Amal Saleh & Kesimpulan QS 5 (Al Ma'idah)
QS 119
“Allah berfirman: “Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha terhadap mereka, dan mereka ridha terhadapNya. Itulah keberuntungan yang paling besar.”
QS 98:7 “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.”
QS 98:8 : “Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘And yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
* Amal saleh mudah dilakukan. Lebih sulit meninggalkan amalan-amalan yang salah yang sudah mengakar dalam kebiasaan umat Islam di Indonesia.
* Sulit mengamalkan amalan-amalan yang diridhai Allah.
* Perbuatan yang dilakukan akhirnya menjadi sia-sia karena amalannya tidak diridhai Allah.
QS 18:103 “Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perubuatannya?”
QS 18:104 “Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.
* Ibadah apapun yang tidak ada tuntunannya dalam Al Quran dan Sunnah, maka akan tertolak (Al Hadist).
QS 25:27 “Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.”
QS 25:28 “Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku).”
QS 5:120
“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
* Kita harus memastikan bahwa apapun yang kita perbuat akan mendapatkan ridha dari Allah SWT.
Tentang Orang-orang yang berhak mendapatkan zakat:
QS 9:60 “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk (1) orang-orang fakir, (2) orang-orang miskin, (3) pengurus-pengurus zakat, (4) para mu’allaf yang dibujuk hatinya, (5) untuk (memerdekakan) budak, (6) orang-orang yang berhutang, (7) untuk jalan Allah, dan (8) orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
Kesimpulan Surat Al Ma’idah (5):
1) Kesempurnaan agama Islam sebagai agama Allah, dan satu-satunya agama yang diakui/diridhai oleh Allah SWT. Aqidah dalam Islam sama yaitu hanya menyembah kepada Allah. Hanya syariatnya saja yang berbeda dari Nabi ke Nabi.
2) Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk memperbaiki diri baik secara perorangan ataupun golongan/jama’ah. Dan Allah melarang orang-orang beriman yang karena kebencian, tidak berlaku adil terhadap orang lain.
3) Agama Islam untuk seluruh manusia di dunia. Nabi telah menyampaikan risalah Islam ke seluruh bangsa di dunia.
4) Penjelasan/hukum-hukum tentang makanan, halal/haramnya baik berdasarkan jenisnya, zatnya maupun nusubnya.
Saturday, May 2, 2009
Pembahasan 21 Februari 2009
Tentang Kisah Nabi 'Isa dan Umatnya
QS 5:110
“(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai ‘Isa putra Maryam, ingatlah nikmatKu kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian, dan sesudah dewasa; dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yhang berupa burung dengan izinKu, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizinKu. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizinKu, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizinKu, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.”
Ayat-ayat lain yang berhubungan dengan nikmat-nikmat yang diberikan Allah kepada Nabi ‘Isa AS:
QS 2:87 “Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu’jizat) kepada ‘Isa putra Maryam, dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap dating kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka berapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan berapa orang (yang lain) kamu bunuh?”
QS 3:46 “dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh.”
QS 3:48 “Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat, dan Injil.”
QS 3:49 “Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah dating kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu’jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya, dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizing Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu jika kamu sungguh-sungguh beriman.”
QS 19:30 “Berkata ‘Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil), dan Dia menjadikan aku seorang nabi.”
* Allah sering melaknat orang-orang/bangsa Yahudi karena mereka benar-benar sangat kafir dan pembangkang (QS 5:78).
QS 41:26 “Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”
* Banyak ilmuwan dan orang-orang pintar di Negara Barat yang masuk Islam karena mereka mempelajari Al Quran dan memperoleh kebenarannya.
* Sidang Konsili = pertemuan orang-orang Katolik sedunia.
QS 5:20 “Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikanNya kamu orang-orang merdeka, dan diberikanNya kepadamu apa yang belum pernah diberikanNya kepada seorangpun di antara umat-umat yang lain.”
QS 2:172 “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu, dan bersyukurlah kepada Allah jika benar-benar hanya kepadaNya kamu menyembah.”
QS 5:111
“Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut ‘Isa yang setia: “Berimanlah kamu kepadaKu, dan kepada rasul-rasulKu.” Mereka menjawab: “Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu).”
QS 9:100 “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka, dan merekapun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”
QS 5:112
“(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut ‘Isa berkata: “Hai ‘Isa putra Maryam, bersediakan Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?”. Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kamu orang yang beriman.”
QS 5:113
“Mereka berkata: “Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami, dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu.”
QS 5:114
“Isa putra Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami, dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezkilah kami, dan Engkau-lah Pemberi rezki Yang Paling Utama.”
* Ied = hari raya/hari bersenang-senang.
QS 5:115
“Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia.”
* Beberapa ahli tafsir berbeda pendapat bahwa hidangan tersebut adalah kiasan dan tidak benar-benar diturunkan dari langit.
* Kaum Harawiyyun bertambah keimanannya setelah peristiwa tersebut. Tetapi setelah Nabi ‘Isa tiada, mereka kembali kafir.
* Kaum Harawiyyun juga disebut sebagai Anshorullah = penolong agama Allah. Namun sekarang keadaan sudah berubah, mereka kembali kafir, yaitu generasi-generasi baru tersebut.
QS 19:59 “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.”
* Ayat ini berlaku secara umum terhadap semua umat para Nabi.
* Bani Fatimiyah yang merasa masih keturunan dekat Nabi Muhammad mulai menasabkan maulid Nabi (sekitar abad ke-4).
* Ibnu Taimiyah berjuang memberantas bid’ah-bid’ah yang diturunkan sebelumnya. Perjuangan ini terus berlanjut hinggal munculnya gerakan Wahabbi.
* Gerakan Wahabbi masuk ke Indonesia melalui para pelajar yang kembali dari Saudi Arabia, seperti Hasyim Ashari, Moh. Sakati (pendiri Jamiat Kheir).
Ayat-ayat yang menggambarkan tentang segala nikmat dan kekuasaan Allah yang dapat dijadikan pelajaran bagi umat manusia yang beriman:
QS 25:53 “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar, dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”
QS 55:19 Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,”
QS 55:20 “antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.”
QS 55:22 “Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.”
QS 16:66 “Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelah bagi orang-orang yang meminumnya.”
QS 16:67 “Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan, dan rizki yang baik. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan.”
QS 16:68 “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.”
QS 16:69 “Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan, dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”
QS 4:171 “Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, ‘Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah, dan (yang diciptakan dengan kalimatNya), yang disampaikanNya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dariNya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasulNya, dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga.” Berhentilah (dari ucapan itu). Itu lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaanNya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.”
* Nabi ‘Isa tidak bertanggung jawab atas pengkultusan umatnya terhadap beliau di hari kiamat nanti.
* Setelah itu, diutuslah Nabi Muhammad untuk mengembalikan aqidah umat Nabi ‘Isa agar kembali ke Tauhid. Namun banyak juga dari mereka yang tetap kafir.
QS 3:64 “Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara Kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah, dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun, dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”
QS 15:2 “Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.”
QS 5:116
“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai ‘Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” ‘Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku, dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.”
QS 5:117
“Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatkan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku, dan Tuhanmu.” Dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.”
* Ajaran-ajaran Nasrasi adalah ajaran-ajaran dari para rahib dan telah menyimpang dari ajaran-ajaran Nabi ‘Isa.
* Nabi Muhammad lalu menyeru Ahli Kitab (Nasrani) untuk kembali kepada ajaran Nabi ‘Isa yaitu untuk menyembah hanya kepada Allah.
QS 4:51 “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al Kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.”
* Jibt = percaya kepada tahayul dan ramalan-ramalan.
* Jibt & thaghut = syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah SWT.
QS 2:121 “Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barang siapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.”
* Orang-orang kafir dilaknat Allah karena mereka adalah iblis dan syaitan.
QS 41:29 “Dan orang-orang kafir berkata: “Ya Tuhan kami perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian dari jin dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina.”
QS 5:118
“Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
* Di akhirat, umat Nabi Muhammad adalah umat terbanyak karena beliau adalah Nabi seluruh umat manusia di dunia.
QS 5:110
“(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai ‘Isa putra Maryam, ingatlah nikmatKu kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian, dan sesudah dewasa; dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yhang berupa burung dengan izinKu, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizinKu. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizinKu, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizinKu, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.”
Ayat-ayat lain yang berhubungan dengan nikmat-nikmat yang diberikan Allah kepada Nabi ‘Isa AS:
QS 2:87 “Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu’jizat) kepada ‘Isa putra Maryam, dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap dating kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka berapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan berapa orang (yang lain) kamu bunuh?”
QS 3:46 “dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh.”
QS 3:48 “Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat, dan Injil.”
QS 3:49 “Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah dating kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu’jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya, dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizing Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu jika kamu sungguh-sungguh beriman.”
QS 19:30 “Berkata ‘Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil), dan Dia menjadikan aku seorang nabi.”
* Allah sering melaknat orang-orang/bangsa Yahudi karena mereka benar-benar sangat kafir dan pembangkang (QS 5:78).
QS 41:26 “Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”
* Banyak ilmuwan dan orang-orang pintar di Negara Barat yang masuk Islam karena mereka mempelajari Al Quran dan memperoleh kebenarannya.
* Sidang Konsili = pertemuan orang-orang Katolik sedunia.
QS 5:20 “Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikanNya kamu orang-orang merdeka, dan diberikanNya kepadamu apa yang belum pernah diberikanNya kepada seorangpun di antara umat-umat yang lain.”
QS 2:172 “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu, dan bersyukurlah kepada Allah jika benar-benar hanya kepadaNya kamu menyembah.”
QS 5:111
“Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut ‘Isa yang setia: “Berimanlah kamu kepadaKu, dan kepada rasul-rasulKu.” Mereka menjawab: “Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu).”
QS 9:100 “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka, dan merekapun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”
QS 5:112
“(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut ‘Isa berkata: “Hai ‘Isa putra Maryam, bersediakan Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?”. Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kamu orang yang beriman.”
QS 5:113
“Mereka berkata: “Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami, dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu.”
QS 5:114
“Isa putra Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami, dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezkilah kami, dan Engkau-lah Pemberi rezki Yang Paling Utama.”
* Ied = hari raya/hari bersenang-senang.
QS 5:115
“Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia.”
* Beberapa ahli tafsir berbeda pendapat bahwa hidangan tersebut adalah kiasan dan tidak benar-benar diturunkan dari langit.
* Kaum Harawiyyun bertambah keimanannya setelah peristiwa tersebut. Tetapi setelah Nabi ‘Isa tiada, mereka kembali kafir.
* Kaum Harawiyyun juga disebut sebagai Anshorullah = penolong agama Allah. Namun sekarang keadaan sudah berubah, mereka kembali kafir, yaitu generasi-generasi baru tersebut.
QS 19:59 “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.”
* Ayat ini berlaku secara umum terhadap semua umat para Nabi.
* Bani Fatimiyah yang merasa masih keturunan dekat Nabi Muhammad mulai menasabkan maulid Nabi (sekitar abad ke-4).
* Ibnu Taimiyah berjuang memberantas bid’ah-bid’ah yang diturunkan sebelumnya. Perjuangan ini terus berlanjut hinggal munculnya gerakan Wahabbi.
* Gerakan Wahabbi masuk ke Indonesia melalui para pelajar yang kembali dari Saudi Arabia, seperti Hasyim Ashari, Moh. Sakati (pendiri Jamiat Kheir).
Ayat-ayat yang menggambarkan tentang segala nikmat dan kekuasaan Allah yang dapat dijadikan pelajaran bagi umat manusia yang beriman:
QS 25:53 “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar, dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”
QS 55:19 Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,”
QS 55:20 “antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.”
QS 55:22 “Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.”
QS 16:66 “Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelah bagi orang-orang yang meminumnya.”
QS 16:67 “Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan, dan rizki yang baik. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan.”
QS 16:68 “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.”
QS 16:69 “Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan, dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”
QS 4:171 “Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, ‘Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah, dan (yang diciptakan dengan kalimatNya), yang disampaikanNya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dariNya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasulNya, dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga.” Berhentilah (dari ucapan itu). Itu lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaanNya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.”
* Nabi ‘Isa tidak bertanggung jawab atas pengkultusan umatnya terhadap beliau di hari kiamat nanti.
* Setelah itu, diutuslah Nabi Muhammad untuk mengembalikan aqidah umat Nabi ‘Isa agar kembali ke Tauhid. Namun banyak juga dari mereka yang tetap kafir.
QS 3:64 “Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara Kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah, dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun, dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”
QS 15:2 “Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.”
QS 5:116
“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai ‘Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” ‘Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku, dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.”
QS 5:117
“Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatkan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku, dan Tuhanmu.” Dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.”
* Ajaran-ajaran Nasrasi adalah ajaran-ajaran dari para rahib dan telah menyimpang dari ajaran-ajaran Nabi ‘Isa.
* Nabi Muhammad lalu menyeru Ahli Kitab (Nasrani) untuk kembali kepada ajaran Nabi ‘Isa yaitu untuk menyembah hanya kepada Allah.
QS 4:51 “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al Kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.”
* Jibt = percaya kepada tahayul dan ramalan-ramalan.
* Jibt & thaghut = syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah SWT.
QS 2:121 “Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barang siapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.”
* Orang-orang kafir dilaknat Allah karena mereka adalah iblis dan syaitan.
QS 41:29 “Dan orang-orang kafir berkata: “Ya Tuhan kami perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian dari jin dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina.”
QS 5:118
“Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
* Di akhirat, umat Nabi Muhammad adalah umat terbanyak karena beliau adalah Nabi seluruh umat manusia di dunia.
Monday, March 2, 2009
Pembahasan 7-Feb-09
QS 5:104
“Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul.” Mereka menjawab: “Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya.” Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?”
* Ayat tersebut juga terdapat pada ayat-ayat dalam QS 2:170 dan QS 2:91.
* Ta’assub = cenderung, fanatik, gandrung
* Mereka yang ta’assub sudah tidak lagi melihat yang benar atau salah. Mereka hanya mengikuti pemimpinnya/orang yang dipatuhinya.
* Orang-orang yang demikian ini termasuk dalam kategori orang-orang yang syirik.
* Kesalahan para ulama yang sengaja mendidik pengikutnya untuk taat dan fanatic terhadap mereka saja. Hal ini dijelaskan dalam QS 3:79
QS 3:79 “Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah, dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.”
* Rasulullah SAW selalu menyeru kepada jalan Allah dengan taat kepada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
QS 16:36 “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah thaghut itu,” maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).”
QS 26:69-70 “Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim. Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Apakah yang kamu sembah?”
*Jin memakai cara-cara apapun yang jitu untuk mengelabui manusia untuk berbuat syirik.
* Jika Nabi telah menyampaikan perintah Allah kepada kaumnya tetapi mereka menolak, maka Nabi tidak bertanggung jawab terhadap mereka di akhirat.
QS 9:129 “Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung.”
QS 2:119 “Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka.”
QS 2:141 “Itu adalah umat yang telah lalu; baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan; dan kamu tidak akan dimintai pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.”
QS 36:7-10 = perumpamaan orang-orang yang tidak mau menerima kebenaran
7: “Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman.”
8: “Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.”
9: “Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.”
10: “Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.”
* Orang-orang kafir sudah tertutup mata mereka untuk menerima kebenaran dari Allah dan mereka tetap tidak beriman.
QS 41:29 “Dan orang-orang kafir berkata: “Ya Tuhan kami, perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian dari jin dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina.”
QS 41:46-49 = keadaan orang-orang kafir di akhirat
46: “Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba-Nya.”
47: “…Pada hari Tuhan memanggil mereka: “Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu?” Mereka menjawab: “Kami nyatakan kepada Engkau bahwa tidak ada seorangpun di antara kami yang memberi kesaksian (bahwa Engkau punya sekutu).”
48: “Dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka sembah dahulu, dan mereka yakin bahwa tidak ada bagi mereka sesuatu jalan keluarpun.”
* Orang-orang yang menyesatkan manusia-manusia lainnya tidak berdaya untuk menolong mereka yang disesatkannya tersebut dari siksa neraka jahannam.
QS 40:47 “Dan (ingatlah), ketika mereka berbantah-bantahan dalam neraka, maka orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri; “Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkan kamu menghindarkan dari kami sebagahagian azab api neraka?”
QS 40:48 “Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab: “Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena sesungguhnya Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba-Nya.”
QS 40:49 “Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahannam: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari.”
QS 34:31 “Dan orang-orang kafir berkata: “Kami sekali-kali tidak akan beriman kepada Al Quran ini dan tidak (pula) kepada kitab yang sebelumnya.” Dan (alangkah hebatnya) kalau kamu lihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebahagian dari mereka menghadapkan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman.”
QS 34:33 “Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “(Tidak) sebenarnya tipu daya(mu) di waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah, dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya.” Kedua belah pihak menyatakan penyesalan tatkala mereka melihat azab. Dan Kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan.”
* Kita wajib taat jika sesuatu hal sudah jelas hukum-hukum dan dalil-dalilnya.
QS 24:51 “Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan: “Kami mendengar, dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
QS 17:36 “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”
* Kita harus mengetahui/memahami sesuatu hal sebelum kita mengikutinya, terutama dalam urusan akhirat/agama karena kita semua akan dimintai pertanggungan jawabnya di akhirat nanti.
QS 5:105
“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
* Kita harus terus belajar agama agar tidak tersesat.
* Seluruh golongan tidak ada yang mau mengaku salah. Begitu juga pengikut mazhab, mereka selalu menganggap bahwa mashab merekalah yang benar.
* Jika kita telah mengikuti apa yang diperintahkan Allah maka tidak ada orang-orang sesat yang akan membahayakan kita karena Allah telah memberi petunjuk kepada kita.
QS 2:256 “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut, dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepda buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
QS 2:257 “Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cayaha (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”
* Cukuplah Allah (menjadi Penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik Pelindung.
QS 3:173 “(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka.” Maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”
--> Juga disebutkan dalam QS 22:78.
* Orang-orang beriman akan semakin kuat imannya jika ditakut-takuti karena hanya kepada Allah sajalah mereka memohon perlindungan dan pertolongan.
Kisah perang Khandaq.
QS 33:22 “Dan tatkala orang-orang mu’min melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.” Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.”
* Keteguhan hati orang-orang mu’min terhadap janji Allah.
QS 33: 23 “Di antara orang-orang mu’min itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu, dan mereka sedikitpun mengubah (janjinya).”
* Janji Allah kepada orang-orang mu’min.
QS 33:9 “Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan ni’mat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angina topa dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.”
“Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul.” Mereka menjawab: “Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya.” Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?”
* Ayat tersebut juga terdapat pada ayat-ayat dalam QS 2:170 dan QS 2:91.
* Ta’assub = cenderung, fanatik, gandrung
* Mereka yang ta’assub sudah tidak lagi melihat yang benar atau salah. Mereka hanya mengikuti pemimpinnya/orang yang dipatuhinya.
* Orang-orang yang demikian ini termasuk dalam kategori orang-orang yang syirik.
* Kesalahan para ulama yang sengaja mendidik pengikutnya untuk taat dan fanatic terhadap mereka saja. Hal ini dijelaskan dalam QS 3:79
QS 3:79 “Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah, dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.”
* Rasulullah SAW selalu menyeru kepada jalan Allah dengan taat kepada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
QS 16:36 “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah thaghut itu,” maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).”
QS 26:69-70 “Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim. Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Apakah yang kamu sembah?”
*Jin memakai cara-cara apapun yang jitu untuk mengelabui manusia untuk berbuat syirik.
* Jika Nabi telah menyampaikan perintah Allah kepada kaumnya tetapi mereka menolak, maka Nabi tidak bertanggung jawab terhadap mereka di akhirat.
QS 9:129 “Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung.”
QS 2:119 “Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka.”
QS 2:141 “Itu adalah umat yang telah lalu; baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan; dan kamu tidak akan dimintai pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.”
QS 36:7-10 = perumpamaan orang-orang yang tidak mau menerima kebenaran
7: “Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman.”
8: “Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.”
9: “Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.”
10: “Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.”
* Orang-orang kafir sudah tertutup mata mereka untuk menerima kebenaran dari Allah dan mereka tetap tidak beriman.
QS 41:29 “Dan orang-orang kafir berkata: “Ya Tuhan kami, perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian dari jin dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina.”
QS 41:46-49 = keadaan orang-orang kafir di akhirat
46: “Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba-Nya.”
47: “…Pada hari Tuhan memanggil mereka: “Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu?” Mereka menjawab: “Kami nyatakan kepada Engkau bahwa tidak ada seorangpun di antara kami yang memberi kesaksian (bahwa Engkau punya sekutu).”
48: “Dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka sembah dahulu, dan mereka yakin bahwa tidak ada bagi mereka sesuatu jalan keluarpun.”
* Orang-orang yang menyesatkan manusia-manusia lainnya tidak berdaya untuk menolong mereka yang disesatkannya tersebut dari siksa neraka jahannam.
QS 40:47 “Dan (ingatlah), ketika mereka berbantah-bantahan dalam neraka, maka orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri; “Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkan kamu menghindarkan dari kami sebagahagian azab api neraka?”
QS 40:48 “Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab: “Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena sesungguhnya Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba-Nya.”
QS 40:49 “Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahannam: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari.”
QS 34:31 “Dan orang-orang kafir berkata: “Kami sekali-kali tidak akan beriman kepada Al Quran ini dan tidak (pula) kepada kitab yang sebelumnya.” Dan (alangkah hebatnya) kalau kamu lihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebahagian dari mereka menghadapkan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman.”
QS 34:33 “Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “(Tidak) sebenarnya tipu daya(mu) di waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah, dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya.” Kedua belah pihak menyatakan penyesalan tatkala mereka melihat azab. Dan Kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan.”
* Kita wajib taat jika sesuatu hal sudah jelas hukum-hukum dan dalil-dalilnya.
QS 24:51 “Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan: “Kami mendengar, dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
QS 17:36 “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”
* Kita harus mengetahui/memahami sesuatu hal sebelum kita mengikutinya, terutama dalam urusan akhirat/agama karena kita semua akan dimintai pertanggungan jawabnya di akhirat nanti.
QS 5:105
“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
* Kita harus terus belajar agama agar tidak tersesat.
* Seluruh golongan tidak ada yang mau mengaku salah. Begitu juga pengikut mazhab, mereka selalu menganggap bahwa mashab merekalah yang benar.
* Jika kita telah mengikuti apa yang diperintahkan Allah maka tidak ada orang-orang sesat yang akan membahayakan kita karena Allah telah memberi petunjuk kepada kita.
QS 2:256 “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut, dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepda buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
QS 2:257 “Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cayaha (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”
* Cukuplah Allah (menjadi Penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik Pelindung.
QS 3:173 “(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka.” Maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”
--> Juga disebutkan dalam QS 22:78.
* Orang-orang beriman akan semakin kuat imannya jika ditakut-takuti karena hanya kepada Allah sajalah mereka memohon perlindungan dan pertolongan.
Kisah perang Khandaq.
QS 33:22 “Dan tatkala orang-orang mu’min melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.” Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.”
* Keteguhan hati orang-orang mu’min terhadap janji Allah.
QS 33: 23 “Di antara orang-orang mu’min itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu, dan mereka sedikitpun mengubah (janjinya).”
* Janji Allah kepada orang-orang mu’min.
QS 33:9 “Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan ni’mat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angina topa dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.”
Subscribe to:
Posts (Atom)