Friday, January 25, 2008
Penegakan Hukum Allah
Pembahasan 19-Jan-08
QS 5:49
“dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.”
· Nabi Muhammad selalu memutuskan setiap hukum berdasarkan Al Quran.
· Tata cara pelaksanaan hukum-hukum Al Quran diterangkan dan dicontohkan Nabi dalam sunnahnya (hadist). Dan kita sebagai orang Islam wajib melaksanakan hukum Allah tersebut.
· Hukum Allah harus ditegakkan demi keamanan dan kesejahteraan manusia sendiri.
· Hukum Al Quran telah mencakup seluruh aspek kehidupan manusia di dunia, karena hukum Al Quran tersebut telah disempurnakan oleh Allah dan dapat diterapkan di dunia oleh manusia sepanjang zaman.
· Hukum Allah tidak akan pernah berubah selamanya karena Allah Lebih Mengetahui keadaan manusia.
· Contoh: hukum potong tangan dilakukan jika seseorang mencuri dan nilai curiannya telah mencapai/senilai harga 5 gram emas.
Larangan Allah tentang berlaku curang dalam perdagangan (QS 83:1-3)
“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang,” (1) – “(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,” (2) – “dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” (3) – QS 83:1-3
· Pasar merupakan faktor pokok dalam sendi kehidupan bermasyarakat karena pasar merupakan tempat berlangsungnya transaksi perdagangan, dan dari pasar kita bisa melihat apakah suatu masyarakat itu memiliki keimanan dan ketaqwaan yang tinggi.
· Contoh perdagangan yang aman dan bersih adalah seperti yang dilakukan oleh orang-orang Quraisy (dalam QS 106:1-4). Mereka berdagang dengan jujur karena keimanan dan ketaqwaan mereka kepada Allah & Rasul-Nya.
“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,” (1) – “(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas,” (2) – “Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah).” (3) – “Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.” (4) – QS 106:1-4
Tentang Turunnya Nabi ‘Isa sebelum kiamat
· Nabi ‘Isa AS akan turun ke bumi sebelum kiamat di bumi Palestine untuk meluruskan tauhid manusia.
· Dan bukanlah Imam Mahdi yang akan turun seperti yang sering dikatakan oleh kebanyakan orang (ini hanyalah kepercayaan orang-orang syi’ah saja).
· Berbarengan dengan turunnya Nabi ‘Isa AS, Dajjah juga akan turun untuk menyesatkan manusia. Namun, Dajjal dapat dikalahkan oleh Nabi ‘Isa yang akan membunuhnya.
Keadaan Umat Islam pada Zaman Rasulullah
· Hubungan erat dan saling tolong menolong antara umat Islam di zaman Rasulullah dicontohkan dengan hubungan yang begitu erat antara orang-orang muhajirin dan anshar:
“Orang-orang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka, dan merekapun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang benar.” – QS 9:100
· Kaum muhajirin dan anshar saling tolong menolong dan hubungan mereka satu dengan yang lain seperti seorang saudara.
· Karena eratnya hubungan keduanya, sampai-sampai jika ada orang muhajirin meninggal dunia, orang anshar mendapatkan warisan darinya. Namun hal ini akhirnya dilarang dengan diturunkannya ayat Al Quran tentang hukum waris.
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah, serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. ..” – QS 8:72
· Hati orang muhajirin dan anshar terkait satu dengan yang lainnya dan mereka saling tolong menolong, dan lindung melindungi. Ini semua karena begitu eratnya hubungan persaudaraan di antara mereka yang dipersatukan oleh Islam.
· Keadaan ini tidak demikian adanya di Indonesia maupun di antara umat-umat Islam di seluruh dunia yang kini terpecah belah ke dalam berbagai golongan. Dan masing-masing golongan tersebut satu dengan yang lain saling menghujat sehingga menciptakan permusuhan antara umat Islam itu sendiri.
· Keadaan yang seperti ini (khusunya di Indonesia) merupakan azab dari Allah terhadap umat Islam karena kebanyakan dari kita sudah terlalu jauh dari taat kepada Allah dan Rasul.
“…maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” – QS 24:63
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah (keseluruhannya), dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” – QS 2:208
· Musuh nyata manusia adalah syaitan yang tidak tunduk (ingkar) terhadap hukum Allah dan perintah Rasul.
Lain-lain
Pendeta-pendeta Yahudi & Nasrani
· Pendeta-pendeta Yahudi dan Nasrani sering memakan harta manusia dengan jalan yang bathil seperti terungkap dalam QS 9:34 berikut:
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang bathil, dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah…” – QS 9:34
Zakat Emas Perhiasan
· Zakat emas untuk perhiasan hanya dilakukan satu kali saja yaitu pada saat membeli zakatnya harus segera dikeluarkan (jika sudah mencukupi nisabnya yaitu seberat 98 gram).
QS 5:49
“dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.”
· Nabi Muhammad selalu memutuskan setiap hukum berdasarkan Al Quran.
· Tata cara pelaksanaan hukum-hukum Al Quran diterangkan dan dicontohkan Nabi dalam sunnahnya (hadist). Dan kita sebagai orang Islam wajib melaksanakan hukum Allah tersebut.
· Hukum Allah harus ditegakkan demi keamanan dan kesejahteraan manusia sendiri.
· Hukum Al Quran telah mencakup seluruh aspek kehidupan manusia di dunia, karena hukum Al Quran tersebut telah disempurnakan oleh Allah dan dapat diterapkan di dunia oleh manusia sepanjang zaman.
· Hukum Allah tidak akan pernah berubah selamanya karena Allah Lebih Mengetahui keadaan manusia.
· Contoh: hukum potong tangan dilakukan jika seseorang mencuri dan nilai curiannya telah mencapai/senilai harga 5 gram emas.
Larangan Allah tentang berlaku curang dalam perdagangan (QS 83:1-3)
“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang,” (1) – “(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,” (2) – “dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” (3) – QS 83:1-3
· Pasar merupakan faktor pokok dalam sendi kehidupan bermasyarakat karena pasar merupakan tempat berlangsungnya transaksi perdagangan, dan dari pasar kita bisa melihat apakah suatu masyarakat itu memiliki keimanan dan ketaqwaan yang tinggi.
· Contoh perdagangan yang aman dan bersih adalah seperti yang dilakukan oleh orang-orang Quraisy (dalam QS 106:1-4). Mereka berdagang dengan jujur karena keimanan dan ketaqwaan mereka kepada Allah & Rasul-Nya.
“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,” (1) – “(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas,” (2) – “Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah).” (3) – “Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.” (4) – QS 106:1-4
Tentang Turunnya Nabi ‘Isa sebelum kiamat
· Nabi ‘Isa AS akan turun ke bumi sebelum kiamat di bumi Palestine untuk meluruskan tauhid manusia.
· Dan bukanlah Imam Mahdi yang akan turun seperti yang sering dikatakan oleh kebanyakan orang (ini hanyalah kepercayaan orang-orang syi’ah saja).
· Berbarengan dengan turunnya Nabi ‘Isa AS, Dajjah juga akan turun untuk menyesatkan manusia. Namun, Dajjal dapat dikalahkan oleh Nabi ‘Isa yang akan membunuhnya.
Keadaan Umat Islam pada Zaman Rasulullah
· Hubungan erat dan saling tolong menolong antara umat Islam di zaman Rasulullah dicontohkan dengan hubungan yang begitu erat antara orang-orang muhajirin dan anshar:
“Orang-orang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka, dan merekapun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang benar.” – QS 9:100
· Kaum muhajirin dan anshar saling tolong menolong dan hubungan mereka satu dengan yang lain seperti seorang saudara.
· Karena eratnya hubungan keduanya, sampai-sampai jika ada orang muhajirin meninggal dunia, orang anshar mendapatkan warisan darinya. Namun hal ini akhirnya dilarang dengan diturunkannya ayat Al Quran tentang hukum waris.
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah, serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. ..” – QS 8:72
· Hati orang muhajirin dan anshar terkait satu dengan yang lainnya dan mereka saling tolong menolong, dan lindung melindungi. Ini semua karena begitu eratnya hubungan persaudaraan di antara mereka yang dipersatukan oleh Islam.
· Keadaan ini tidak demikian adanya di Indonesia maupun di antara umat-umat Islam di seluruh dunia yang kini terpecah belah ke dalam berbagai golongan. Dan masing-masing golongan tersebut satu dengan yang lain saling menghujat sehingga menciptakan permusuhan antara umat Islam itu sendiri.
· Keadaan yang seperti ini (khusunya di Indonesia) merupakan azab dari Allah terhadap umat Islam karena kebanyakan dari kita sudah terlalu jauh dari taat kepada Allah dan Rasul.
“…maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” – QS 24:63
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah (keseluruhannya), dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” – QS 2:208
· Musuh nyata manusia adalah syaitan yang tidak tunduk (ingkar) terhadap hukum Allah dan perintah Rasul.
Lain-lain
Pendeta-pendeta Yahudi & Nasrani
· Pendeta-pendeta Yahudi dan Nasrani sering memakan harta manusia dengan jalan yang bathil seperti terungkap dalam QS 9:34 berikut:
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang bathil, dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah…” – QS 9:34
Zakat Emas Perhiasan
· Zakat emas untuk perhiasan hanya dilakukan satu kali saja yaitu pada saat membeli zakatnya harus segera dikeluarkan (jika sudah mencukupi nisabnya yaitu seberat 98 gram).
Tuesday, January 22, 2008
Barat Berutang pada Islam
Apa yang dimiliki Barat saat ini tidak akan mungkin terjadi jika tidak ada dasar yang diletakkan oleh para ilmuwan Islam.
Sejak awal kedatangannya hingga terus meluas, Islam sangat mendukung pengembangan ilmu pengetahuan. Misalnya pengembangan teknik navigasi untuk membantu para jemaan menuju kota Makkah, dan juga untuk kepentingan perdagangan. Umat Islam juga mengembangkan sistem kesehatan, dan pengetahuan di bidang kedokteran.
Lalu mengembangkan teknik pengukuran yang lebih akurat, sistem mata uang, termasuk kurs mata uang asing untuk perdagangan. Belum lagi kontribusi di bidang astronomi, geografi, kedokteran, dan matematika yang membantu umat Islam memahami ciptaan Allah.
Ilmuwan Islam berkontribusi menjadikan dunia yang kita tempati saat ini menjadi lebih baik. Ibnu Sina, filsuf yang juga dokter, membuat buku tentang standar kedokteran di abad ke-10. Bukunya menjadi acuan bagi banyak dokter hingga abad ke-17.
Kemudian Islam memiliki astronom terkenal yang bernama Al Tusi. Ia membuktikan kebenaran teori Copernicus yang menyatakan matahari sebagai pusat tata surya, dan bukan sebaliknya – hal yang diyakini gereja saat itu.
Lalu ada Abu Jafar Muhammad, seorang pakar matematika yang hasil karyanya luar biasa termahsyur, dan menjadi dasar perhitungan di era moderen, yaitu aljabar, dan algoritma.
Ada pula Ibnu al-Haytham yang dikenal dengan karyanya soal cahaya dan bayangan. Karya Al-Haytham inilah yang membantu Newton merumuskan teori optiknya yang terkenal itu.
Peradaban Islam terus berkembang dengan pesat, dan semakin meluas sehingga memasuki kawasan Eropa Selatan. Harta karun yang besar, dan nyaris terlupakan dari tanah yang ditaklukkan, oleh umat Islam dibawa kembali ke kota-kota besar seperti Baghdad, Damaskus, Kairo, dan Cordoba. Karya-karya ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.
Meski saat itu belum ada lembaga donor yang menjadi sponsor, atau membiayai kinerja para ilmuwan ini, namun para ilmuwan terus berkarya. Baru pada abad ke-9, didirikanlah lembaga yang bernama House of Wisdom atau Rumah Kebijaksanaan di kota Baghdad, Irak.
Pada abad ke-10, sebuah perpustakaan besar didirikan di Kairo. Perpustakaan ini memiliki 40 ruangan besar yang menyimpan ribuan naskah ilmu pengetahuan di masa silam. Di abad ke-11, para penguasa Muslim mendirikan sebuah institusi besar di hampir seluruh kota besar yang dikuasai umat Islam untuk memelihara harta karun pengetahuan mereka.
Selain itu, di kota seperti Condeshapur di Persia, didirikan komunitas khusus yang anggotanya adalah para akademisi, dan juga kaum ilmuwan. Beberapa ilmuwan Kristen seperti Nestorians turut bergabung.
Kurang dari 400 tahun paska penaklukan Islam yang pertama kali, semua ilmuwan besar bekerja bersama dalam naungan kekaisaran Islam yang semakin meluas. Semua ide-ide yang sebelumnya dianggap sulit dijangkau akal pikiran manusia, dibuat masuk akal oleh para ilmuwan Muslim.
Berkat kebebasan dan dukungan itulah, ilmuwan Islam berhasil memberikan kontribusi nyata pada berbagai ilmu pengetahuan. Mereka adalah kontributor ulung bagi teroi aljabar, algoritma, trigonometri, geometri, kimia, kosmologi, astronomi, kedokteran, dan juga teknologi optik. Para ilmuwan Islam juga mengembangkan konsep rumah sakit moderen, universitas, observatorium, dan juga sistem masyarakat sipil.
Kejayaan Islam Merosot
Pada awalnya, para khalifah sangat mendukung perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya pada subjek-subjek yang sangat mendukung kehidupan manusia. Namun kemudian para pemimpin agama yang lebih tradisional, dan segolongan ilmuwan mulai memikirkan bahayanya ilmu pengetahuan, dan perlunya pembatasan.
Pada awalnya, para khalifah sangat mendukung perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya pada subjek-subjek yang sangat mendukung kehidupan manusia. Namun kemudian para pemimpin agama yang lebih tradisional, dan segolongan ilmuwan mulai memikirkan bahayanya ilmu pengetahuan, dan perlunya pembatasan.
Mereka menyatakan ilmu pengetahuan tidak dapat dibenarkan bagi umat Islam kecuali digunakan untuk memahami ciptaan Tuhan. Sementara yang lainnya dinilai berpotensi untuk menghancurkan agama, dan dinilai tidak Islami.
Setelah kelompok ini berhasil meluaskan pengaruh, khalifah yang berkuasa mengamini. Di sekolah-sekolah, para siswa hanya diijinkan mempelajari aritmerika, kosmologi, kedokteran, dan pengobatan, dan beberapa ilmu alam. Sementara ilmu yang berkaitan dengan pemikiran-pemikiran orisinil tidak diajarkan – filsafat termasuk yang tidak diajarkan sama sekali.
Sekitar abad ke-11, ilmu pengetahuan dibagi menjadi dua kelompok ke dalam ilmu pengetahuan Islami, dan ilmu pengetahuan asing. Ilmu pengetahuan yang Islami adalah mereka yang disetujui karena terkait dengan agama, dan pengajarannya berbasiskan Alquran. Sementara ilmu pengetahuan asing dipinggirkan berdasarkan kecurigaan para pemimpin Muslim.
Banyak ilmuwan Islam yang berusaha keras mempertahankan tradisi keilmuan ini hingga abad ke-15. Namun pada abad ke-16, di masa dinasti Usmaniyah dari Turki, ilmu pengetahuan Islam mencapai titik terendah. Ironisnya adalah di saat karya ilmuwan Islam semakin menurun, para ilmuwan Barat mulai mengambil alih. Mereka mengambil hasil karya para ilmuwan Islam, dan mulai menerjemahkan karya-karya tersebut ke dalam bahasa Latin.
Robert Briffault dalam bukunya "The Making of Humanity" menyatakan bahwa sangatlah mungkin kalau tidak karena umat Islam, peradaban Eropa moderen tidak akan muncul sama sekali. Sangatlah pasti bahwa kalau tidak karena ilmuwan Islam, Eropa tidak akan mungkin memperoleh cirri yang membuat mereka bisa melebihi semua fase evolusi sebelumnya.
Sumber: Dialog Jumat, Republika, 7 April 2006
Ilmuwan Islam Terkemuka
Mereka berkreasi dengan dukungan penuh khalifah-khalifah dinasi Abbasiyah. Mereka dicatat dengan tinta emas dalam sejarah, dan sumbangsihnya dipakai dunia hingga saat ini.
Al-Razi
Berkarya di bidang kedokteran. Ia merupakan guru dari Ibnu Sina, dan telah menghasilkan 224 judul buku. 140 di antaranya tentang pengobatan, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Latin.
Bukunya yang paling termasyhur adalah "Al Hawi Fi Ilm Al Tadawi" yang terdiri dari 30 jilid tentang jenis-jenis penyakit, dan upaya penyembuhannya. Ia juga menulis buku berjudul "Al Mansuri" yang berisi tentang pembedahan seluruh tubuh manusia. Buku-bukunya menjadi bahan rujukan serta panduan dokter di seluruh Eropa hingga abad ke-17.
Al-Battani
Ia dikenal juga sebagai Albatenius. Ia merupakan salah seorang astronom kenamaan Islam. Hasil perhitungannya tentang bumi mengelilingi pusat tata surya dalam waktu 365 hari, 5 jam, 46 menit, dan 24 detik, mendekati akurat.
Ia juga menemukan bahwa garis bujur terjauh matahari mengalami peningkatan sebesar 16,47 derajat sejak perhitungan yang dilakukan oleh Ptolemy. Ini membuahkan penemuan yang penting mengenai gerak lengkung matahari.
Buku astronominya yang paling terkenal adalah "Kitab Al Zij" dalam bahasa Latinnya berjudul "De Scienta Stellerum u De Numeris Stellerum et Motibus". Terjemahan tertua dari karyanya itu masih ada di Vatikan, dan karyanya bukan hanya diterjamahkan dalam bahasa Latin, tapi juga bahasa lainnya.
Al-Ya’qubi
Ia adalah akhli geografi, sejarawan, dan pengembara. Pada tahun 891, ia menulis "Kitab Al-Buldan" (Buku Negeri-Negeri). Buku ini merupakan buku tertua dalam sejarah ilmu geografi dunia. Buku tersebut diterbitkan kembali oleh penerbit Belanda dengan judul "Ibn Waddih Qui Dicitur al-Ya’qubi Historiae".
Bukan hanya bercerita soal geografi wilayah, namun juga ia menerangkan keadaan sosial dan sejarah dinasti-dinasti yang sedang berkuasa saat itu di masing-masing negeri. Karya lainnya yang juga terkenal adalah "Tarikh Al-Ya’qubi" yang juga sudah diterbitkan kembali di Belanda dalam dua jilid.
Al-Buzjani
Ia dikenal juga sebagai Abul Wafa. Ia mengembangkan beberapa teori penting di bidang matematika, terutama geometri dan trigonometri.
Di bidang geometri, Abul Wafa memberikan kontribusi bagi pemecahan soal-soal geometri dengan menggunakan kompas, konstruksi ekuivalen untuk semua bidang, polyhedral umum, konstruksi heksagon setengah sisi dari segitiga sama kaki, konstruksi parabola dari titik, dan solusi geometri bagi persamaan. Konstruksi bangunan trigonometri versi Abul Wafa hingga kini diakui sangat besar manfaatnya.
Ia juga merupakan orang pertama yang menunjukkan adanya teori relatif segitiga parabola. Dia juga mengembangkan metode baru tentang konstruksi segi empat, serta perbaikan nilai sinus 30 dengan memakai delapan decimal. Abul Wafa pun mengembangkan hubungan sinus dan formula "2 sin2 (a/2) = 1 – cos a", dan juga "sin a = 2 sin (a/2) cos (a/2)".
Sumber: Dialog Jumat, Republika, 3 Maret 2006
Al-Razi
Berkarya di bidang kedokteran. Ia merupakan guru dari Ibnu Sina, dan telah menghasilkan 224 judul buku. 140 di antaranya tentang pengobatan, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Latin.
Bukunya yang paling termasyhur adalah "Al Hawi Fi Ilm Al Tadawi" yang terdiri dari 30 jilid tentang jenis-jenis penyakit, dan upaya penyembuhannya. Ia juga menulis buku berjudul "Al Mansuri" yang berisi tentang pembedahan seluruh tubuh manusia. Buku-bukunya menjadi bahan rujukan serta panduan dokter di seluruh Eropa hingga abad ke-17.
Al-Battani
Ia dikenal juga sebagai Albatenius. Ia merupakan salah seorang astronom kenamaan Islam. Hasil perhitungannya tentang bumi mengelilingi pusat tata surya dalam waktu 365 hari, 5 jam, 46 menit, dan 24 detik, mendekati akurat.
Ia juga menemukan bahwa garis bujur terjauh matahari mengalami peningkatan sebesar 16,47 derajat sejak perhitungan yang dilakukan oleh Ptolemy. Ini membuahkan penemuan yang penting mengenai gerak lengkung matahari.
Buku astronominya yang paling terkenal adalah "Kitab Al Zij" dalam bahasa Latinnya berjudul "De Scienta Stellerum u De Numeris Stellerum et Motibus". Terjemahan tertua dari karyanya itu masih ada di Vatikan, dan karyanya bukan hanya diterjamahkan dalam bahasa Latin, tapi juga bahasa lainnya.
Al-Ya’qubi
Ia adalah akhli geografi, sejarawan, dan pengembara. Pada tahun 891, ia menulis "Kitab Al-Buldan" (Buku Negeri-Negeri). Buku ini merupakan buku tertua dalam sejarah ilmu geografi dunia. Buku tersebut diterbitkan kembali oleh penerbit Belanda dengan judul "Ibn Waddih Qui Dicitur al-Ya’qubi Historiae".
Bukan hanya bercerita soal geografi wilayah, namun juga ia menerangkan keadaan sosial dan sejarah dinasti-dinasti yang sedang berkuasa saat itu di masing-masing negeri. Karya lainnya yang juga terkenal adalah "Tarikh Al-Ya’qubi" yang juga sudah diterbitkan kembali di Belanda dalam dua jilid.
Al-Buzjani
Ia dikenal juga sebagai Abul Wafa. Ia mengembangkan beberapa teori penting di bidang matematika, terutama geometri dan trigonometri.
Di bidang geometri, Abul Wafa memberikan kontribusi bagi pemecahan soal-soal geometri dengan menggunakan kompas, konstruksi ekuivalen untuk semua bidang, polyhedral umum, konstruksi heksagon setengah sisi dari segitiga sama kaki, konstruksi parabola dari titik, dan solusi geometri bagi persamaan. Konstruksi bangunan trigonometri versi Abul Wafa hingga kini diakui sangat besar manfaatnya.
Ia juga merupakan orang pertama yang menunjukkan adanya teori relatif segitiga parabola. Dia juga mengembangkan metode baru tentang konstruksi segi empat, serta perbaikan nilai sinus 30 dengan memakai delapan decimal. Abul Wafa pun mengembangkan hubungan sinus dan formula "2 sin2 (a/2) = 1 – cos a", dan juga "sin a = 2 sin (a/2) cos (a/2)".
Sumber: Dialog Jumat, Republika, 3 Maret 2006
Subscribe to:
Posts (Atom)