Showing posts with label Kajian Tafsir 2008. Show all posts
Showing posts with label Kajian Tafsir 2008. Show all posts

Friday, December 12, 2008

Pembahasan 1-Nov-08

Lanjutan Penjelasan QS 5:82 (Orang-Orang Yahudi)

QS 2:97 “Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”

* Orang-orang Yahudi adalah orang yang paling tamak dalam kehidupan di dunia.
* Dalam kitab mereka tidak ada larangan untuk berlaku tamak.
* Bani Nadhir adalah suku yang paling tamak dan yang pertama kali diusir oleh Nabi.
* Orang-orang Yahudi juga sangat takabur seperti halnya orang-orang musyrik.
Jika sudah tidak ada lagi yang mengayomi atau membimbing ke arah kebaikan maka rakyat cenderung bersikap keras. Contoh: orang-orang Nasrani adalah orang-orang yang paling dekat dengan orang-orang Islam. Namun sebaliknya dengan orang-orang Yahudi, mereka sangat keras permusuhannya dengan orang-orang Islam karena pendeta-pendeta mereka sudah tidak lagi mengayomi mereka dengan kebaikan-kebaikan.

QS 7:157 “(yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf, dan melarang mereka dari mengerjakan yang munkar, dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik, dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk, dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang apa pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

* Ummi = tidak bisa baca dan tulis.
* Nabi ummi hingga ia meninggal dunia.
* Nabi hanya menyampaikan apa yang Allah wahyukan kepadanya, jadi ayat-ayat yang disampaikan Nabi bukan dari pemikirannya sendiri.
* Hasil tafsiran Nabi tentang ayat-ayat Al Quran seluruhnya tertuang dalam hadist-hadist (sunnah).

QS 75:16-19 “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasainya); Sesungguhnya atas tanggungan Kami lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya; Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu; Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kami lah penjelasannya.”

* Qishissine = pendeta-pendeta Nasrani yang beriman.
* Pendeta-pendeta Nasrani sekarang ini adalah hasil bentukan dari Yahudi yang berpusat di Vatikan, Roma.
* Pendeta-pendeta Nasrani saat ini adalah kebanyakan dari bangsa Yahudi seperti Paus Yohanes (Yahudi Polandia) dan Paus Benedictus (Yahudi Jerman).

QS 3:199 “Dan sesungguhnya di antara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu, dan yang diturunkan kepada mereka, sedang mereka berendah hati kepada Allah, dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya.”

* Qishissine dan Ruban adalah pendeta-pendeta dan rahib-rahib Nasrani yang langsung membenarkan ajaran-ajaran Nabi. Mereka adalah penolong Nabi yang menginginkan agar mereka dapat dikenal sebagai orang-orang mukmin (beriman).

QS 22:78 “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu, dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang Muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu, dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dia-lah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.”

QS 62:10 “Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”

* Aliran Jabariyah hanya pasrah saja pada qodar Allah tanpa berusaha apa-apa (hanya ibadah saja, tanpa melakukan usaha-usaha untuk mencari karunia Allah).

QS 2:216 “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

* Jihad itu bukan berarti melulu perang. Jihad adalah bersungguh-sungguh (dari kata ‘jahada'). Sementara itu perang adalah dari kata ‘qital’. Maksudnya jihad adalah bersungguh-sunguh dalam menjalankan agama/beribadah seperti belajar agama, beribadah dengan benar, dll.
* Perintah berperang baru terjadi pada tahun ke-2 H, setelah diturunkannya perintah untuk berpuasa Ramadhan (pada tgl. 17 Ramadhan).
* Karena orang-orang musyrik takut Islam akan berjaya maka mereka senantiasa berupaya untuk memerangi dan menghancurkan Islam.
* Perang Badar = perang pertama yaitu terjadi pada tgl. 17 Ramadhan 2 H.
* Badar = nama kota yang terang benderang pada saat bulan purnama.
* Dalam perang Badar, umat Islam berperang dengan perlengkapan seadanya.
* Ketika diperintah untuk berperang, umat Islam menaatinya karena ketaatan dan keimanan mereka begitu besarnya kepada Allah dan Nabi. Pertolongan Allah datang setelah mereka berperang.
* Perang Badar berlangsung hingga malam hari dan kejadiannya persis seperti pada saat turunnya Al Quran (17 Ramadhan), dan pada saat itulah Allah memberikan kemenangan kepada umat Islam.
* Ghonimah (harta rampasan perang) yang paling banyak diperoleh umat Islam adalah dari perang Badar.
* Nabi mempersiapkan umat Islam untuk berperang dalam perang Badar dengan persiapan yang sangat matang.
* Sejak saat itulah umat Islam tidak dapat dikalahkan lagi hingga Nabi wafat.
* Rasul berperang sebanyak 28 kali, dan 36 kali mengutus para sahabatnya untuk mencari informasi yang kadang juga berakhir dengan perang.
* Perang terakhir Rasul adalah perang Tabuk melawan bangsa Romawi. Tentara Romawi tidak muncul dalam peperangan ini (terjadi pada tahun 9 H dan di bulan Ramadhan juga).
* Jarak antara Tabuk dan Romawi adalah 1000 km.
* Pada tahun 8 H, seluruh berhala dan orang-orang musyrik sudah habis dan tidak ada lagi di kota Mekkah.
* Nabi pergi ke Tabuk untuk berperang dengan bangsa Romawi karena Allah sudah menjanjikan bahwa Romawi pasti akan kalah (QS 30:2 & 3).

QS 30:2 & 3 “Telah dikalahkan bangsa Romawi; di negeri yang terdekat, dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang.”

* Setelah Nabi wafat, para sahabat merenuskan perjuangan Nabi untuk memperluas kekuasaan Islam di wilayah-wilayah lainnya seperti, di Libanon, Syiria, Palestina, Irak, Spanyol, dll yang sebelumnya penduduknya bukanlah bangsa Arab.
* Para sahabat Nabi setelah berhasil memperluas kekuasaan Islam di wilayah-wilayah tersebut, kemudian menetap dan menikah dengan penduduk setempat, sehingga lahirlah keturunan-keturunan Arab, dan mereka juga berbahasa Arab.

Tentang Haji
* Haji – Hajjah = mencapai tempat tertentu pada waktu yang telah ditentukan.
* Ayat yang mendasari orang mengazani orang-orang yang akan berhaji adalah QS 22:27. Padahal arti ‘adzin’ dalam ayat itu adalah memberitahu (menginformasikan), seperti layaknya orang yang meminta izin ketika akan pergi atau pulang ke/dari suatu tempat.

QS 22:27 “Dan berserulah (informasikan) kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus, yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”

QS 5:83
“Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad SAW).”

* Pendeta-pendeta dan Rahib-rahib Nasrani sangat ingin menjadi orang-orang yang soleh karena mereka langsung beriman kepada kebenaran.

* Ru’iyyah = yang dipimpin = rakyat.

* Umat Islam sebaiknya berbeda pendapat hanya dalam urusan dunia saja bukan dalam urusan agama karena urusan agama sudah ditentukan/ditetapkan oleh Allah SAW, sementara itu untuk urusan dunia manusia diberi wewenang untuk mengaturnya sendiri.

QS 24:55 “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu, dan mengerjakan amal-amal yang soleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

*****

Tuesday, October 21, 2008

Pembahasan 20-Sept-08

Orang-Orang Musyrik

QS 5:81
“Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa), dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.”

* Pada zaman Nabi Muhammad, orang-orang musyrik bersatu dengan suku-suku lain untuk menyerang Islam seperti yang tertera pada QS Al Ahzab tentang Perang Khandaq (Parit) – QS 33:9-11.

QS 33:9 “Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.”

QS 33:10 “(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan, dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka.”

QS 33:11 “Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat.”

* Al Ahzab = golongan yang bersekutu.

* Perang Khandaq juga disebut Perang Ahzab.

* Perang Khandaq adalah perang yang paling berat bagi umat Islam di zaman Nabi Muhammad karena umat Islam diserang dari 2 penjuru yaitu dari dalam oleh orang-orang musyrik dan dari luar oleh orang-orang munafik Yahudi.

QS 10:62 “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

QS 10:63 “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.”

* Orang-orang beriman adalah wali-wali Allah dan mereka tidak merasa khawatir dan bersedih hati.

* Orang-orang yang tidak menjadikan Allah sebagai walinya maka keimanan dan ketakwaannya patut dipertanyakan.

QS 24:55 “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang soleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjanjikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

* Allah akan memberikan kekuasaan kepada umat Islam seperti dahulu kala jika mereka beriman dan beramal soleh.

* Jika umat Islam mengamalkan apa yang telah ditentukan dalam Al Quran dan Sunnah, serta terus beristiqomah dalam Islam, maka Allah akan memberikan cinta dan rahmatNya kepada kita dan akan menjadikan umat Islam kembali berkuasa di bumi.

QS 3:31 “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

* Allah tidak akan mengubah nikmat terhadap suatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada dalam diri mereka.

QS 13:11 “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

QS 8:53 “Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkanNya kepada sesuatu kaum hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

* Agar doa-doa kita terkabul maka kita harus mengiringinya dengan amal soleh.

* Umat Islam saat ini seharusnya bercermin dan belajar dari sejarah kebangkitan Islam yang dipimpin oleh Nabi Muhammad. Nabi hanya membutuhkan waktu 23 tahun untuk menguasai wilayah yang terbentang dari Persia hingga Romawi.

* Umat Islam selalu memiliki hubungan dengan dunia dan akhirat oleh karena itu umat Islam tidak boleh memisahkan keduanya dalam kehidupan sehari-hari dan dalam bidang apapun.

QS 28:77 “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi, dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

* Kehidupan yang utama adalah kehidupan akhirat, sementara kehidupan dunia layaknya seperti musafir, yaitu tempat persinggahan.

* Kenikmatan yang diberikan Allah harus diutamakan untuk kehidupan akhirat terlebih dahulu baru kemudian untuk urusan dunia. Manusia juga tidak boleh melupakan bagiannya di dunia ini.

* Tujuan umat Islam adalah kehidupan akhirat. Dunia ini adalah tempat berjuang untuk memperoleh kehidupan akhirat tersebut.

Hukum yang Berhubungan dengan Hari Jumat

QS 62:9 “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseur untuk menunaikan sholat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah, dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

QS 62:10 “Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”

QS 62:11 “Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya, dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhutbah). Katakanlah: “Apa yang di sisi Allah adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan.” Dan Allah sebaik-baik Pemberi rezki.”

Tentang Sholat Taraweh

* Pada zaman Abu Bakar, sholat taraweh 11 rakaat, tetapi dilakukan tidak berjamaah. Baru pada zaman Umar, sholat taraweh 11 rakaat dan dilakukan secara berjamaah.

* Tidak ada sholat malam/tahajjud lagi setelah sholat taraweh. Sholat tahajjud pada bulan Ramadhan disebut sholat taraweh. Sebaiknya sholat taraweh dilakukan pada 1/3 malam.

QS 5:82
“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata; “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani.” Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.”

* Orang-orang Yahudi dan musyrik adalah orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap umat Islam.

* Sementara orang-orang Nasrani adalah orang-orang yang paling bersahabat dengan umat Islam (pada masa Nabi).

* Namun sekarang, orang-orang Nasrani telah terpengaruh oleh orang-orang Yahudi untuk memusuhi umat Islam.

QS 35:28 “Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

* Ahli zikir = Ahli Al Quran.

* Sholat adalah zikir kepada Allah yang paling besar.

* Zikir perbuatan adalah dengan mengamalkan perintah Allah dalam rangka bersyukur terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah. Semua amal soleh adalah zikir.

QS 2:152 “Karena itu, ingatlah kamu kepadaKu niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepadaKu, dan janganlah kamu mengingkari nikmatKu.”

* Dalam segala perbuatannya, orang beriman harus selalu berzikir (mengingat) kepada Allah.

Sunday, September 14, 2008

Pembahasan 14-Sept-08

Laknat Allah terhadap Orang-Orang Yahudi

QS 5:78
“Telah dilaknati orang-orang kafir dan Bani Israil dengan lisan Daud dan ‘Isa putra Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.”

* Allah SWT melaknati orang-orang kafir dari Bani Israil melalui ayat-ayat dalam Taurat dan Injil.

QS 2:109 “Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

* Allah melaknat orang-orang yang menyembunyikan ayat-ayat Allah dan terhadap orang-orang kafir.
Bani Israil adalah umat yang paling membangkang dan tidak pernah bersyukur. Oleh sebab itu Allah melaknati mereka.

QS 17:4 “Dan telah Kami tetapkan kepada Bani Israil dalam Kitab itu; “Sesungguhnya kamu akan membuata kerusakan di muka bumi ini dua kali, dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.”

QS17:5 “Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampong-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.”

* Dalam kedua ayat tersebut, Allah telah menetapkan laknatnya kepada Bani Israil atas kesombongan mereka, dan mereka pun mendapatkan kehancuran.

QS 33:66 “Pada hari ketika muka mereka dibolak balikkan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.”

QS 33:67 “Dan mereka berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).”
QS 33:68 “Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar.”

* Keadaan orang-orang kafir di akhirat nanti ketika mereka menyesali perbuatan mereka sewaktu di dunia karena mengikuti kesesatan para pemimpinnya.

* Mereka pun memohon agar Allah dapat mengazab dan mengutuk para pemimpin yang telah menyesatkan mereka dua kali lipat.

QS 47:33 “Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu.”

* Jangan menggugurkan amalan-amalah kita dengan melakukan perbuatan-perbuatan syirik.

* Nabi pernah bersabda bahwa umat yang paling sempurna keimanannya adalah umat setelah zaman sahabat, yaitu umat yang beriman kepada Nabi padahal mereka tidak pernah bertemu Nabi. Dan mereka beriman kepada Al Quran padahal mereka tidak tahu sebab-sebab diturunkannya ayat-ayat Al Quran.

QS 59:10 “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: “Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati Kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

* Doa dalam ayat ini dapat digunakan untuk mendoakan orang-orang muslim yang sudah meninggal dunia secara umum.

* Selain itu, kita juga bisa mendoakan orang-orang muslim yang sudah meninggal dengan berziarah dan doanya juga secara umum saja (lihat hadist 617 BM).

QS 5:79
“Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.”

* Di antara orang-orang kafir Bani Israil, mereka tidak ada yang saling melarang perbuatan-perbuatan munkar di antara mereka.

* Hal ini sangat bertentangan dengan umat Islam yang diperintahkan Allah untuk senantiasa berbuat baik dan mencegah kemunkaran.

*Akan lebih sulit mencegak kemunkaran terhadap hal-hal yang sudah dianggap baik oleh masyarakat, walaupun sebenarnya amalan tersebut adalah salah atau tidak ada dalilnya, seperti amalan-amalah dan ibadah-ibadah bid’ah.

* Kemunkaran yang tidak dicegah dan dibiarkan saja akan menjadi sebuah kebiasaan di masyarakat.

QS 3:104 “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”

* Jika kita membiarkan kemunkaran terus terjadi/berlangsung maka murka, laknat dan azab Allah akan datang.

QS 5:80
“Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.”


* Orang-orang musyrik dan musuh-musuh Islam saling bantu membantu untuk menghancurkan Islam.

QS 2:120 “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar). Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”

QS 2:105 “Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu. Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar.”

* Musuh-musuh Islam akan terus berupaya untuk menghancurkan Islam hingga umat Islam mengikuti agama mereka.

Monday, September 8, 2008

Pembahasan 6-Sept-08

Menyembah kepada Selain Allah

QS 5:76
“Katakanlah: “Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?” Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

- 300 tahun setelah diangkatnya Nabi ‘Isa AS, Ahli Kitab berubah dalam beribadah. Mereka tidak lagi murni menyembah hanya kepada Allah, tetapi mereka menganut prinsip yang disebut Trinitas.


- Pada masa itu, para pendeta tunduk kepada para penguasa karena mereka dibayar.


- Dalam syait-syair salawat (seperti salawat Badar dan Nawiyah) terdapat banyak kemusyrikan karena di dalamnya Nabi telah dijadikan perantara kepada Allah (seperti halnya umat Nasrani yang menjadikan Nabi ‘Isa sebagai perantara).


- Dalam QS 1:5 Allah telah memerintahkan manusia untuk berdoa dan memohon pertolongan hanya kepada Allah SWT secara langsung tanpa perantara.

QS 16:51 “Allah berfirman: “Janganlah kamu menyembah dua tahun; sesungguhnya Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa, maka hendaklah kepada-Ku saja kamu takut.”

- Dalam ayat tersebut Allah berfirman secara langsung.

QS 16:49 “Dan hanya kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri.”

QS 3:83 “Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan.”

QS 7:179 “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telingan (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”

QS 21:30 “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu? Kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”

- Allah sengaja memisahkan langit dan bumi untuk manusia yang bertugas sebagai khalifah (wakil) Allah di bumi yang harus tunduk dengan aturan-aturan yang dibuat oleh Allah.

QS 2:30 “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Menurut sunatullah, seorang manusia yang menjadi khalifah maka otomatis ia akan taat kepada perintah/aturan Allah.
Fitrah manusia adalah menentang dan melampaui batas karena manusia melihat dirinya sudah serba cukup (QS 96:6-7). Oleh karena itu banyak terjadi kerusakan di muka bumi.
Setelah zaman Nabi Idrus atau pada zaman Nabi Nuh, manusia kembali menjadi manusia yang sebenarnya dengan sifat aslinya (yaitu sebagai seorang pembangkang dan melampaui batas). Manusia sudah tidak lagi sebagai khalifah.

QS 96:6-7 “Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup.”

QS 71:23 “Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu, dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwaa’, yaghuts, ya’uq dan nasr.”

Wadd, suwaa’, ya’uq dan nasr adalah sembahan-sembahan umat Nabi Nuh yang nama-namanya diambil dari nama-nama orang-orang sholeh akibat dari pengkultusan. Oleh sebab itu, Islam melarang pengkultusan kepada seseorang ulama pun.

QS 29:14 “Dan sesungguhnya kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim.”

QS 29:15 “Maka kami selamatkan Nuh dan penumpang-penumpang bahtera itu dan Kami jadikan peristiwa itu pelajaran bagi semua umat manusia.”

Nabi-nabi yang berbangsa Arab adalah: Nuh, Soleh, Syuaib, Hud dan Muhammad. Mereka semuanya berbahasa Arab.
Nabi-nabi yang berbangsa Ibrani adalah: Ibrahim, Ismail, ‘Isa, Daud, Musa, Ya’kub, Ishak, Yusuf, Yunus. Mereka semuanya berbahasa Ibrani.
Ahli Kitab adalah keturunan Bani Israil yang diberi banyak kitab yaitu: Taurat, Zabur dan Injil.
Kebanyakan dari umat-umat para nabi tidak beriman.

QS 64:2 “Dia-lah yang menciptakan kamu maka di antara kamu ada yang kafir dan di antaramu ada yang beriman. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Kebanyakan manusia adalah kafir.
Iblis juga telah bersumpah bahwa mereka akan menyesatkan manusia kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas dan terpilih.
Allah memerintahkan manusia untuk menjadikan iblis sebagai musuh, tetapi kebanyakan manusia menjadikan iblis sebagai teman dekat sehingga banyak manusia yang tersesat.
Iblis menyesatkan manusia melalui ulama-ulama yaitu dengan menciptakan ibadah-ibadah tambahan atau bid’ah.

QS 7:172 “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).”

Jiwa atau ruh manusia telah mengambil kesaksian kepada Allah tentang ke-Esa-annya.

QS 5:77
“Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad), dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.”

Jika kita menetapkan hukum yang berdasarkan Al Quran dan Sunnah, maka menjalankan hukum tersebut sudah termasuk ibadah.
Dalam ayat di atas, orang-orang Nasrani telah berlebihan dan melampaui batas dalam menghormati Nabi ‘Isa dan Maryam (ibunya) yang dianggap sebagai Tuhan. Dan hal ini telah menyimpang jauh dari agama Nabi ‘Isa yang sebenarnya, yaitu Islam.
Hukum-hukum seperti sholat, puasa, zakat, dll yang terdapat di dalam Taurat, Zabur, dan Injil sama dengan apa yang tertera dalam Al Quran. Namun orang-orang Nasrani akhirnya mengubah-ubahnya sehingga banyak ajaran/hukum yang menyimpang.

QS 3:43 “Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’.”

Maryam pun sudah melaksanakan sholat berjamaah ketia itu berdasarkan perintah-Nya.
Rasulullah SAW meninggalkan pesan kepada seluruh umatnya untuk sholat seperti sholatnya beliau.
Sholat yang tidak sesuai dengan sholat Nabi, maka sholatnya batal.
Tahapan dalam sholat:
- Sempurnakan shubuh
- Menghadap kiblat
- Membaca taqbir

QS 50:16 “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.”

Sholat tidak boleh membaca ‘usholli’ karena dengan melakukan tahapan-tahapan dalam sholat tersebut, maka sudah pasti seseorang akan mengerjakan sholat.

Monday, August 18, 2008

Pembahasan-16-Agustus-2008

Orang-Orang Kafir (lanjutan)

QS 5:74
“Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”


* Karena kasih sayang-Nya, Allah kembali menghimbau orang-orang kafir (yang disebutkan dalam QS 5:72 & 73) untuk bertobat dan memohon ampun kepada Allah.

* Allah masih memberi kesempatan kepada orang-orang kafir untuk bertobat kepada-Nya.

QS 23:99 “(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia).”

QS 23:100 “agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.”

* Orang-orang kafir memohon kepada Allah saat menjelang kematian mereka agar dikembalikan lagi ke dunia untuk beramal soleh dan beriman kepada-Nya. Namun sudah terlambat.

* Boleh tinggal dan menjadi warga negara di negara-negara sekuler yang pemimpinnya orang-orang kafir, tetapi tidak boleh memilih pemimpin yang sudah jelas adalah orang-orang kafir.

* Tiada seorang pun atau sesuatu pun yang mampu mengalahkan Allah.

* Sebagai orang Islam dan beriman, kita jangan bosan-bosan untuk bertobat dan memohon ampun kepada Allah karena Allah Maha Pengampun dan Penerima Taubat.

QS 39:53 “Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Pengampun lagi Maha Penyayang.”

QS 24:31 “… Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.”

* Wanita Islam harus menjaga auratnya terhadap wanita non-muslim (aurat utama). Boleh membuka jilbab tetapi tetap memakai pakaian yang sopan dan menutup aurat utama.

QS 66:8 “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami, dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

* Dengan bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya (taubatan nasuha), kita masih memiliki harapan untuk masuk surga.

QS 24:58 “Hi orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baligh di antara kamu (dalam satu hari yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari, dan sesudah sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang isya’. (Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu itu). Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

QS 24:60 “Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawain (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

* Semua manusia diharapkan dapat masuk surga semuanya kecuali yang memang tidak mau masuk surga yaitu yang tidak mau menerima aturan/agama Allah.

QS 5:75
“Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).”

* Khalilullah (kekasih Allah) adalah sebutan bagi Nabi Ibrahim.
* Karimullah (orang yang berbicara kepada Allah) adalah sebutan bagi Nabi Musa
* Al Masih (orang yang terkemuka di dunia) adalah sebutan bagi Nabi ‘Isa.
* Dalam Islam tidak ada Nabi/Rasul perempuan. Semua Nabi/Rasul adalah laki-laki.
* Maryam bukanlah nabi dan ia tidak mendapatkan wahyu, melainkan ilham dari Allah.

QS 2:170 “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami.” “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?”

* Rasulullah adalah mustofa yaitu orang pilihan
* Rasulullah tidak suka jika ia datang dan orang-orang berdiri untuk menghormatinya karena ia khawatir akan dikultuskan oleh umatnya.

Tuesday, August 12, 2008

Pembahasan 9-Aug-08

Kafir Orang yang Menyekutukan Allah

QS 5:76
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam,” padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang perpersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.”

Ahli Kitab mengatakan bahwa Allah adalah Al Masih, oleh karena itu mereka termasuk orang-orang yang kafir.
Orang-orang Yahudi, mereka mengatakan bahwa Allah adalah Uzair, dan mereka juga termasuk orang-orang yang kafir.

Nabi ‘Isa AS tidak pernah menyuruh umatnya untuk menyembahnya. Nabi ‘Isa menyuruh umatnya untuk hanya menyembah kepada Allah semata.

Demikian juga dengan umat Islam yang menyekutukan Allah, maka mereka juga termasuk orang-orang yang kafir.

Segala ibadah kepada Allah didasarkan kepada keimanan dan bukan akal sehat. Sebagai hamba yang taat kepada-Nya, maka kita harus patuh dan tunduk dalam melaksanakan ibadah kepada Allah sesuai dengan ajaran agama.

QS 35:28 “Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata, dan binatang-binatang ternak, ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

Para Ulama tidak berhak untuk membuat jenis-jenis peribadatan baru kepada Allah. Seluruh ibadah kepada Allah telah ditentukan oleh Allah di dalam Al Quran dan Sunnah Rasul.

QS 31:34 “Sesungguhnya Allah hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Ramal meramal diharamkan dalam Islam. Tetapi mengamati dan menganalisa sesuatu hal guna menemukan kesimpulan akhir diperbolehkan.

Syirik adalah dosa besar yang tidak akan diampuni Allah (kecuali dengan tobat yang sebenar-benarnya dan diiringi amal soleh).

Nabi Ibrahim AS dijuluki Bapak para Nabi dan Bapak Tauhid karena ia yang sangat keras dalah mentauhidkan umatnya serta menghapuskan syirik di antara umatnya.

QS 3:159 “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampunan bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu (duniawi). Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”

Rukun Iman ke-6 adalah percaya kepada qadar dari Allah, baik maupun buruk.

Jika kita telah bertekad bulat dan menjalankan segala sesuatunya berdasarkan ketentuan Allah, maka kita wajib untuk berserah diri (bertawakkal) kepada qadar Allah.

QS 21:28 “Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.”

QS 21:29 “Dan barangsiapa di antara mereka mengatakan: “Sesungguhnya aku adalah tuhan selain daripada Allah,” maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim.”

Orang-orang yang syirik dan kafir disebut juga sebagai orang-orang yang zhalim, dan tempat mereka adalah di neraka jahannam.

Di antara para nabi, Nabi Muhammad SAW memiliki wewenang yang paling banyak dalam hal tanggung terhadap umatnya karena Nabi memiliki umat terbanyak hingga hari kiamat.

Siapa yang membaca doa setelah azan berkumandang akan mendapat syafaat dari Nabi Muhammad SAW.

Nabi ‘Isa juga memiliki syafaat terhadap umatnya yang percaya kepada Allah dan ia sebagai nabi.

QS 21:107 “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”

Dunia menjadi damai dan sejahtera setelah adanya ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad.

QS 17:70 “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”

Allah melebihkan dan membedakan manusia dengan makhluk Allah lainnya dengan ajaran Islam.

Islam-lah yang menghapuskan diskriminasi rasial dalam kehidupan manusia di dunia.

Manusia adalah wakil Allah di bumi ini dan bertugas untuk menjalankan amanah dari Allah.

Manusia tidak membuat hukum, manusia hanya menaati aturan dan hukum yang telah dibuat oleh Allah.
Di bawah kepemimpinan dengan sistem Khalifah, Islam berhasil mencapai kemenangan, kesejahteraan, keamanan serta ketentraman di dunia.

Khalifah Ustmaniah (di Turki) merupakan khalifah Islam terakhir sebelum akhirnya dikalahkan oleh bangsa Eropa.

QS 5:73
“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga,” padahal sekali-kali tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakana itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpakan siksaan yang pedih.”

QS 3:64 “Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada satu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah, dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun, dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”

Ajakan kepada manusia untuk kembali ke agama Tauhid (Islam).

*****

Saturday, July 19, 2008

Pembahasan 19-Juli-08

Orang-Orang Beriman

QS 5:69
“Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

* Ayat yang sama juga tertulis pada QS 3:137
* Shabiin adalah penyembah bintang/berhala.
* Yahudi adalah golongan orang-orang yang kembali/tobat ke ajaran Nabi Musa (Taurat), dan mereka pada zaman Nabi Musa adalah termasuk orang-orang yang soleh.
* Nasrani adalah golongan orang-orang Anshor yang membantu Nabi ‘Isa dalam menyampaikan ajaran Injil (Islam) pada zaman Nabi ‘Isa.
* Sebagai orang beriman kita diperintahkan Allah untuk selalu meningkatkan keimanan kita agar keimanan itu tidak luntur.
* Seseorang dikatakan beriman jika ia telah mencintai apa-apa yang diturunkan Allah dan Rasul.
* Orang-orang beriman tidak ada rasa khawatir dan tidak bersedih hati karena selalu berserah diri kepada Allah dan percaya bahwa segala sesuatu telah tertulis dalam Lauh Mahfuzh (QS 5:22)

QS 57:22 “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”

* Amal soleh dapat mengubah ketetapan Allah.

QS 49:1 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

* Tugas ulama adalah menyampaikan ayat-ayat Allah, bukan membuat-buat ibadah/hukum baru dalam agama.

QS 5:3 “… Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamanu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu menjadi agama bagimu…”

* Hari ini dalam ayat diatas adalah hari Jumat, 9 Dzul Hijjah, di Padang Arofah, pada tahun 10 H.
* Pada saat itu, keadaan umat Islam sangat kuat dan berjaya.

QS 17:81 “Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap.” Sesungguhnya yang bathil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.”

* Kita harus yakin bahwa kebenaran pasti akan datang dan kebathilan akan lenyap.
* Perpecahan umat Islam di masa lalu diawali dengan adanya penambahan-penambahan ajaran/hukum.
* Setelah diturunkannya QS 5:3 tersebut di atas sudah tidak ada lagi hukum-hukum dan wahyu-wahyu baru.
* Penambahan-penambahan ajaran dalam Islam pertama kali diperkenalkan oleh orang-orang Persia.
* Pada abad ke-6 mulai banyak ajaran-ajaran baru yang dimasukkan ke dalam Islam (setelah zaman Khulafaur Rasyiddin).
* Amal soleh adalah amal yang layak dilaksanakan. Amal soleh bukanlah amal baik tetapi amal yang benar dan telah layak untuk dilaksanakan karena sudah sesuai dengan Al Quran dan Sunnah.
* Agama Islam adalah Diinul Haq (Agama yang Haq) karena ada keterangannya yaitu Al Quran. Sementara agama lain adalah Diinul Bathil karena tidak memiliki keterangan (kitab).
* Tawakuf adalah berhenti dulu untuk melakukan sesuatu ibadah karena masih mencari dalil-dalil yang benar. Baru setelah dalil-dalilnya sudah ditemukan dan diyakini kebenarannya maka ibadah tersebut dapat dijalankan.

QS 3:104 “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”

QS 3:110 “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”

* Tugas umat Islam adalah menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran

Orang-Orang yang Langsung Masuk Surga

QS 4:69 “Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”

QS 9:100 “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamany. Itulah kemenangan yang benar.”

Sunday, July 6, 2008

Pembahasan 5-Juli-08

Kewajiban Rasul Menyampaikan Agama

QS 5:67
“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.”

  • Perbedaan antara Rasul dan Nabi adalah Rasul memiliki tugas tabligh (menyampaikan), sementara Nabi tidak memiliki tugas tabligh melainkan hanya memberi contoh dengan amal baik saja.

  • Rasulullah hanya diperintahkan untuk menyampaikan risalah agama saja. Ia tidak membuat-buat risalah sendiri, melainkan semua risalah agama datangnya hanya dari Allah.

QS 29:45 “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

  • Ulama adalah pewaris para nabi/rasul, oleh karena itu tugas ulama juga hanya sebatas menyampaikan Al Quran tanpa harus menambah-nambahkannya.

  • Rasulullah adalah mufassir pertama (mufassir = orang yang menjelaskan makna Al Quran).

  • Rasul mengizinkan para sahabat bertanya kepadanya jika ada hal-hal yang belum jelas mengenai Al Quran. Namun untuk hal-hal yang sudah jelas, Rasul melarang untuk menanyakannya tetapi ia memerintahkan untuk langsung mengamalkannya saja.

  • Hal ini agar umat Islam tidak seperti bani Israil yang gemar menanyakan hal-hal yang sudah jelas. Oleh karena itu bani Israil terpecah belah menjadi 72 golongan. Umat Islam pun akan terpecah belas seperti bani Israil jika berlaku demikian.

  • Semua hal yang disampaikan Rasul harus diterima dengan ikhlas dan untuk selanjutnya diamalkan, walaupun terkarang sangat berat karena bertentangan dengan hawa nafsu manusia.

  • Para imam terdahulu (seperti Imam Syafe’I, Imam Malik, Imam Hambali, Imam Hanafi, dll) tidak memerintahkan murid-muridnya untuk hanya mengikuti apa yang mereka katakan, tetapi mereka meminta agar murid-muridnya untuk mencari hadist-hadist atau dalil-dalil yang isnadnya jelas, dan meninggalkan hadist-hadist dan dalil-dalil yang lemah walaupun ia datangnya dari para imam terdahulu tersebut.

  • Namun pada generasi-generasi dari murid-murid para Imam tersebut pada akhirnya banyak yang menyimpang dari perintah para imam tersebut yang menyebabkan terjadinya kefanatikan kepada sosok Imam tertentu.

  • Kefanatikan umat Islam terhadap Imam atau mazhab masing-masing membuat orang-orang Kristen (tentara Salib) menggunakan kelemahan ini untuk mengalahkan Islam dengan menguasai negeri Palestina.

  • Setelah Palestina dikuasai oleh kaum Kristen selama 100 tahun lewat perang Salib, akhirnya Palestina kembali dapat direbut oleh tentara Islam yang dipimpin oleh Panglima Salahuddin dengan menyatukan seluruh umat Islam dari berbagai mahzab.

QS 3:132 “Dan taatilah Allah dan Rasul supaya kamu diberi rahmat.”

  • Taat kepada Allah dan Rasul artinya adalah dengan mengamalkan hadist-hadist dan dalil-dalil yang datangnya hanya dari Allah dan Rasul saja. Jika telah dinyatakan lemah, maka kita wajib meninggalkannya.

QS 4:82 “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.”

QS 47:24 “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?”

  • Tadabbur Al Quran adalah benar-benar mengetahui dan memahami ayat-ayat Al Quran dari segi tata bahasa Arabnya, asbabun nuzulnya, risalahnya, maknanya secara keseluruhan. Demikian juga yang dinamakan dengan Tadabbur Hadist.

  • Nabi tidak memiliki wewenang dalam urusan dunia. Seperti keputusan dalam berperang, Nabi selalu mendengarkan dan mengikuti pendapat/saran dari para sahabatnya.

  • Nabi hanya memiliki wewenang dalam urusan agama/akhirat.

  • Dalam mengikuti dan menjalankan agama, kita harus senantiasa memiliki keterangannya (bayan).

QS 3:138 “(Al Quran) ini adalah penerang bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.”

QS 17:9 “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mu’min yang mengerjakan amal soleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.”

QS 2:100 “Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman.”

QS 2:214 “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya; “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”

Monday, June 23, 2008

Pembahasan 21-Juni-2008

Orang-Orang Yahudi

QS 5:66
“Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil, dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.”

- Di dalam Taurat, jika manusia melakukan taubat maka mereka harus mengikutinya dengan membunuh diri. Dan inilah yang diperintahkan Allah SWT di dalam Taurat. (QS 2:54)

QS 2:54 “Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya; “Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu, dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”

- Di dalam Taurat dan Injil telah tertulis berita tentang Nabi Muhammad SAW. Dan bagi sebagian Ahli Kitab yang percaya kepada berita tersebut, mereka adalah termasuk orang-orang yang beriman.

QS 7:157 “(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf, dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar, dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik, dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk, dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang (terang yang diturunkan kepadanya (Al-Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

- Taubat yang benar adalah taubat yang diiringi dengan amal soleh.

QS 25:71 “Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal soleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.”

- Nabi Muhammad SAW tidak menyolatkan orang yang meninggal karena bunuh diri.

- Dengan bertaubat semoga Allah menghapuskan segala dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan manusia.

QS 66:8 “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu, dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami, dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

- Allah akan memberikan keberkahan bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa

QS 7:96 “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

- Doa memohon rahmat dan ampunan dari Allah SWT

QS 33:109 “Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hambaKu berdoa (di dunia): “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami, dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi Rahmat Yang Paling Baik.”

- Utusan Allah yang pertama kali mengajak manusia untuk menyembah Allah SWT adalah Nabi Nuh AS.

- Nabi Nuh AS berdakwah kepada kaumnya selama 950 tahun lamanya.

QS 29:14 “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim.”

- Sangat sulit bagi Nabi Nuh AS untuk berdakwah kepada umatnya karena umatnya masih menyembah banyak tuhan (yaitu berhala-berhala).

- Manusia biasanya kembali ingkar kepada Allah SWT setelah nabinya wafat. Lalu Allah SWT mengazab mereka, dan kembali mengutus Nabi lain setelahnya hingga Nabi Muhammad SAW.

- Nabi ‘Isa AS diberi gelar Al Masih yang diartikan oleh orang-orang Nasrani sebagai Penghapus Dosa-Dosa (berasal dari kata ‘masaha’ yang artinya menghapus). Namun Al Masih sendiri berarti orang yang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan orang yang didekatkan kepada Allah (QS 3:45)

QS 3:45 “(Ingatlah) ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) dari padaNya, namanya Al Masih ‘Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).”

- Nabi ‘Isa AS diselamatkan oleh Allah pada hari kelahirannya, wafatnya dan kebangkitannya lagi.

QS 19:33 “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”

- Nabi ‘Isa AS akan dibangkitkan kembali 40 tahun sebelum hari kiamat (HR Bukhari Muslim). Pada saat itu umat Islam sudah tidak ada lagi di dunia. Nabi ‘Isa AS akan datang sebagai seorang Mahdi (penuntun) yang bertugas menuntun umat manusia agar kembali ke agama Islam/ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

Dalam QS 59:18, tugas manusia yang harus diperjuangkan selama hidup di dunia adalah:
1) Beriman kepada Allah
2) Bertakwa kepada Allah
3) Mengadakan introspeksi diri tentang amal soleh yang sudah kita kerjakan

QS 59:18 “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

- Kita harus bertakwa dengan sebenar-benarnya kepada Allah dan jangan sampai kita meninggal kecuali dalam keadaan beragama Islam.

QS 3:102 “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepadaNya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”

- Allah SWT mengambil Perjanjian yang Kuat (mitsaqon qholidah) hanya dalam 2 perkara, yaitu:
1) Perjanjian dengan para Nabi; dan
2) Perjanjian antara suami dan istri

QS 4:21 “Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-istri. Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.”

QS 2:64 “Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmatNya atasmu, niscaya kamu tergolong orang-orang yang rugi.”

QS 2:83 “Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah sholat, dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.”

QS 2:84 “Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampong halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya.”

- Bangsa Israil selalu melanggar semua perjanjian yang kuat dengan Allah SWT, maka datanglah azab Allah kepada bangsa Israil.

- Bangsa Israil terbagi menjadi 12 suku, dan mereka selalu berselisih dan saling membunuh di antara mereka.

- Bangsa Israil terbagi menjadi 2, yaitu:
1) Israil Palestine keturunan Arab yang berasal dari keturunan sahabat-sahabat Nabi
2) Israil Eropa yang dibawa oleh Romawi ke Eropa sebagai budak (Bangsa Romawi pernah menjajah Israil)

- Perjanjian Zion adalah perjanjian bangsa Israil untuk memperbudak seluruh manusia di luar bangsa Yahudi. Perjanjian ini juga disebut dengan Gerakan Zionisme.

- Allah mempergilirkan kejayaan dan kehancuran kepada manusia

QS 3:140 “…Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir), dan supaya sebagian kamu dijadikanNya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.”

- Di antara Ahli Kitab ada juga orang-orang yang beriman kepada Allah.

QS 3:113 “Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).”

QS 3:114 “Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegak dari yang munkar, dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang soleh.”

- Terdapat tanda kenabian di belakan Nabi Muhammad SAW yang hanya dapat dilihat oleh para Ahli Kitab karena tanda kenabian tersebut telah dijelaskan dalam Taurat.

- Warakah bin Naufal (paman Siti Khadijah) adalah orang pertama yang menyatakan kenabian Nabi Muhammad SAW, setelah diceritakan tentang bagaimana Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu di Gua Hira’. Orang kedua adalah Siti Khadijah.

QS 3:61 “Siapa yang membantahmu tentang kisah ‘Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya); “Marilah kita memanggil anak-anak kami, dan anak-anak kamu, istri-istri kami, dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la’nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.”

- Mubahalah adalah masing-masing pihak di antara orang-orang yang berbeda pendapat berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh, agar Allah menjatuhkan laknat kepada pihak yang berdusta. Nabi mengajak utusan Nasrani, Narjan, bermubahalah tetapi mereka tidak berani dan ini menjadi bukti kenabian Nabi Muhammad SAW.

Tentang Tauhid
1) Tauhid Rububiyah (percaya bahwa Allah adalah yang Menciptakan – Rab)
2) Tauhid Uluhiyah (percaya bahwa Allah memiliki sifat-sifat ketuhanan – Asmaul Husna)

- Memohon perlindungan kepada Allah SWT sebelum membaca Al Quran:

QS 16:98 “Apabila kamu membaca Al Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.”

Saturday, June 14, 2008

Pembahasan 14-Juni-08

Iman & Takwa

QS 5:65
“Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertakwa, tentulah Kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah kami masukkan mereka ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.”

* Jika kita sudah beriman kepada Allah, maka kita harus mau diatur oleh Allah, dan kita harus mempercayai dan menyerahkan seluruh kehidupan kita hanya kepada Allah.

QS 8:24 “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.”

QS 3:103 “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”

* Sebelum masuk Islam, orang-orang musyrik dan kafir Mekkah terpecah belah menjadi kelompok-kelompok dan suku-suku. Namun setelah mereka masuk Islam dan beriman, maka mereka bersatu dalam agama Allah.

QS 4:59 “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”

* Ulil amr adalah penguasa/pimpinan yang mengurus urusan dunia, seperti pemerintah, pemimpin negara, dll. Sementara itu untuk urusan agama, umat Islam harus tetap taat kepada Allah sebagai sumber hukum, dan Rasulullah sebagai pelaksana agama Islam.

* Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab, sudah berdiri Baitul Maal (Rumah Uang) yang berfungsi sebagai Bank Sentral untuk membiayai kebutuhan umat seperti gaji pegawai pemerintah, kesejahteraan sosial, dan pembiayaan untuk perang (jika dibutuhkan).

* Pada masa itu, umat Islam telah menyiapkan seluruh kekuatannya baik dalam hal ekonomi, sosial, politik maupun perang.

* Pada zaman Khalifah Ustman bin Affan, sudah berdiri angkatan laut.

Ciri khas orang-orang beriman adalah seperti dijelaskan dalam QS 8:2 & 3, yaitu orang-orang yang:
1) Apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka
2) Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, bertambahlah iman mereka
3) Mendirikan shalat
4) Menafkahkan sebagian dari rezki diberikan Allah

--> Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya dan mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Allah dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia (QS 8:4)

Sementara itu ciri-ciri orang Mukmin seperti terdapat dalam QS 49:10, yaitu:
1) Beriman kepada Allah dan Rasulullah
2) Tidak ragu-ragu dengan keimanan mereka
3) Berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah

--> Mereka adalah orang-orang yang benar.

Keimanan yang dibarengi dengan ketakwaan akan berbuah surga.

Orang yang bertakwa selalu berhati-hati dalam berbuat sesuatu.

Iman -->Taqwa --> Murshyid --> Mukhsin = orang-orang yang selalu berbuat ikhsan

Ikhsan = perbuatan-perbuatan baik sebagai akibat dari ketakwaan.

* Dunia ini akan terpelihara dengan baik jika seluruh manusia bersifat mukhsin dan berbuat ikhsan.
Dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan orang-orang yang sebelumnya kafir & musyrik akan dihapuskan semuanya oleh Allah pada saat ia berikrar untuk beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

QS 2:159 “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati.”

QS 2:160 “kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”

* Dengan menyembunyikan kebenaran, maka manusia telah menyebarkan kemaksiatan kepada seluruh manusia yang mengakibatkan terjadinya kerusakan di muka bumi. Hanya dengan bertaubat, islah (mengadakan kebaikan), dan menjelaskan kesalahannya dan menerangkan kebenaran saja Allah akan mengampuni dan menerima taubatnya.

Saturday, May 31, 2008

Pembahasan 30-Mei-08

Bab Jenazah (lanjutan)

Hadist #593: “Dari Salim, dari bapaknya bahwasanya ia lihat Nabi SAW dan Abu Bakar dan Umar berjalan di hadapan jenazah.”

Boleh berjalan di depan jenazah ketika jenazah diusung.

Hadist #594: “Dari Ummi ‘Athiyyah. Ia berkata: Kami dilarang dari mengikut jenazah, tetapi tidak dikeraskan atas kami.”

Wanita dilarang ikut ke penguburan.

Hadist #595: “Dari Abu Sa’id. Bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda “Apabila kamu lihat jenazah, hendaklah kamu berdiri, tetapi barangsiapa menurutnya, maka janganlah ia duduk hingga diletakkan dia.”

Kita diwajibkan untuk berdiri ketika melihat jenazah yang diusung hingga terlepas dari pandangan. Dan bila kita ikut ke penguburan maka dilarang untuk duduk hingga jenazah dimasukkan ke dalam liang lahad.

Sebagai orang beriman kita tidak perlu takut untuk dikuburkan di mana saja. Kewajiban orang-orang yang masih hiduplah untuk menguburkan jenazah umat Islam.

Fungsi ziarah kubur adalah:
1) Mengingatkan kita akan kematian
2) Mendoakan jenazah/ahli kubur

Kita dianjurkan untuk mengajarkan orang yang hampir meninggal (sekarat) untuk membaca kalimat tauhid.

Pesan para Nabi adalah: “Janganlah kamu meninggal melainkan dalam keadaan Islam.”

Ayat-ayat Al Quran yang menyatakan penyesalan orang-orang kafir di neraka:

QS 35:37 “Dan mereka berteriak di dalam nerakan itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan.” Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.”

QS 57:16 “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Hadist #596: “Dari Abi Ishaq bahwasannya Abdullah bin Yazid masukkan mayyit dari jurusan kaki qubur dan ia berkata: Ini menurut sunnah.”

Memasukkan mayyit harus dilakukan dari arah kaki, bukan dari samping atau dari arah kepala.

Hadist #597: “Dari Ibnu Umar dari Nabi SAW, sabdanya: “Apabila kamu letakkan mayyit-mayyit kamu di qubur, sebutlah: “Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah SAW.”

Doa ketika memasukkan mayyit ke dalam qubur.

Hadist #598: “Dari Aisyah bahwasannya Rasulullah SAW telah bersabda: “Memecahkan tulang satu mayyit (sama) seperti memecahkan waktu ia hidup.”

Dilarang mematahkan tulang jenazah. Misalnya ketika ukuran kuburannya terlalu sempit karena biasanya mayyit menjadi lebih panjang ukurannya daripada ketika ia hidup. Oleh sebab itu disarankan agar melebihkan ukuran kuburan.

Hadist #600: “Dari Sa’d bin Abi Waqqash. Ia berkata: “Galikanlah bagiku lahad (lobang di rusuk qubur yang menghadap qiblat) dan cacakan bata-bata buat (menutup jasadku) sebagaimana diperbuat terhadap (qubur) Rasulullah SAW.”

Dalam qubur, wajah mayyit harus diletakkan mengarah qiblat dan samping tubuhnya diganjal dengan bata atau kayu. Arah penempatan mayyit adalah muka menghadap qiblat (barat daya), kaki mengharap ke arah selatan, dan kepala menghadap ke arah utara.

Hadist #601: “Dan bagi Baihaqi dari Jabir, seperti itu, tetapi ia tambahkan: Dan ditinggikan quburnya dari bumi sekedar satu jengkal, dan dishahkan ia oleh Ibnu Hibban.”

Tinggi qubur tidak boleh melebihi dari satu jengkal saja.

Hadist #602: “Dan bagi Muslim daripadanya: Rasulullah SAW larang mengapur qubur dan mendudukinya dan membina atasnya.”

Dilarang untuk mengecat, menduduki, dan membangun di atas qubur.

Hadist #603: “Dari Aamir bin Rabi’ah, bahwasannya Nabi SAW telah shalatkan Utsman bin Mazh’un dan ia datang ke quburnya dan curahkan tanah (dengan dua tangannya) tiga kali curahan di dalam keadaan berdiri.”

Hadist #604: “Dari Utsman, ia berkata: Adalah Rasulullah SAW apabila selesai daripada menanam mayyit, ia berdiri di atas (pinggir qubur) itu dan bersabda: “Mintakanlah ampun bagi saudara kamu dan mintakan ketetapan baginya karena ia sedang ditanya.”

Kita wajib mendoakan jenazah yang baru saja dikubur dengan doa agar jenazah ditetapkan keimanannya.
Ketika selesai dikuburkan dan orang-orang yang mengantar telah pergi tiga langkah dari qubur, maka datanglah dua malaikat, mereka akan mendudukkan mayyit tersebut, dan bertanya tentang apakah ia mengenal Muhammad.Doa tersebut bertujuan agar mayyit tersebut dapat mendapat ketetapan keimanan ketika ditanya oleh kedua malaikat tersebut.

Sunday, May 25, 2008

Pembahasan 24-Mei-08

Prasangka Buruk Orang-Orang Yahudi terhadap Allah SWT

QS 5:64
“Orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allah terbelenggu,” sebenarnya tangan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akanenambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan mdan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.”

Orang-orang Yahudi mengatakan bahwa tangan Allah terbelenggu dengan maksud bahwa Allah menahan nikmat-Nya dan Allah pelit karena tidak mau memberi nikmat-Nya kepada manusia.

Pengertian tangan dalam ayat ini bisa berarti kekuasaan, yaitu kekuasaan Allah terbelenggu. Tangan bisa juga diartikan sebagai pikiran, yaitu pikiran Allah terbelenggu.

Demikianlah yang dikatakan orang-orang Yahudi bahwa nikmat Allah hanya diberikan kepada sebagian manusia saja. Mereka berprasangka buruk terhadap Allah.

Namun, Allah lah yang Maha Menentukan. Dia yang berhak menyempitkan ataupun melapangkan rezki manusia. Dan Allah Maha Mengetahui siapa yang pantas/patut disempitkan atau diluaskan rezkinya.

Orang-orang Yahudi mengira azab yang diberikan Allah kepada mereka adalah karena Allah menahan nikmat-Nya untuk mereka. Namun sebenarnya Allah menurunkan azab kepada orang Yahudi semata-mata karena kezaliman dan kekafiran mereka semata.

Allah Wahhab yaitu Allah Maha Pemberi. Allah akan memberi rezki kepada orang-orang yang taat, beriman dan bertaqwa kepada-Nya.

Ayat ini turun setelah kisah Annabash bin Qoish yang berkata kepada Rasul bahwa Tuhan pelit.

Allah menahan rezki orang-orang Yahudi karena kezaliman dan kekafiran mereka terhadap Allah.

Sementara itu Allah meluaskan rezki umat Islam pada zaman Nabi karena ketaqwaan dan keimanan mereka kepada Allah SWT, dan karena umat Islam pada waktu itu senantiasa berjuang membela agama Allah dengan ikhlas.

Sebelum Rasul datang ke Madinah, umat Islam berdagang melalui orang-orang Yahudi, dan umat Islam selalu dirugikan/dicurangi oleh orang-orang Yahudi dalam berbisnis/berdagang.

Menuduh Allah dengan sesuatu yang buruk atau berburuk sangkat kepada Allah adalah dosa besar. Jika kita melakukan hal tersebut, maka kita harus kembali mensucikan nama Allah lagi dengan bertasbih.

Jika kita berburuk sangka kepada Allah maka Allah tidak akan mengabulkan doa-doa dan keinginan-keinginan kita (QS 7:55-56):

Cara-Cara Berdoa kepada Allah

QS 7:55 “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

QS 7:56 “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah Allah memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Rasa takut artinya sebagai manusia kita sangat lemah dan membutuhkan pertolongan dari Allah semata.

Kehidupan kita di dunia semuanya diatur oleh Allah. Allah-lah yang mengatur semesta alam dan mengatur rezki tiap-tiap makhluknya.

Kehidupan tidak pernah berdiri sendiri. Semuanya berputar dan diatur oleh Allah. Dan azab berlaku untuk semua umat (tidak hanya berlaku kepada umat di luar Islam saja).

Sifat utama Allah adalah Ar-Rahman dan Ar-Rahim (Maha Pengasih lagi Maha Penyayang).

Manusia memang diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang selalu berkeluh kesah. Namun sebagai orang beriman kita tidak boleh mengeluh, namun sebaliknya kita harus terus berjihad dan terus berusaha menjadi lebih baik dan memperbaiki diri dengan tetap bersabar di setiap kesulitan (maupun dalam perang).

Kita harus berserah diri kepada Allah dan membiarkan Allah mengatur segalanya untuk kita sepanjang kita telah menjalankan segala sesuatunya dengan benar sesuai ketentuan dan peraturan Allah.

Yang mutlak dapat mengatur manusia adalah Allah semata karena Allah adalah Tuhan manusia. Manusia tidak dapat mengatur manusia lainnya.

Orang-orang Yahudi adalah orang-orang yang paling rakus dalam urusan dunia dibandingkan dengan orang-orang musyrik (QS 2:96):

QS 2:96 “Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”

Allah juga telah melaknat orang-orang Yahudi akibat perkataannya tersebut (yang mengatakan bahwa tangan Allah terbelenggu).

Orang-orang Islam yang memiliki sifat-sifat demikian juga dapat dikatakan seperti orang-orang Yahudi.

QS 57:23 “(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Manusia memiliki batas tetapi Allah tidak.

QS 57:24 “(yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

QS 57:11 “Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak.”

Jika manusia bersedekah, maka Allah akan menggantinya di dunia dan di akhirat.

Balasan di dunia adalah Allah akan melipatgandakan rezkinya. Dan balasan di akhirat adalah Allah akan memberikan pahala yang mulia (yaitu surga).

QS 2:195 “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

QS 2:261 “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butirnya seratur biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagia siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luar (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Saturday, May 10, 2008

Pembahasan 10-Mei-08

Orang-Orang Munafik

QS 5:61
“Dan apabila orang-orang (Yahudi dan Nasrani) datang kepadamu, mereka mengatakan “Kami telah beriman”, padahal mereka datang kepada kamu dengan kekafirannya dan mereka pergi (daripada kamu) dengan kekafirannya (pula); dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.”


Orang-orang munafik (dari golongan Yahudi dan Nasrani) senang memperolok-olok orang Islam dengan mengaku beriman ketika bertemu dengan orang-orang Islam, dan kembali menjadi kafir ketika mereka bersama pada pemimpinnya yang kafir.

Orang-orang munafik bersikap dan berbuat selayaknya seorang Islam sehingga Nabi tidak mengetahui apa yang sebenarnya dalam hati mereka. Oleh karena itu Allah memerintahkan Nabi untuk bersikap waspada terhadap mereka (QS 63:4).

QS 63:4 “Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?”

Namun walaupun demikian, orang-orang munafik ini tetap tidak boleh dibunuh karena sesungguhnya mereka masih menyatakan beriman (walau hanya di luarnya saja).

Golongan munafik ini akan menjadi urusan Allah karena sebenarnya mereka telah menipu Allah.

Allah Maha Mengetahui apa yang ada dalam hati orang-orang munafik ketika mereka mengucap syahadat.

Golongan munafik ini adalah golongan yang paling berbahaya bagi umat Islam karena mereka berlindung kepada Islam.

Bangsa Yahudi terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:
1) Orang-orang Yahudi yang benar-benar mengaku sebagai Yahudi dan tidak beriman kepada Allah SWT (jelas kedudukannya)
2) Orang-orang Yahudi yang benar-benar beriman dan menjadi umat Islam (jelas kedudukannya); dan
3) Orang-orang Yahudi yang munafik (tidak jelas kedudukannya)

Ciri-ciri Orang Yahudi:
1) Malas sholat
2) Ketika sholat mereka riya’
3) Sedikit mengingat Allah
QS 4:142 “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan
mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud
riya’ (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.”

4) Mereka pandai berbicara seakan-akan mereka benar-benar memahami Islam
5) Mereka memakai sumpah-sumpah agar orang-orang yakin bahwa mereka adalah orang-orang beriman
6) Mereka menyatakan sesuatu yang tidak mereka kerjakan (QS 61:2-3)
QS 61:2-3 “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?
Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.”

7) Mereka tidak mau ikut berperang. Mereka lebih memilih untuk duduk-duduk saja (QS 9:81)
QS 9:81 “Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya
mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada
jalan Allah, dan mereka berkata: “Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini.”
Katakanlah: “Api neraka jahannam itu lebih sangat panas(nya)”, jikalau mereka mengetahui.”

Dalam QS 9:67 & 68 juga dijelaskan tentang cirri-ciri orang-orang munafik:

QS 9:67 “Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf, dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.”

QS 9:68 “Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan orang-orang kafir dengan neraka jahannam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka; dan Allah melaknati mereka; dan bagi mereka azab yang kekal.”

Di dunia ini, orang-orang munafik selalu merasa bimbang dan ragu-ragu antara mau menjadi orang Islam yang sesungguhnya atau menjadi orang kafir.

Dan mereka selalu diberatkan oleh harta dan anak-anak karena sebenarnya mereka masuk Islam hanya untuk mencari keselamatan di dunia, seperti keselamatan dari musuh-musuh Islam, dan juga untuk mencari keuntungan di dunia, yaitu mengharapkan memperoleh bagian dari harta rampasan perang (ghonimah).

Adanya orang-orang munafik terjadi setelah Islam menjadi kuat dan berkuasa. Sebelum Islam kuat, semua golongan saling bahu membahu memusuhi Islam.

Allah melarang Nabi dan juga orang-orang beriman menyolatkan dan mendoakan di kubur terhadap jenazah orang-orang munafik. Jenazah mereka hanya dimandikan dan dikubur saja (QS 9:84)

QS 9:84 “Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) orang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mereka mati dalam keadaan fasik.”

Di akhirat, orang-orang munafik akan dimasukkan ke dalam neraka yang paling bawah (keraknya neraka) – QS 4:145

QS 4:145 “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingakatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.”

Setelah umat Islam mengetahui tipu muslihat orang-orang munafik, mereka mulai menjauhi orang-orang munafik (seperti: mereka dilarang untuk ikut berperang, mereka sudah tidak diajak lagi bermusyawarah, dll).

Dalam menjalankan agama Islam, umat Islam (kini) harus tetap berpegang teguh kepada Allah sebagai Pembuat agama Islam, dan juga kepada Rasul sebagai pembawa risalah agaka Islam kepada segenap manusia.

Namun demikian, orang-orang munafik tetap diberikan kesempatan untuk bertobat kepada Allah.

QS 4:146 “Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan, dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman, dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.”

QS 39:53 “Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”


Orang-orang munafik disamakan kedudukannya di neraka jahannam dengan orang-orang kafir. Dan betapa ruginya mereka.

Dilihat di zaman sekarang, orang-orang Islam masih menjadi orang-orang yang fasik, karena:
1) mereka belum menjalankan ajaran-ajaran Islam dengan sebenar-benarnya
2) mereka tidak mencintai Islam
3) mereka tidak memiliki pengetahuan/ilmu yang memadai tentang Islam (bahkan mereka tidak ada
keinginan untuk belajar tentang Islam sama sekali)
4) keimanan mereka sangat tipis
5) mereka bertahan dengan kebodohan dan kefasikannya (tidak mau berubah)

Kewajiban kita sebagai orang-orang beriman hanyalah sebatas memberi peringatan kepada mereka agar kembali kepada Allah, dan kita harus tekun dan sabar dalam memperingati mereka (QS 9:129 dan QS 64:12)

QS 9:129 “Dan mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung.”

QS 64:12 “Dan ta’atlah kepada Allah, dan ta’atlah kepada Rasul, jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.”

Sebagai orang beriman, kita harus senantiasa menjaga agar kita tetap ikhlas dalam beribadah kepada Allah, jangan riya’ ketika beribadah, dan menjauhi diri kita dari sifat-sifat orang-orang munafik.

QS 64: 3 “Dia-lah yang menciptakan kamu, maka di antara kamu ada yang kafir dan di antaramu ada yang beriman. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

QS 64: 4 “Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar. Dia membentuk rupamu dan dibaguskan-Nya rupamu itu, dan hanya kepada-Nya-lah kembali(mu).”

Dalam diri manusia, tidak mungkin terdapat dua hati karena Allah tidak menciptakan dua hati dalam rongga manusia. Oleh karena itu, sifat-sifat orang-orang munafik sangat bertentangan dengan sunatullah ini.

QS 33:4 “Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kami zhihar itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).”

QS 5:62
“Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu.”

Orang-orang munafik selalu bersegera dalam berbuat dosa karena bagi mereka agama hanyalah sekedar bahan-bahan olok-olokan dan main-main saja.

Mereka juga bersegera dalam permusuhan. Mereka tidak mengenal istilah Islah (berdamai).

Orang-orang munafik juga bersegera dalam memakan yang haram, seperti melakukan suap, korupsi, mencari rizki yang tidak halal, dll.

Perbuatan munkar adalah perbuatan yang diingkari oleh hari nurani semua manusia (baik ia Islam maupun kafir).

Perbuatan nifak tidak hanya membahayakan bagi orang yang melakukannya, namun juga membahayakan bagi orang lain/masyarakat.

QS 5:63
“Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohon dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan.”

Apabila terjadi kemunkaran dan sebagai orang beriman kita membiarkan kemunkaran itu terjadi, maka dosa kita jauh lebih besar daripada dosa orang yang melakukan kemunkaran tersebut.

Allah memerintahkan umat Islam untuk selalu bermar makruf dan nahi munkar.