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.”

QS 6:26
“Mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al Quran, dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari.”

* Al Quran adalah petunjuk bagi manusia untuk menjalani hidup di dunia sehingga mereka selamat baik di dunia dan di akhirat.

* Orang-orang yang berpegang teguh kepada Al Quran akan mempunya tujuan dalam hidupnya, dan mereka akan selamat di dunia dan di akhirat.

QS 16:97 “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

* Menjalani kehidupan di dunia itu adalah mudah, yaitu hanya dengan berbuat baik dan beramal soleh yang sesuai dengan petunjuk dalam Al Quran dan Sunnah.

QS 7:32 “Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya, dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat.” Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.”

* Makanan, minuman dan pakaian, serta perhiasan disedikan oleh Allah untuk digunakan dan dimanfaatkan oleh manusia dengan tidak berlebihan.

* Kita dilarang mengharamkan apa-apa yang dihalalkan oleh Allah, dan menghalalkan apa-apa yang diharamkan oleh Allah.

QS 42:30 “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”

QS 42:31 “Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindungpun, dan tidak pula seorang penolong selain Allah.”

* Allah menurunkan azab kepada manusia karena manusia telah melampaui batas dan telah menzolimi diri mereka sendiri.

* Manusia bersifat serakah dan berlebihan.

QS 7:96 “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

QS 6:6 “…, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.”

QS 23:18 “Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.”

* Sangat sulit untuk mengajak manusia untuk beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Bahkan butuh pengorbanan yang cukup besar untuk berjuang untuk mengajak manusia untuk beriman dan bertakwa.

Saturday, September 12, 2009

Pembahasan Tafsir 13-Juni-2009

Puasa-puasa Sunnah:
- Puasa 6 hari di bulan Syawal (boleh dilakukan tidak berturut-turut)
- Puasa tanggal 13, 14, 15 setiap bulan
- Puasa Senin & Kamis
- Puasa tanggal 10 Muharram
- Puasa tanggal 9 Jul Hijjah (Puasa Arafah)

Kesudahan Orang-Orang yang Mendustakan Ayat-Ayat Allah SWT

QS 6:11
Katakanlah: “Berjalanlah di muka bumi kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.”

- Jika memiliki kesempatan, berziarah ke tempat-tempat bersejarah adalah sunnah untuk mengambil pelajaran dari sejarah-sejarah umat-umat terdahulu yang mendustakan ayat-ayat Allah SWT.

- Kisah-kisah Nabi banyak diceritakan dalam Al Quran agar manusia dapat mengambil pelajaran dari kisah-kisah tersebut:

QS 7:59 – 64 tentang kisah Nabi Nuh AS
QS 7:65 – 72 tentang kisah Nabi Hud AS (Kaum Aad)
QS 7:73 – 79 tentang kisah Nabi Sholeh (Kaum Tsamud)
QS 7:80 – 84 tentang kisah Nabi Luth
QS 7:85 – 102 tentang kisah Nabi Syu’aib

- Bani Israel mencapai kejayaan di masa Nabi Yusuf dengan menduduki kursi-kursi pemerintahan.

- Di zaman Nabi Musa, Bani Israel diperlakukan seperti budah oleh Fir’aun.

QS 5:26 Allah berfirman: “(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atats mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (Padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu.”

- Ayat tersebut bercerita tentang hukuman yang Allah timpakan kepada orang-orang Yahudi/Bani Israel pada zaman Nabi Musa.

- Allah banyak memerintahkan manusia untuk berziarah dan mengambil pelajaran dari kisah-kisah tentang kesudahan orang-orang Kafir yang mendustakan ayat-ayatNya, seperti pada:

QS 32:26 Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Tuhan). Maka apakah mereka tidak mendengarkan (memperhatikan)?

QS 27:14 Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.

QS 3:137 Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah. Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

QS 16:36 Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu.”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antara orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

QS 27:69 Katakanlah: “Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat ornag-orang yang berdosa.”

QS 30:42 Katakanlah: “Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).”

QS 6:12
Katakanlah: “Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah.” Dia telah menetapkan atas diriNya kasih sayang. Dia sungguh-sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman.

- Manusia harus tawadhu dan ikhlas dengan segala ketetapan Allah.

QS 2:117 Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah”. Lalu jadilah ia.

QS 36:82 Sesungguhnya perintahNya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah”, maka terjadilah ia.

- Allah berkuasa untuk menjadikan segala sesuatu. Dan adalah sangat mudah bagi Allah untuk menjadikan segala sesuatu.

- Manusia harus senantiasa bersyukur atas segala rahmah yang dilimpahkan Allah kepadanya.

QS 30:41 Telah Nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

- Allah telah menetapkan bahwa Allah akan memberikan rahmatNya kepada manusia.

QS 42:30 Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

- Allah akan mengumpulkan manusia pada hari kiamat untuk:
1. Menghitung amalan-amalan manusia di bumi
2. Mengetahui siapa yang bersyukur terhadap rahmat Allah dan siapa yang kufur.

QS 23:1-12 Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu:
1. orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya
2. orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang
tiada berguna
3. orang-orang yang menunaikan zakat
4. orang-orang yang menjaga kemaluannya kecuali terhadap istri-istri mereka
5. orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janji-
janjinya
6. dan orang-orang yang memelihara sholatnya
Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi
surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

QS 18:103 Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang
yang paling merugi perbuatannya?”, yaitu:
1. orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini,
sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.
2. mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka, dan
(kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah amalan-amalan
mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka
pada hari kiamat.

- Amalan-amalan orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Allah tidak akan ditimbang pada hari kiamat nanti, dan balasan bagi mereka adalah neraka jahannam.

Monday, September 7, 2009

Pembahasan Tafsir Al Quran (23-Mei-2009)

Orang-orang Kafir

QS 6:5
Sesungguhnya mereka telah mendustakan yang hak (Al Quran) tatkala sampai kepada mereka, maka kelak akan sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan.

QS 47:24 Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?

- Banyaknya aliran-aliran dalam Islam dikarenakan penafsiran yang salah terhadap Al Quran.

- Orang-orang Kafir memelintirkan Al Quran agar umat Islam terpecah belah sehingga Islam akan hancur.

QS 2:145 Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamupun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebahagian merekapun tidak akan mengikuti kiblat sebahagian yang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim.

- Ancaman Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW jika beliau mengikuti ajaran lain setelah sampai ilmu kepadanya, maka Nabi termasuk orang-orang yang zalim.

- Di Indonesia, gerakan Islam yang paling ditakuti adalah gerakan Islam yang lurus.

- Salah satu gerakan Islam yang lurus adalah gerakan Wahabbi.

- Orang yang fasik adalah orang-orang yang selalu menentang Al Quran.

QS 10:37 Tidaklah mungkin Al Quran ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Quran itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.

QS 10:38 Atau (patutkah) mereka mengatakan: “Muhammad membuat-buatnya.” Katakanlah: “(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.

QS 10:39 Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna padahal belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu.,

QS 10:15 Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat kami yang nyata, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata: “Datangkanlah Al Quran yang lain dari ini atau gantilah dia.” Katakanlah: “Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Tuhanku kepada siksa hari yang besar (kiamat).

- Nabi Muhammad SAW tidak berhak mengubah ayat-ayat Al Quran. Tugas Nabi hanyalah menyampaikan ayat-ayat Al Quran sesuai petunjuk Allah SWT.

QS 41:26 Dan orang-orang yang kafir berkata: “Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan (mereka).”

- Orang-orang kafir memporak-porandakan tafsir-tafsir Al Quran untuk membuat kegaduhan di antara umat Islam sehingga umat Islam terpecah belah.

- JIL (Jaringan Islam Liberal) mengatakan bahwa Al Quran sudah tidak lagi sesuai dengan kondisi jaman sekarang. Al Quran adalah kitab dongeng kuno seperti buku-buku kuno lainnya.

QS 6:6
Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka, dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.

- Azab Allah kepada umat manusia sebelum jaman Nabi Muhammad dan Allah menceritakannya dalam Al Quran sebagai sebuah pelajaran bagi umat Muhammad.

- Allah membinasakan mereka karena kezaliman mereka terhadap ayat-ayat Allah.

- Allah membinasakan suatu umat dan menggantinya dengan umat yang lain.

- Kisah Firaun paling banyak diceritakan dalam Al Quran sebagai pelajaran bagi umat Islam.

QS 17:81 Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.

- Kebatilan pasti lenyap. Allah akan menunjukkan kebenaranNya.

- Kebatilan jika ditata dengan rapih akan mengalahkan kebenaran (dari mata manusia).

- Ketika Islam datang kepada Nabi Muhammad, kelihatannya mustahil Islam dapat mengalahkan kebatilan orang-orang di jaman Jahiliyah, tetapi dengan perjuangan Nabi selama 13 tahun maka akhirnya Islam berjaya dan berhasil mengalahkan kebatilan kaum musyrik Quraish dan Yahudi.

- Gerakan Islam yang terkenal di Mesir adalah Ikhwanul Muslimin. Tetapi setelah masuk politik kekuatannya mulai melemah.

- Hizbullah (Partai Allah) adalah gerakan yang berjuang untuk menghancurkan Israel. Gerakan ini beraliran Syiah dan didukung oleh Iran dan pemerintah Libanon.

- Kekuatan jihad Islam adalah kekuatan yang sangat kuat dan ditakuti oleh agama-agama lain.

- Berat bagi umat Islam untuk bersatu karena di tiap-tiap Negara memiliki banyak aliran tersendiri sehingga sulit untuk menyatukan pendapat dan pola pikir.

- Bangsa Yahudi setelah diusir oleh Nabi dari Mekkah, mereka pergi ke Khaibar. Setelah perang Khaibar mereka kembali ke negeri Syam (Palestine), negeri asal mereka.

QS 64:11 Tidak ada ssesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

- Jika manusia beriman maka Allah akan memberikan petunjuk ke dalam hatinya sehingga akan merasa tenang dan ikhlas menerimanya.

QS 9:51 Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal.”

- Segala yang menimpa manusia telah ditetapkan oleh Allah.

- Sebagai orang yang beriman, kita harus selalu bertawakkal kepada Allah.

QS 2:100 Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman.

- Allah menguji manusia dengan kesulitan-kesulitan.

- Manusia harus berserah diri kepada Allah.

- Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa dan memberi rahmat kepada mereka.

QS 2:106 Ayat mana saja yang Kami nasakhkan atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tiadakah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?

QS 2:107 Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong.

QS 31:34 Sesungguhnya Allah, hanya pada sisiNya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Saturday, May 2, 2009

Pembahasan 2 Mei 2009

Kekuasaan Allah Mencakup Langit & Bumi

QS 6:3
“Dan Dialah Allah (Yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan, dan apa yang kamu lahirkan, dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.”

* Seluruh makhluk ciptaan Allah di langit dan di bumi, semuanya menyembah Allah.

QS 24:41 “Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah; kepadaNya bertasbih apa yang di langin dan di bumi, dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”

QS 3:83 “Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepadaNya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan.”

* Manusia diciptakan dari tanah dengan segala kelebihan dan keburukannya. Jika ia mengikuti fujurnya, maka ia akan menentang Allah. Namun jika ia mengikuti takwanya, ia akan taat kepada Allah.

QS 63:8 “Mereka berkata: “Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah daripadanya.” Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi RasulNya, dan bagi orang-orang mu’min, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.”

* Allah memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk mengetahui perbuatan-perbuatan yang disembunyikan ataupun yang diperlihatkan.

* Sebagai orang beriman, kita harus yakin bahwa apa-apa yang kita lakukan (sekalipun dirahasiakan), Allah pasti mengetahuinya.

QS 6:59 “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”

QS 6:60 “Dan Dia-lah yang menidurkan kamu di malam hari, dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.”

* Sebagai orang beriman, kita haru teliti dalam melakukan suatu perbuatan ataupun ibadah.

* Namun kebanyakan manusia berbuat berdasarkan apa yang dilakukan oleh kebanyakan orang, tanpa meneliti benar atau tidaknya (terutama dalam masalah ibadah).

* Penyakit umat Islam saat ini adalah ber-taklik, yaitu berbuat tanpa meneliti terlebih dahulu atau terbawa arus.

QS 36:12 “Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati, dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan, dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).”

QS 6:4
“Dan tak ada satu ayatpun dari ayat-ayat Tuhan sampai kepada mereka, melainkan mereka selalu berpaling dari padanya (mendustakannya).”

* Ayat = mu’jizat, ayat-ayat Al Quran, dan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam alam yang menunjukkan kekuasaan Allah.

* Tak ada seorangpun yang dapat membantah Al Quran, atau mengatakan bahwa Al Quran salah/keliru, baik dari isinya maupun susunannya.

* Tak akan ada seorangpun yang sanggup menyerang Al Quran baik dari segi tata bahasanya, susunannya, isinya maupun kebenaran yang terkandung di dalamnya.

QS 21:30 “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahi bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman?”

* Segala sesuatu yang hidup berasal dari air.

QS 10:5 “Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan ditetapkanNya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaranNya) kepada orang-orang yang mengetahui.”

* Ayat ini menjelaskan tentang pergantian hari dan sistem penanggalan.

* Takwim = perhitungan yang tepat/kalender.

* Terdapat 2 jenis perhitungan tahun, yaitu berdasarkan peredaran matahari (masehi) dan bulan (hijriah).

QS 7:103 “Kemudian Kami utus Musa sesudah rasul-rasul itu dengan membawa ayat-ayat Kami kepada Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari ayat-ayat itu. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang membuat kerusakan.”

--> Cerita tentang Nabi Musa dalam QS 7:103 – 120.

QS 33:36 “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.”

* Saat ini, masih banyak umat Islam yang menolak keputusan Allah dan Rasul.

* Muridhin = orang-orang yang menolak/membantah keputusan Allah dan Rasul.

Pembahasan 14 Maret 2009

Amal Saleh & Kesimpulan QS 5 (Al Ma'idah)

QS 119
“Allah berfirman: “Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha terhadap mereka, dan mereka ridha terhadapNya. Itulah keberuntungan yang paling besar.”

QS 98:7 “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.”

QS 98:8 : “Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘And yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

* Amal saleh mudah dilakukan. Lebih sulit meninggalkan amalan-amalan yang salah yang sudah mengakar dalam kebiasaan umat Islam di Indonesia.

* Sulit mengamalkan amalan-amalan yang diridhai Allah.

* Perbuatan yang dilakukan akhirnya menjadi sia-sia karena amalannya tidak diridhai Allah.

QS 18:103 “Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perubuatannya?”

QS 18:104 “Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

* Ibadah apapun yang tidak ada tuntunannya dalam Al Quran dan Sunnah, maka akan tertolak (Al Hadist).

QS 25:27 “Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.”

QS 25:28 “Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku).”

QS 5:120
“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

* Kita harus memastikan bahwa apapun yang kita perbuat akan mendapatkan ridha dari Allah SWT.

Tentang Orang-orang yang berhak mendapatkan zakat:

QS 9:60 “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk (1) orang-orang fakir, (2) orang-orang miskin, (3) pengurus-pengurus zakat, (4) para mu’allaf yang dibujuk hatinya, (5) untuk (memerdekakan) budak, (6) orang-orang yang berhutang, (7) untuk jalan Allah, dan (8) orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Kesimpulan Surat Al Ma’idah (5):
1) Kesempurnaan agama Islam sebagai agama Allah, dan satu-satunya agama yang diakui/diridhai oleh Allah SWT. Aqidah dalam Islam sama yaitu hanya menyembah kepada Allah. Hanya syariatnya saja yang berbeda dari Nabi ke Nabi.

2) Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk memperbaiki diri baik secara perorangan ataupun golongan/jama’ah. Dan Allah melarang orang-orang beriman yang karena kebencian, tidak berlaku adil terhadap orang lain.

3) Agama Islam untuk seluruh manusia di dunia. Nabi telah menyampaikan risalah Islam ke seluruh bangsa di dunia.

4) Penjelasan/hukum-hukum tentang makanan, halal/haramnya baik berdasarkan jenisnya, zatnya maupun nusubnya.

Pembahasan 21 Februari 2009

Tentang Kisah Nabi 'Isa dan Umatnya

QS 5:110
“(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai ‘Isa putra Maryam, ingatlah nikmatKu kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian, dan sesudah dewasa; dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yhang berupa burung dengan izinKu, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizinKu. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizinKu, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizinKu, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.”

Ayat-ayat lain yang berhubungan dengan nikmat-nikmat yang diberikan Allah kepada Nabi ‘Isa AS:

QS 2:87 “Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu’jizat) kepada ‘Isa putra Maryam, dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap dating kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka berapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan berapa orang (yang lain) kamu bunuh?”

QS 3:46 “dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh.”

QS 3:48 “Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat, dan Injil.”

QS 3:49 “Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah dating kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu’jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya, dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizing Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu jika kamu sungguh-sungguh beriman.”

QS 19:30 “Berkata ‘Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil), dan Dia menjadikan aku seorang nabi.”

* Allah sering melaknat orang-orang/bangsa Yahudi karena mereka benar-benar sangat kafir dan pembangkang (QS 5:78).

QS 41:26 “Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

* Banyak ilmuwan dan orang-orang pintar di Negara Barat yang masuk Islam karena mereka mempelajari Al Quran dan memperoleh kebenarannya.

* Sidang Konsili = pertemuan orang-orang Katolik sedunia.

QS 5:20 “Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikanNya kamu orang-orang merdeka, dan diberikanNya kepadamu apa yang belum pernah diberikanNya kepada seorangpun di antara umat-umat yang lain.”

QS 2:172 “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu, dan bersyukurlah kepada Allah jika benar-benar hanya kepadaNya kamu menyembah.”

QS 5:111
“Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut ‘Isa yang setia: “Berimanlah kamu kepadaKu, dan kepada rasul-rasulKu.” Mereka menjawab: “Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu).”

QS 9:100 “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka, dan merekapun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”

QS 5:112
“(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut ‘Isa berkata: “Hai ‘Isa putra Maryam, bersediakan Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?”. Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kamu orang yang beriman.”

QS 5:113

“Mereka berkata: “Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami, dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu.”

QS 5:114

“Isa putra Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami, dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezkilah kami, dan Engkau-lah Pemberi rezki Yang Paling Utama.”

* Ied = hari raya/hari bersenang-senang.

QS 5:115
“Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia.”

* Beberapa ahli tafsir berbeda pendapat bahwa hidangan tersebut adalah kiasan dan tidak benar-benar diturunkan dari langit.

* Kaum Harawiyyun bertambah keimanannya setelah peristiwa tersebut. Tetapi setelah Nabi ‘Isa tiada, mereka kembali kafir.

* Kaum Harawiyyun juga disebut sebagai Anshorullah = penolong agama Allah. Namun sekarang keadaan sudah berubah, mereka kembali kafir, yaitu generasi-generasi baru tersebut.

QS 19:59 “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.”

* Ayat ini berlaku secara umum terhadap semua umat para Nabi.

* Bani Fatimiyah yang merasa masih keturunan dekat Nabi Muhammad mulai menasabkan maulid Nabi (sekitar abad ke-4).

* Ibnu Taimiyah berjuang memberantas bid’ah-bid’ah yang diturunkan sebelumnya. Perjuangan ini terus berlanjut hinggal munculnya gerakan Wahabbi.

* Gerakan Wahabbi masuk ke Indonesia melalui para pelajar yang kembali dari Saudi Arabia, seperti Hasyim Ashari, Moh. Sakati (pendiri Jamiat Kheir).

Ayat-ayat yang menggambarkan tentang segala nikmat dan kekuasaan Allah yang dapat dijadikan pelajaran bagi umat manusia yang beriman:

QS 25:53 “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar, dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”

QS 55:19 Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,”

QS 55:20 “antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.”

QS 55:22 “Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.”

QS 16:66 “Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelah bagi orang-orang yang meminumnya.”

QS 16:67 “Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan, dan rizki yang baik. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan.”

QS 16:68 “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.”

QS 16:69 “Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan, dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”

QS 4:171 “Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, ‘Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah, dan (yang diciptakan dengan kalimatNya), yang disampaikanNya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dariNya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasulNya, dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga.” Berhentilah (dari ucapan itu). Itu lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaanNya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.”

* Nabi ‘Isa tidak bertanggung jawab atas pengkultusan umatnya terhadap beliau di hari kiamat nanti.

* Setelah itu, diutuslah Nabi Muhammad untuk mengembalikan aqidah umat Nabi ‘Isa agar kembali ke Tauhid. Namun banyak juga dari mereka yang tetap kafir.

QS 3:64 “Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara Kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah, dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun, dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”

QS 15:2 “Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.”

QS 5:116
“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai ‘Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” ‘Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku, dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.”

QS 5:117
“Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatkan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku, dan Tuhanmu.” Dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.”

* Ajaran-ajaran Nasrasi adalah ajaran-ajaran dari para rahib dan telah menyimpang dari ajaran-ajaran Nabi ‘Isa.

* Nabi Muhammad lalu menyeru Ahli Kitab (Nasrani) untuk kembali kepada ajaran Nabi ‘Isa yaitu untuk menyembah hanya kepada Allah.

QS 4:51 “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al Kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.”

* Jibt = percaya kepada tahayul dan ramalan-ramalan.
* Jibt & thaghut = syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah SWT.

QS 2:121 “Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barang siapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.”

* Orang-orang kafir dilaknat Allah karena mereka adalah iblis dan syaitan.

QS 41:29 “Dan orang-orang kafir berkata: “Ya Tuhan kami perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian dari jin dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina.”

QS 5:118
“Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

* Di akhirat, umat Nabi Muhammad adalah umat terbanyak karena beliau adalah Nabi seluruh umat manusia di dunia.

Monday, March 2, 2009

Pembahasan 7-Feb-09

QS 5:104
“Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul.” Mereka menjawab: “Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya.” Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?”

* Ayat tersebut juga terdapat pada ayat-ayat dalam QS 2:170 dan QS 2:91.

* Ta’assub = cenderung, fanatik, gandrung

* Mereka yang ta’assub sudah tidak lagi melihat yang benar atau salah. Mereka hanya mengikuti pemimpinnya/orang yang dipatuhinya.

* Orang-orang yang demikian ini termasuk dalam kategori orang-orang yang syirik.

* Kesalahan para ulama yang sengaja mendidik pengikutnya untuk taat dan fanatic terhadap mereka saja. Hal ini dijelaskan dalam QS 3:79

QS 3:79 “Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah, dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.”

* Rasulullah SAW selalu menyeru kepada jalan Allah dengan taat kepada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

QS 16:36 “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah thaghut itu,” maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).”

QS 26:69-70 “Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim. Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Apakah yang kamu sembah?”

*Jin memakai cara-cara apapun yang jitu untuk mengelabui manusia untuk berbuat syirik.

* Jika Nabi telah menyampaikan perintah Allah kepada kaumnya tetapi mereka menolak, maka Nabi tidak bertanggung jawab terhadap mereka di akhirat.

QS 9:129 “Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung.”
QS 2:119 “Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka.”

QS 2:141 “Itu adalah umat yang telah lalu; baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan; dan kamu tidak akan dimintai pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.”

QS 36:7-10 = perumpamaan orang-orang yang tidak mau menerima kebenaran
7: “Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman.”
8: “Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.”
9: “Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.”
10: “Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.”

* Orang-orang kafir sudah tertutup mata mereka untuk menerima kebenaran dari Allah dan mereka tetap tidak beriman.

QS 41:29 “Dan orang-orang kafir berkata: “Ya Tuhan kami, perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian dari jin dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina.”

QS 41:46-49 = keadaan orang-orang kafir di akhirat
46: “Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba-Nya.”
47: “…Pada hari Tuhan memanggil mereka: “Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu?” Mereka menjawab: “Kami nyatakan kepada Engkau bahwa tidak ada seorangpun di antara kami yang memberi kesaksian (bahwa Engkau punya sekutu).”
48: “Dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka sembah dahulu, dan mereka yakin bahwa tidak ada bagi mereka sesuatu jalan keluarpun.”

* Orang-orang yang menyesatkan manusia-manusia lainnya tidak berdaya untuk menolong mereka yang disesatkannya tersebut dari siksa neraka jahannam.

QS 40:47 “Dan (ingatlah), ketika mereka berbantah-bantahan dalam neraka, maka orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri; “Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkan kamu menghindarkan dari kami sebagahagian azab api neraka?”

QS 40:48 “Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab: “Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena sesungguhnya Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba-Nya.”

QS 40:49 “Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahannam: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari.”

QS 34:31 “Dan orang-orang kafir berkata: “Kami sekali-kali tidak akan beriman kepada Al Quran ini dan tidak (pula) kepada kitab yang sebelumnya.” Dan (alangkah hebatnya) kalau kamu lihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebahagian dari mereka menghadapkan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman.”

QS 34:33 “Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “(Tidak) sebenarnya tipu daya(mu) di waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah, dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya.” Kedua belah pihak menyatakan penyesalan tatkala mereka melihat azab. Dan Kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan.”

* Kita wajib taat jika sesuatu hal sudah jelas hukum-hukum dan dalil-dalilnya.

QS 24:51 “Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan: “Kami mendengar, dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

QS 17:36 “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”

* Kita harus mengetahui/memahami sesuatu hal sebelum kita mengikutinya, terutama dalam urusan akhirat/agama karena kita semua akan dimintai pertanggungan jawabnya di akhirat nanti.

QS 5:105
“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

* Kita harus terus belajar agama agar tidak tersesat.

* Seluruh golongan tidak ada yang mau mengaku salah. Begitu juga pengikut mazhab, mereka selalu menganggap bahwa mashab merekalah yang benar.

* Jika kita telah mengikuti apa yang diperintahkan Allah maka tidak ada orang-orang sesat yang akan membahayakan kita karena Allah telah memberi petunjuk kepada kita.

QS 2:256 “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut, dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepda buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

QS 2:257 “Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cayaha (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”

* Cukuplah Allah (menjadi Penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik Pelindung.

QS 3:173 “(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka.” Maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”

--> Juga disebutkan dalam QS 22:78.

* Orang-orang beriman akan semakin kuat imannya jika ditakut-takuti karena hanya kepada Allah sajalah mereka memohon perlindungan dan pertolongan.

Kisah perang Khandaq.

QS 33:22 “Dan tatkala orang-orang mu’min melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.” Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.”

* Keteguhan hati orang-orang mu’min terhadap janji Allah.

QS 33: 23 “Di antara orang-orang mu’min itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu, dan mereka sedikitpun mengubah (janjinya).”

* Janji Allah kepada orang-orang mu’min.

QS 33:9 “Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan ni’mat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angina topa dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.”