Showing posts with label Kajian Tafsir 2007. Show all posts
Showing posts with label Kajian Tafsir 2007. Show all posts

Sunday, March 23, 2008

Pembahasan 7-Apr-07

Tentang Nazar

“Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.” – QS 76:7

“Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat zalim tidak ada seorang penolongpun baginya.” – QS 2:270

Jika hendak melakukan nazar sebaiknya kita melafadzkannya dan ada saksi (seperti halnya sumpah). Namun demikian, jika nazar kita masih baru berbentuk niat, sebaiknya tetap harus dilaksanakan. Tetapi bila kita melafadzkannyapun, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.

QS 9:75-77 adalah kisah Uthbah yang bernazar tetapi setelah apa yang diinginkannya terwujud, ia mengingkari nazarnya.

Pertolongan dan ni’mat Allah dalam peperangan melawan kaum musyrik & kafir, Yahudi & Nasrani

“Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan ni’mat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mu’min itu harus bertawakkal.” – QS 5:11

Perang Khandaq & Ahzab

“Hari orang-orang yang beriman, ingatlah akan ni’mat Allah (yang dikaruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.” – QS 33:9

Pertolongan Allah pada Perang Badar

QS 3:123 “Sesungguhnya Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.”

Nikmat Allah SWT

Atas nikmat dari Allah SWT, manusia wajib bersyukur kepada Allah dengan bertakwa.
Bertakwa kepada Allah hukumnya wajib (QS 3:102)

QS 3:102 “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”

Jika manusia bertakwa maka Allah akan melimpahkan rahmat dan berkah-Nya.

QS 7:96 “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

Siksa dan laknat Allah tidak hanya akan menimpa orang-orang zalim saja. Oleh karena itu wajib bagi orang-orang mu’min untuk selalu memelihara diri agar Allah tidak menimpakan azab-Nya.

QS 8:25 “Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksanya.”

Orang-orang mu’min harus senantiasa menyeru kepada kebajikan dan menyeru agar mencegah kemunkaran. Dan dalam memerangi kemunkaran kita harus didukung oleh pemerintah.

QS 3:104 “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”

Ciri-Ciri Orang yang bersyukur adalah beribadah dan bertakwa kepada Allah SWT.

QS 16:114 “Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah ni’mat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.”

Allah membukakan pintu kesenangan kepada orang-orang yang melupakan peringatan-Nya semata-mata untuk kemudian menurunkan siksa-Nya.

QS 6:44 “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.”

Kisah Habil & Qobil

QS 2:72 “Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan.”

Tentang Kafasikan

Janganlah lupa kepada Allah.
Fasik adalah orang-orang yang selalu menentang perintah Allah.

QS 59:19 “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Kefasikan dan kekafiran iblis kepada Allah SWT.
Larangan manusia untuk menjadikan iblis sebagai pemimpin mereka.

QS 18:50 “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, seda mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim.”

Allah memuliakan manusia atas makhluk-makhluk lain cipataan Allah.

QS 17:70 “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkat mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”

Allah SWT adalah pelindung orang-orang mu’min. Dan syaitan adalah pelindung orang-orang kafir.

QS 2:257 “Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”

Kisah Nabi Isa

QS 4:157 “dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, ‘Isa putra Maryam, Rasul Allah,” padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) ‘Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ‘Isa.”

QS 4:158 “Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat ‘Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

QS 3:55 “(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai ‘Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Aku lah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.”


QS 2:78 “Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga.”

QS 57:27 “Kemudian Kami iringkan di belakang mereka rasul-rasul Kami dan Kami iringkan (pula) ‘Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah*) padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapa (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik.”

*) Rahbaniyyah ialah tidak beristeri atau tidak bersuami dan mengurung diri dalam biara.

Tentang Tawakkal

* Semua musibah terjadi atas izin Allah SWT
* Manusia harus taat kepada Allah dan Rasul
* Orang-orang mu’min harus bertawakkal kepada Allah

QS 64:11 “Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

QS 64:12 “Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.”


QS 64:13 “(Dia-lah) Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Dan hendaklah orang-orang mu’min bertawakkal kepada Allah saja.”

Allah mencukupkan kebutuhan orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

QS 65:3 “Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangakanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluann)-nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”

Cukuplah manusia bertawakkal kepada Allah.

QS 9:129 “Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung.”

Pembahasan 10-Mar-07

QS 5:8 Perintah untuk:
1) Menegakkan kebenaran/keadilan karena Allah
2) Menjadi saksi yang adil
3) Berbuat adil
4) Taqwa kepada Allah

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-sekali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” – QS 5:8

Allah melarang manusia untuk tidak berlaku adil terhadap suatu kaum karena kebencian terhadap mereka.

Syuhada’ = pejuang pembela kebenaran/saksi

Perintah untuk menegakkan hukum dan agama Allah dan janganlah belas kasihan menghalangi kita untuk menegakkan hukum & agama Allah: “…dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat,…” – QS 24:2

Manusia harus mendahulukan cinta kepada Allah & Nabi daripada kepada manusia atau apapun.

Manusia wajib memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat):

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang tela diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” – QS 59:18

Penyesalan manusia karena berteman dengan orang yang menyesatkan mereka dari Al Quran:

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya seraya berkata: ‘Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.” – QS 25:27

“Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku).” – QS 25:28

“Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.” – QS 25:29

Perbuatan yang paling zalim adalah mengada-adakan dusta terhadap (agama) Allah:

“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada agama Islam? Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” – QS 61:7

Ada orang-orang yang mengingkari seluruh ayat-ayat Allah, dan itu adalah orang-orang kafir. Tetapi ada juga orang-orang Islam yang mendustakan sebagian dari ayat-ayat Allah. Keduanya adalah penghuni neraka.
“Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu adalah penghuni neraka.” – QS 5:10

Amal soleh orang-orang yang beriman tertulis di Lauh Mahfuzh)

“…Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” – QS 36:12

Nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Allah.
“…sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanmu…” – QS 12:53


Allah memberikan manusia pendengaran, penglihatan, dan hati agar manusia bersyukur

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.” – QS 16:78

Pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya diminta pertanggung jawabannya di akhirat nanti
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya.” – QS 17:36

Allah mengatur urusan dari langit ke bumi

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” – QS 32:5

Tentang Hakikah:
1) Dilakukan pada hari ke-7 setelah bayi lahir
2) Memberikan nama yang baik
3) Mencukur habis rambut bayi
4) Menimbang rambut tersebut (seharga emas/perak) dan menyedekahkan uangnya
5) Memotong kambing (perempuan 1 ekor, dan pria 2 ekor), dagingnya dimasak dan dibagikan

Poin 1 s/d 4 adalah wajib, sementara poin 5 adalah sunnah dan dilakukan jika mampu saja.

“Sesungguhnya kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” – QS 36:12

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: “Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” – QS 59:10

Wednesday, January 9, 2008

Tentang Wudhu, Janabah, Tayamum & Sholat

Pembahasan 17-Feb-07

Perintah berwudhu, mandi junub & bertayamum:
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengadakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau menyentuh perempuan, lalu kami tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni’mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” – QS 5:6


Wudhu:

Membasuh dalam wudhu adalah 3 kali (kecuali kepala termasuk juga telinga) dan keterangan ini terdapat dalam hadist.

Ketika hendak mengerjakan sholat, Nabi memerintahkan untuk:
1) Menyempurnakan wudhu
2) Menghadap kiblat
3) Takbir

Wudhu adalah syarat mutlak sholat, minimal pada ke-4 anggoata tubuh yang disebut dalam Al-Quran, yaitu:
1) Muka/wajah
2) Kedua tangan hingga siku
3) Kepala
4) Kedua kaki hingga mata kaki

Jika telah mandi, tidak perlu wudhu lagi karena sebagian besar bagian tubuh sudah terkena air.

Mandi Junub:
Jika mimpi basah namun tidak mengeluarkan mani kama tidak wajib mandi janabah. Tetapi jika melakukan hubungan suami istri maka wajib mandi janabah.
Tayamum juga berlaku untuk pengganti mandi janabah/hadast besar.

Tayamum:
Cara bertayamun adalah:
1) mengusap muka sekali
2) mengusap kedua tangan s/d pergelangan tangan (dengan satu tepuk saja)

Ciri-ciri orang-orang beriman yang akan mendapatkan keberuntungan akhirat:
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sholatnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal itu tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” – QS 23:1-11

Ciri-ciri orang-orang yang masuk ke dalam neraka saqar:
“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan sholat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian.” – QS 74:42-47

Sholat:
Ka’bah adalah penyatu arah sholat bukan sebagai sesuatu yang disembah.

Sholat adalah sarana bagi orang-orang beriman untuk berkomunikasi/ berhubungan dengan Allah SWT.

Sebelum turun perintah sholat, Allah SWT sudah memerintahkan Nabi untuk sholat sebagai sarana bagi Nabi untuk berkomunikasi dan berhubungan dengan Allah SWT.
“Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperdua atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.” – QS 73:1-4

Keringanan untuk tidak sholat adalah untuk orang sakit jiwa, sekarat (koma), dan orang yang ketiduran. Namun bagi orang yang ketiduran, wajib baginya untuk melakukan sholat ketika ia sudah terbangun/sadar.

Allah tidak ingin memberikan kesulitan kepada manusia melainkan keringanan. Agama Islam bukanlah agama yang sempit.
“…Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu…” – QS 2:185

“…Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni’mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” – QS 5:6

“…dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk mau dalam agama suatu kesempitan…” – QS 22:78

Sholat juga sebagai penghapus dosa-dosa kecil dengan catatan kita tidak melakukan dosa-dosa besar:
“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” – QS 4:31

Demikian juga sholat Jumat menghapus dosa-dosa kecil dalam satu minggu. Puasa Arafah dan puasa Muharram menghapus dosa-dosa kecil dalam satu tahun. Begitu juga dari umroh ke umroh.

Nabi Muhammad SAW:
Kabar akan datangnya utusan Allah SWT (Ahmad dalam bahasa Ibrani, dan Muhammad adalah dalam bahasa Arab) sudah disampaikan oleh Nabi ‘Isa AS:
“Dan (ingatlah) ketika ‘Isa putera Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”…” – QS 61:6

Nabi diturunkan sebagai rahmat bagi alam semesta:
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” – QS 21:107

Nabi telah disebutkan dalam kitab-kitab sebelumnya (Taurat & Injil).

Orang-orang Kafir:

Orang-orang kafir membuat kebohongan-kebohongan dalam kitab-kitab mereka.
“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu…” – QS 2:79

“Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang) dari Allah” Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui.” – QS 3:78

Keadaan orang-orang kafir pada hari kiamat yang menyesal karena mengingkari Allah SWT.
“Dan orang-orang kafir berkata: “Ya Tuhan kami, perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian dari jin dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina.” –QS 41:29

“Dan berkatalah syaitan tatkala perkasa (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu, dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.” - QS 14:22

Syaitan, Iblis, Jin:

Iblis menolak dan menyombongkan diri terhadap Allah SWT.

Larangan untuk meminta perlindungan jin dan mempersekutukan Allah:
“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” – QS 72:6

“Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” – QS72:18

“…Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan ama yang saleh, dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.” – QS 18:110

Perintah untuk hanya berdoa kepada Allah SWT:
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” – QS 7:55

Nikmat dan karunia Allah SWT:

Perintah untuk mengingat karunia Allah SWT:
“Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: ‘Kami dengar dan kami taat’. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati(mu).” – QS 5:7

Nikmat Allah tidak dapat dihitung.
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” – QS16:18

Kebanyakan manusia sangat zalim dan mengingkari nikmat Allah.
“…Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kemu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” – QS 14:34

Nikmat yang terbesar/paling utama adalah dapat beribadah kepada Allah dengan mudah.

Jika manusia mengingat nikmat Allah maka ia akan dapat beribadah kepada Allah dengan mudah.

Sholat adalah sebagai rasa syukur kita kepada Allah atas nikmat yang diberikan-Nya.

Orang beriman adalah orang yang ketika diberi nikmat maka ia akan bersyukur, dan jika diberi cobaan ia akan bersabar.

Jika manusia melupakan nikmat Allah maka ia berdosa.

Nikmat terbesar dari Allah adalah iman kepada-Nya.
“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” – QS 3:103

Ikrar manusia kepada Allah untuk taat kepada perintah dan menjauhi larangan-Nya melalui ucapan syahadat.

Bersyukur:
Bersyukur = berterima kasih kepada Allah SWT dan menjaga apa yang diberikan Allah tersebut.

Perintah Allah kepada umat Nabi Daud untuk bekerja sebagai tanda syukur kepada Allah:
“…Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.” – QS 34:13

Orang bertaqwa adalah orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh untuk memelihara/menjaga diri dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah serta berusaha untuk menaati perintah-Nya.

Allah Maha Mengetahui apa yang ada/tersimpan dalam hati manusia.

Perjanjian kepada Allah SWT

Pembahasan 13-Jan-07

QS 5:1 Perintah Allah agar manusia memenuhi janji-janjinya kepada Allah SWT dan juga kepada manusia

Surat Al-Maidah (QS 5) sering disebut dengan surat Al-Uqud (perjanjian) karena dalam surat ini banyak terdapat perintah-perintah Allah agar manusia menaati perjanjian-perjanjian, baik perjanjian dengan Allah ataupun dengan sesama manusia.

Hadist Nabi: “Celakalah manusia yang menjadi hamba dinar (uang)”

Auquu bil uquud = memenuhi perjanjian
Mistaaqon gholidhon = ikatan/perjanjian yang kuat (dalam pernikahan). Perjanjian Nabi dengan Allah juga dinamakan ini (QS 4:21)

Makanan yang diharamkan adalah:
1) Bangkai binatang
2) Darah yang mengalir
3) Daging babi
4) Binatang yang disembelih atas nama selain Allah

“Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir, atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor – atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah…. – QS 6:245

Allah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan dan segala sesuatu yang diketahui oleh manusia.
“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” – QS 36:36

Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah:
“…Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” - QS 28:88

Segala sesuatu di bumi diciptakan Allah SWT untuk manusia:
“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” - QS 2:29

Pusaka Kalalah & Wasiat

Pembahasan 1-Jan-07

QS 4:176 tentang pusaka Kalalah (orang yang ketika meninggal dunia tidak lagi memiliki anak atau orang tua).

Pada jaman Jahiliyyah, perempuan tidak mendapatkan warisan, hanya laki-laki dari pihak ibu sajalah yang mendapat warisan.

Hukum waris (lihat QS 4:11-12)
Surga bagi yang mengikuti hukum Allah, dan neraka bagi yang mengingkarinya:
“(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa ta’at kepada Allah dan rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang benar.” – QS 4:13

“Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya, dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, maka niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.” – QS 4:14

Memakan harta pusaka yang tidak halal.
“dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil), dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.” – QS 89:19-20

Pusaka Kalalah:
Jika meninggal seorang laki-laki yang tidak lagi memiliki orang tua dan anak, tetapi ia masih memiliki:
1) Saudara perempuan 1 orang, maka saudara perempuannya mendapatkan ½ dari harta warisannya, dan ½
dari sisa hartanya tsb diserahkan ke baitul maal.
2) Lebih dari 2 orang saudara perempuan, maka mereka mendapatkan 2/3 dari harta warisan tersebut (2/3
tersebut dibagi 2).
3) Saudara perempuan 1 orang dan saudara laki-laki 1 orang, maka yang laki-laki mendapatkan 2x lebih besar
dari saudara perempuannya.

Jika meninggal seorang wanita dan memiliki saudara laki-laki 1 orang maka saudara laki-laki tsb mewarisi seluruh hartanya.

Wasiat:
* Wasiat yang berhubungan dengan harta hanya diberikan untuk orang tua saja.
* Wasiat untuk orang tua adalah wajib hukumnya (QS 2:170).
* Wasiat juga boleh diberikan untuk saudara-saudara tetapi yang bukan termasuk ahli waris.
* Jumlah wasiat tidak boleh melebihi dari 1/3 harta warisan.

Friday, January 4, 2008

Fujur & Taqwa

Pembahasan pada Sabtu, 10 November 2007

Iman yang sebenarnya adalah:
1) Diucapkan dengan lisan
2) Dibenarkan dengan hati
3) Dibuktikan dengan perbuatan

Ayat-ayat tentang orang-orang munafiq:

“Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: “Kami mengakui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah.” Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.” _ QS 63:1

“Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.” – QS 63:2

“Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti.” – QS 63:3

“Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?” – QS 63:4

“Sebagian (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): “Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mu’min) kembali (kepada kekafiran).” – QS 3:72

Ayat-ayat tentang orang kafir:
“Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir; sesungguhnya mereka tidak sekali-kali dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bahagian (dari pahala) kepada mereka di hari akhirat, dan bagi mereka azab yang besar.” – QS 3:176

“Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, sekali-kali mereka tidak akan dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun; dan bagi mereka azab yang pedih.” – QS 3:177

“Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan.” – QS 3:178

Sebagai orang yang beriman dan berakal kita diperintahkan untuk mendengarkan dan mengikuti apa yang paling baik (bersikap teliti) dalam setiap hal.

“…yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.” – QS 39:18

Ayat tentang orang-orang fasik:
“…orang-orang yang fasik, yaitu orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.” – QS 2:27

Dalam diri manusia ada sifat-sifat ingkar (fujur) dan taat (taqwa):
* Manusia harus berjuang untuk menjadi taqwa (ketaqwaan harus diperjuangkan)
* Manusia harus melawat sifat ingkar (fujur) dengan ketaqwaan dan keimanan
* Contoh tentang ketaqwaan adalah kisah nabi Yusuf ketika hampir tergoda oleh Zulaikha

“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” – QS 12:53

Tidak ada paksaan bagi manusia untuk beriman kepada Allah SWT dan Al-Quran

“Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakana, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka beri peringatanlah dengan Al Quran oran gyang takut kepada ancaman-Ku.” – QS 50:45

Orang-orang Yahudi senang mendengar berita-berita bohong dan banyak memakan yang haram (seperti suap menyuap, dll). Namun demikian, ketika memutuskan suatu perkara Nabi diperintahkan untuk memutuskannya secara adil walaupun perkara tersebut berhubungan dengan orang-orang Yahudi. (QS5:42)

* Hukum qisash juga ada dalam Taurat
(QS 5:45)
* Setiap perkara harus diputuskan berdasarkan hukum dari Allah.
* Setiap ajaran yang tidak ada dalilnya adalah mengikuti hawa nafsu.

Orang-orang beriman dilarang mendoakan orang-orang musyrik (kafir) agar Allah mengampuni dosa-dosa mereka. Namun kita bisa mendoakan orang-orang kafir yang masih hidup agar mereka diberi petunjuk oleh Allah untuk kembali ke Islam.

“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahannam.” – QS 9:113

“…Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri daripadanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.” – QS 9:114

Tentang musibah & cobaan:
* Allah menguji manusia dengan berbagai cobaan agar semakin bertambah keimanan mereka.
* Segala musibah yang menimpa manusia telah ditetapkan oleh Allah SWT.


“Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal.” – QS 9:51

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” – QS 29-2

“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” – QS 29:3

Taubat

Pembahasan pada Sabtu, 3 November 2007

Bertaubat harus diiringi dengan melakukan amal soleh, maka dengan begitulah maka taubat kita akan diterima dan dosa-dosa sebelumnya dihapuskan oleh Allah SWT, seperti tertuang dalam ayat-ayat berikut:

“Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” – QS 5:39

“kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman, dan mengerjakan amal soleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” – QS 25:70

“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” – QS 11:114

Bagi orang-orang yang menyembunyikan kebenaran atau petunjuk Al-Quran yang sebenarnya, maka ia akan dilaknat oleh Allah dan berdosa. Namun jika ia bertaubat, maka terlebih dahulu ia harus mengiringi taubatnya itu dengan berbuat perbaikan dan mengakui kesalahannya, serta menerangkan kebenaran yang semula disembunyikannya kepada khalayak ramai. Dengan demikian baru taubatnya akan diterima oleh Allah SWT. Hal ini seperti tertuang dalam ayat-ayat berikut:

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat mela’nati,” – QS 2:159

“kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” – QS 2: 160

Kebenaran itu datangnya hanya dari Allah SWT dan tidak ada paksaan bagi manusia untuk beriman atau kafir kepada Allah SWT seperti yang dijelaskan di ayat berikut:

“Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir…” – QS 18:29

Dan tugas Nabi Muhammad SAW hanyalah menyampaikan kebenaran dari Allah kepada manusia secara jelas. Nabi tidak bertanggung jawab atas kekafiran manusia, manusia sendirilah yang nantinya harus mempertanggung jawabkan seluruh perbuatannya.

“Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: “Kami telah beriman”, padahal hati mereka belum beriman…” – QS 5:41

“…bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin..” – QS 9:3

“…Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu…” – QS 10:108

“…karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedang Kami-lah yang menghisab amalan mereka.” – QS 13:40

“…maka tidak ada kewajiban atas para rasul, selain dari menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.” – QS 16:35

“…sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.” – QS 16:82

Demikian juga dengan kita manusia, kewajiban kita adalah menyampaikan kebenaran. Kita tidak bertanggung jawab atas dosa dan kesalahan orang lain. Kita bertanggung jawab terhadap perbuatan kita sendiri.

“…Kamu tidak memiliki tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka dan mereka pun tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu,…” – QS 6:52

“…Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan.” – QS 10:41

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri…” – QS 17:7

“…Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.” – QS17:14

Penyesalan orang-orang kafir di akhirat:
Orang-orang yang menyekutukan Allah SWT menyesal di hari kiamat akan kesesatannya dan berharap dapat kembali lagi ke dunia untuk beriman kepada Allah. Mereka menyesali kekafirannya ketika mendapati bahwa orang-orang yang diikutinya semasa di dunia berlepas diri terhadap mereka di akhirat (lihat QS 2:165-167)

Allah SWT menyiksa dan mengampuni siapa saja yang dikehendaki-Nya.

“…disiksa-Nya siapa yang dikehendaki-Nya dan diampuni-Nya bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” – QS 5:40

Do'a

Ketika kita berdoa dan memohon kepada Allah, kita diperintahkan untuk:
1) Berendah diri
2) Memohon dengan suara yang lembut


“…bermohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.” – QS 6:42

“…kamu berdoa kepada-Nya dengan berendah diri dan dengan suara yang lembut…” – QS 6:63

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” – QS 7:55

“…dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” – QS7:56

“…mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).” – QS11:61


Syarat-syarat dikabulkannya do’a:
1) Berdoa
2) Beramal soleh
3) Bersyukur

Mengangkat tangan pada saat berdo’a hanya dicontohkan Nabi ketika berdo’a saat:
1) Sholat meminta diturunkannya hujan
2) Sholat meminta kecerahan/setelah banjir
3) Ziarah ke kubur dan berdo’a untuk ahlul kubur
4) Berada di padang Arafah
5) Setelah melakukan ibadah sa’i
6) Setelah melempar jumroh
7) Setelah khotib selesai ceramah pada sholat Jumat

Doa memohon diberikan kemudahan:
“Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah, dan Engkau menjadikan yang sulit itu mudah jika Engkau menghendaki.”

Doa memohon kesabaran jika diberi cobaan:
“Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.” – QS 2:250